Kecemasan menghujamku berkali-kali
Tak ada kabar darimu sejak pagi tadi
Kini ku hanya bisa menceritakan pada malam
Betapa kau kurindukan dalam diam
Kehadiranmu dulu memang menyembuhkan luka
Namun mengapa sekarang kau buat lebih menganga
Kini kucoba menganggap kau sebagai orang asing
Karena aku sadar, sekarang kau sudah berpaling
Tak pernah kusangka akan seperti ini akhirnya
Segala harapan hanya bisa kuutarakan dalam doa
Demi kebahagiaanmu, aku mundur perlahan
Semoga kau dapati Puan yang kau inginkan
Love,
A
KAMU SEDANG MEMBACA
SEPATAH KATA
PoetryTIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA Tentangmu, alasanku untuk menulis. hanya tentang sebait kalimat tanpa makna. Love, A.
