Eychi: "ABANG APA-APAAN SIH?!"
Mark: "km yg ngapain disini hah?"
Eychi: "abang bisa disini kenapa zia gabisa?"
Mark: "bisa berenti ngomel ga? Disini harusnya kakak yg marahin km."
Eychi: "suka-suka Zia kan mau gimana."
Mark: "sejak kapan Acha sama kakak ngajarin kamu buat deket sama orang gadikenal?!"
Eychi: "emg Zia ngapain sih, Zia cuma bolos ga tawuran ga nyabe juga, cuma kenalan satu sekolahan juga."
Sementara kakak beradik itu berdebat, Zey sama Jass cuma liat-liatan gada niatan buat ngelerai mereka.
Mark: "km ngapain sama dia?" *nunjuk arah Jass.
Eychi: "dia temen Zia, kenapa Zia gaboleh jalan bareng."
Mark: "sejak kapan mau punya temen selain kita selama di indo?! km tau kan kita itu baru balek sini setelah brp lama?!"
Eychi: "apasih, dia juga satu sekolah sama kita, satu angkatan kakak lg kenapa harus alay kyk gt."
Zey: "mmm...kalian berdua mau tengkar terus?"
Mark: "bawaen sek Zia ketempat lain, ak tak ngomong sek mbe bocah iki."
Zey mah nurut aja sambil narik Eychi buat keluar dari sana.
Eychi: "apa-apaan sih ini, lepasin ga."
Eychi nyoba buat berontak, sayang badan ama kekuatan dia ga sepadan sama Zey. Akhirnya mereka berdua keluar dari sana ga lupa dia bawa belanjaan nya yang segitu banyak, sedangkan Mark sama Jass lagi tatap-tapan. Jass dengan tatapan bingungnya sedangkan Mark masih ngeliat Jass dengan tatapan mengintimidasi.
Mark: "dah puas deketin adekku hah?!"
Jass: "kon sapa seh kok nyolot dr awal. Kon lak anak baru iku seh."
Mark: "hahaha, jok sok lupa kon, mari deketin abangku, kon nyedeki adekku saiki, mau mu opo hah?!"
Jass: "hah?! abangmu sopo, aku ae gakenal kon."
Mark: "Barchard Boarding School. Gedung kesenian SMA, ruang lukis, Hanser Mark."
Mark terlihat mulai memancarkan emosi dari mata dan raut mukanya, sedangkan Jass berpikir sesuatu tentang apa yang barusan di sebut Mark.
Jass: "wait, that MARK?"
Mark: "welcome back mantan kakak ipar."
Jass kelabakan sama omongan Mark.
Jass: "Mark..let me explain first..please.."
Mark: "apa yg mau mbok jelasin? about you and your boyfriend? about our relationship?"
Jass: "Mark, please bukan itu maksudku."
Mark: "km bahkan ga pamit pergi, you don't even recognize me now, shit."
Jass: "Mark dengerin dulu, I never date your brother, trust me."
Mark: "Me? trusting you again? get the fuck off now dude. Apa penjelasanku belom bisa jelasin semuanya Xavier Jassen."
Jass: "STOP THIS SHIT MARK!"
Mark: "whatever."
Mark berjalan pergi ninggalin tmpt itu sambil menahan air matanya. Dia tidak sekuat itu untuk membentak Jass, dia membohongi diri nya sendiri. Mark yang selalu berusaha untuk menjadi panutan adek kembarnya meruntuhkan pertahanannya sendiri. Bohong kalo dia sampe ga kangen sama Jass.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tatsache | no regret
Fanficwhen he realize his own fact... . . . . . . . . . . yaoi section (b×b) if u dont like dont read or even add to library thx. i will up randomly coz of my heavy schedule im sorry🙇♀️
