3 | RM

103 16 0
                                    

Namjoon kini makan malam seorang diri di rumahnya yang seperti istana.

Ini sudah biasa dia alami, setelah keluarganya tiada. Ruangan yang hampa dengan keadaan yang sunyi.

Ting!

Seketika notif dari handphone miliknya, menarik perhatiannya. Dan menghentikan aktivitas makannya.

YJ.M
temui aku di club octagon. Di daerah hongdae.

"Dia mau apa lagi, sekarang?! Mana ada club octagon di daerah hongdae? Setahuku club octagon berada di daerah gangnam. Tapi, bisa saja ada. Hanyan aku yang tidak mengetahuinya"

Namjoon bergegas mengambil pistolnya, dan mantel. Tanpa pengawal, dia pergi seorang diri. Bahkan dia tidak memberitahu soal ini kepada sahabat mafianya. Karna ulah kecerobohannya.

---

Sejak dari tadi namjoon terus mengelilingi daerah hongdae. Dan tidak menemukan club octagon di daerah tersebut.

Ting!

Namjoon segera menghentikan mobilnya, dan menatap pesan tersebut.

YJ.M
kau sungguh pergi ke hongdae? Bukan kah itu sangat jauh dari rumahmu?

Ahahaha, ku pikir kau pria pintar ber IQ tinggi. Tapi, sepertinya itu salah.

Hal sekecil ini saja kau bisa di bodohi dengan cepat.

Mana ada, club Octagon di wilayah hongdae. Tuan, RM.

Blood, sweat and tears (J)

"sial! Mati saja kau!" Umpat namjoon dengan kesal.

Bagaimana bisa dia di bodohi sekarang?

"J? Jangan bilang... tidak, tidak. Semoga itu tidak terjadi"

Namjoon segera menelfone jungkook. Tapi handphone pria tersebut sedang tidak aktiv. Itu membuat namjoon semakin gelisah dan panik.

Sekarang dia mengcoba menelfone hooseok. Akhirnya dia bisa bernafas legah, saat penggilan tersebut tersambung.

"Halo hyung, ada apa?"

"Apa kau baik baik saja?"

"Yah, aku sedang tidur. Dan kau mengganggu tidurku"

"Ahahah, baiklah. Aku akan mematikan telfonenya. Tapi, aku meminta padamu untuk memperketat penjagaan di rumahmu. Suruh anak buah mu untuk terus berjaga"

"Eoh, apa terjadi sesuatu?"

"Kau tidak perlu khawatir. Jaga dirimu baik baik"

Dan panggilan keduanya berakhir.

Sekarang namjoon beralih untuk menelfone seok jin. Panggilannya tersambung, hanyan saja pria tersebut tidak mengangkat telefonenya.

Perasaan gelisah lagi lagi menghantui namjoon saat ini.

Dan dia beralih menelfone jimin. Tapi tiba tiba saja handphonenya lobet. Dan mati total.

"Akh! Sial! Siapa J yang dia maksud? Apakah jungkook, jimin, jin atau jhope?"

Namjoon menghela nafasnya dengan kasar. Seharusnya dia menelfone taehyung dan yoongi terlebih dahulu. Untuk memberitahukan hal ini.

"Aish, bodoh!" Umpatnya.

Namjoon kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, untuk menuju ke rumahnya.

Saat dia sampai di rumah, dia terkejut dengan kedatangan jimin dan taehyung.

"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanyan namjoon.

"Hyung! Hooseok, baru saja di celakai oleh michael! Dan dia sekarang berada di rumah sakit. Keadaannya sedang kritis" gumam jimin.

Namjoon tak bisa membendung air matanya lagi.

"Ja.. jadi.. (J) yang dia maksud. Adalah.. hoseok?" Gumam namjoon tak percaya.

"Hyung, apa kau tahu soal ini?" Tanyan taehyung.

"Aku akan menjelaskannya di rumah sakit nanti. Sekarang ayo kita ke jhope. Aku benar benar khawatir dengan keadaannya sekarang"

Mereka bertiga mulai menuju ke rumah sakit, tak lupa dengan anak buah namjoon yang kini mengikuti mereka dari belakang.

---

Namjoon menatap jungkook dan jin yang baik baik saja. Mafia ekstraterestrial kini telah berkumpul di ruangan bawah tanah, di dalam ruang inap jhope sekarang. Dimana hanya mereka saja yang tahu tempat itu. Karna rumah sakit tersebut milik keluarga yoongi.

Namjoon menjelaksan semua yang telah terjadi padanya. Dimana michael mengiriminya pesan, hingga dia yang menelfone jhope, jin, jungkook, dan jimin secara bergantian.

"Lagi lagi michael berulah" ucap yoongi.

"Dia benar benar sudah melewati batas! Dia hampir saja merenggut nyawa hooseok. Aku tidak mau salah satu di antara kita harus tiada. Ini tidak bisa di biarkan" gumam jimin, sembari menangis tersedu sedu.

Ting!

"Michael mengirim pesan lagi" ucap RM. Dan memperlihatkan pesan itu pada yang lainnya.

YJ.M
Jadi, bagaimana dengan kejutanku?
Seharusnya kau bersyukur, sempat berbicara dengannya tadi.

Dia masih hidup bukan?
Aku hanyan menjadikannya umpan untuk memancingmu saja.

Untung dia hanya koma.
Jika kau terus memutar otakmu dan mengcoba memikirkan  sesuatu tentangku.

Maka tak segan segan aku menghabisimu dan teman teman mu.

"Kita harus melakukan sesuatu! Agar dia tidak mengusik kita lagi. Aku muak dengannya!" Ucap seok jin dengan kesal.

"Kita akan menyusun rencananya setelah hooseok benar benar sembuh total" ucap taehyung. Dan di angguki yang lainnya.

mâfîă | ekstraterestrialTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang