Taman belakang sekolah

94 32 10
                                        

"Duh bisa telat nih"gumam Rasya.

Ketika sampai di depan sekolah siswa siswi sudah berbaris di lapangan, gerbang sekolah pun sudah ditutup.

"Bolos aja yuk, dari pada dihukum"kata Alex.

"Gak boleh gitu Lex, bolos itukan gak baik"kata Devan dengan serius.

"Tumben, biasanya kalau diajakin bolos paling cepet Lo"

"Denger ya Lex, kata orang lebih baik terlambat dari pada gak masuk sama sekali"kata Devan sok bijak.

"Kaya bener aja omongan Lo, otak Lo udah diservis?"kata Arga.

"Iya, baru kemaren gue servis di bengkel"cengir Devan.

"Tetep aja gestrek"sinis Rasya.

Lalu Rasya dkk mendekat kearah pagar, ternyata pagarnya hanya di tutup tidak dikunci. Mereka mengintip dari celah sebelum membuka pagar. Mungkin ini keberuntungan bagi mereka, karena tidak ada guru yang berjaga di belakang barisan siswa.

"Aman, di barisan belakang gak ada yang jaga"kata Devan pelan.

Mereka pun membuka pagar dengan perlahan agar tidak mengeluarkan suara. Setelah itu, mereka berhasil masuk dengan aman. Mereka melemparkan tas mereka ke sembarang arah, lalu ikut berbaris seperti yang lain.

Tiga puluh menit kemudian upacara bendera selesai, siswa siswi pun berhamburan menuju kelas masing-masing. Rasya dkk mengambil tas mereka lalu pergi ke kelas mereka. Tanpa mereka ketahui ada yang melihat kelakuan mereka itu.

"Woi, kalian telat ya?'' kata orang itu.

"Hah, Lo put gue kira Bu Sukma tadi"kata Alex kaget.

"Arga kamu kenapa telat juga, akukan udah bilang jangan ikutan nih tiga Curut, untung ga ketahuan guru, kalau ketauan kan nanti kamu dihukum"cerocos Puteri.

"Arga aja terus di perhatiin"kata Devan.

"Terserah gue dong"

"Lo jadian ya sama Arga"tanya Devan pada Puteri.

"Belum"jawab Arga.

"Belum, berarti ntar bakal jadian dong"celetuk Julia.

"Cieee nanti yang bakal di tembak"kata Feli.

"Apaan sih"kata Puteri malu-malu.

"Tumben bertiga aja, Katya mana"kata Alex.

"Katya ada di kelas "

"Ngapa Lo nyariin katya"kata Julia.

"Bukan gue tapi Rasya tuh"

"Apaan sih gak penting banget"kata Rasya. Lalu meninggalkan mereka.

*Skip kelas 11 IPA1
"Kat Kat Lo jadian sama Nathan ya?"teriak Nina saat memasuki kelas(Nina adalah teman sekelas Katya waktu SMP dan sekelas juga di SMA ini.

"Gak, kenapa emang?"

"Gue denger Nathan punya pacar baru, gue kira elo, karena gue pernah liat Nathan jemput Lo waktu pulang sekolah"tutur Nina panjang lebar.

"Jadi, beneran bukan Lo"lanjutnya lagi.

"Bukan"kata Julia yang baru memasuki kelas.

"Pacar Nathan itu namanya Resha, satu sekolah deh kayaknya"kata Julia lagi.

"Oh gitu, sabar ya Kat. Gue saranin mending Lo lupain aja Nathan"kata Nina lalu pergi ke bangkunya.

"Kita udah sering bilang ke elo, lupain aja Nathan Lo gak akan pernah jadian sama dia"kata Feli.

"Ini baru sebulan dia putus sama Claudia, udah dapet pacar baru aja"ketus Puteri.

"Nathan itu cuma nganggep Lo temen Kat"kata Julia.

"Gue juga pengen kok move on dari Nathan, tapi belom bisa"kata Katya lalu pergi keluar kelas.

"Ngambek kayaknya"kata Feli.

"Udah biarin aja" kata Puteri.

*Skip kelas 11 IPA3
"Eh ga jam pertama pelajarannya apa?"tanya Devan pada Arga.

"Lo niat sekolah gak sih, jadwal pelajaran aja gak tau"kata Alex

"Bukannya gak tau, tapi gue gak nyatet jadwal"

"Sama aja ogeb, gak nyatet berarti Lo gak tau, dasar Dugong"kata Alex emosi.

"Gak usah marah-marah lex mending Lo minum vit dulu. Vit lepasin aja"kata Devan.

"Gak jelas Lo Van"

"Eh ga emang pelajarannya apaan"tanya Devan lagi.

"Kimia"

"Wih, gak jadi bolos deh gue, kalau yang ngajar Bu Sri yang cantik jelita"kata Devan lebay.

"Gue keluar dulu ya" celetuk Rasya.

"Mau bolos Lo"kata Alex. Rasya mengangguk. Lalu keluar kelas.

*Skip taman belakang sekolah
Rasya pergi ke belakang taman sekolah untuk tidur karena tadi malam ia begadang. Lalu Rasya mendengar suara isakan kecil. Ia mendekati asal suara itu dan melihat siapa yang menangis di balik pohon itu.

*Katya POV
Aku memutuskan untuk pergi ke taman belakang sekolah karena aku benar-benar tidak semangat untuk belajar hari ini. Aku duduk di bawah pohon yang ada di sana. Aku menangis meluapkan semua emosiku, tiba-tiba aku merasa ada yang mendekatiku lalu aku mendongakkan kepalaku, ternyata orang itu adalah Rasya. Dengan cepat aku menghapus air mataku.

*Author POV
"Rasya"gumam Katya.

Rasya duduk disamping Katya. Rasya menyandarkan kepala Katya di bahunya. Katya kaget dengan perlakuan Rasya.

"Keluarin aja semuanya"ucap Rasya.

Katya kembali menangis. Ia merasa nyaman bersandar di bahu Rasya, tapi ia menepis perasaan itu.

"Sya"panggil Katya pelan.

"Hm"

"Kenapa sih gue harus ngerasain ini lagi, kenapa gue suka sama orang yang jelas-jelas gak suka sama gue, kenapa gue harus suka sama Nathan, kenapa sih susah banget ngelupain Nathan"Katya mengeluarkan semua unek-uneknya. Sementara Rasya tidak menanggapi perkataan Katya.

"Sya, Lo dengerin gue gak sih"

"Denger"

"Terus, kenapa Lo gak jawab, Lo bikin gue tambah kesel tau gak"

"Gue gak kenal siapa Nathan"kata Rasya datar.

Katya menegakkan tubuhnya, menghapus air matanya lalu menghadap ke arah Rasya.
"Nathan itu cowok yang gue suka, dan sekarang dia punya pacar lagi"tutur Katya.

''Dasar cengeng"sinis Rasya.

"Apa Lo bilang, gue cengeng? Denger ya, Nathan itu baik, perhatian murah senyum, gak kayak Lo jangankan perhatian ngomong aja jarang, senyum apa lagi Jadi, wajar dong gue nangis kalau Nathan suka sama cewek lain"cerocos Katya.

"And satu lagi gue itu gak cengeng cuma nangis aja"lanjutnya lagi.

"Sama aja"kata Rasya tanpa ekspresi. Lalu ia beranjak pergi meninggalkan Katya.

"Gak sama lah, cengeng itu sering nangis gue kan gak sering" teriak Katya pada Rasya yang mulai menjauh.

Entah kenapa Rasya merasa senang karena Katya tidak nangis lagi.

Katya kembali ke kelasnya, ia merasa moodnya membaik.

"Kenapa Rasya ngelakuin itu"batin Katya.

Lepaskan masa lalu, dan masa lalu akan membiarkanmu pergi.

Gimana part ini seru gak, kira-kira nanti Katya suka gak sama Rasya, atau Rasya yang suka sama Katya. Kalau penasaran tunggu lanjutan ceritanya ya☺️.

Jangan lupa vote dan komennya, aku tunggu😁.













Cinta SelamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang