"duh pak Anto kok belum jemput sih."Katya terus merungut menunggu supirnya yang belum menjemputnya.
"Kak Dio gak angkat telpon gue lagi."
"Mau pulang naik apa dong."keluh nya.
Dengan langkah gontai Katya berjalan menuju halte didekat sekolah. Setelah lima belas menit menunggu akhirnya Katya sudah berada di dalam angkot.
Didalam angkot tidak ramai, hanya ada seorang ibu hamil dan dua orang laki-laki. Tak lama kemudian angkot berhenti dan ibu hamil itu turun.
Kini tinggal Katya dan dua penumpang yang ada di dalam angkot. Katya merasa risih karena salah satu orang tersebut memperhatikannya dengan tatapan yang aneh.
Tiba-tiba orang tersebut pindah duduk di sebelah kanan Katya, Katya semakin merasa risih.
"Neng geulis mau kemana?"tanya orang itu.
"Pulang"jawab Katya seadanya.
"Ikut kita aja neng."kata dengan senyum yang menjijikkan.
Katya tidak menjawab, ia sedikit menjauhkan dirinya dari orang tersebut. Tapi tiba-tiba teman orang itu pindah ke sebelah kiri Katya.
"Neng cantik banget dah." Orang itu mengelus pundak Katya.
Katya semakin merasa tidak nyaman, ia ingin keluar sekarang, entah kenapa ia merasa dua orang di sampingnya ini akan berbuat jahat padanya.
"Pak kiri pak."
Katya meminta turun kepada supir angkot tapi supir itu tidak mendengarnya.
"Pak kiri pak saya mau turun."suara Katya terdengar lebih kencang.
Bukannya menghentikan angkotnya, supir itu malah menambah kecepatannya.Katya mulai panik, apakah supir itu bersekongkol dengan dua orang ini.
"Pak berhenti atau saya lompat."ancam Katya.
Supir itu tetap menambah kecepatan angkotnya. Katya berdiri dari duduknya, ia benar-benar akan melompat dari angkot ini.
Belum tegak Katya berdiri tangannya ditarik oleh salah satu orang tersebut. Akhirnya kembali terduduk. Katya mencoba melepaskan tangannya, tapi orang itu mencekal tangannya dengan kuat.
"Buru-buru amat neng."kata salah satu orang itu.
"Sama kita aja neng."kata yang satunya lagi.
Katya tidak bisa menahan air matanya lagi, ia sangat takut saat ini. Apalagi saat seorang dari mereka mencoba menyentuh tubuhnya.
Salah itu orang itu menyentuh paha Katya. Katya semakin takut, ia menepis tangan itu. Katya terus memberontak tapi tak bisa orang itu tidak melepaskan cekalannya.
"Lepasin saya, saya mohon." Katya memohon disela-sela tangisnya.
Katya sangat takut ia berharap akan ada seseorang yang menolongnya saat ini.
"LEPASIN SAYA."
"TOLOONNGG."Katya terus memberontak berharap orang di sebelahnya ini melepaskan cekalannya.
Katya semakin merasa takut saat salah satu diantara orang ini menyentuh lehernya. Orang itu semakin dekat Katya tidak bisa berbuat apa-apa lagi ia menangis sejadi-jadinya.
Tiba-tiba angkot berhenti, dua orang disampingnya langsung menghentikan aksinya.Angkot ini hampir menabrak seseorang. Seseorang yang ia kenal.
"NAT NATHAN TOLONGIN GUE." Teriaknya dari dalam angkot.
Nathan terasa terpanggil, ia celingukan mencari asal suara itu tanpa menyingkirkan motornya dari depan angkot.
"NAT GUE KATYA hiks GUE DIDALAM ANGKWOUT."seseorang dari mereka menyumpal mulut Katya dengan kain. Dan memperkuat cekalan tangannya.
Katya mencoba memberontak, ia mencoba mendorong orang-orang itu sampai akhirnya ia berhasil ia langsung berdiri keluar dari angkot itu.
"Nat tolongin gue hiks."saat keluar.
Nathan yang menyadari itu langsung menarik tubuh Katya sebelum orang-orang itu meraih Katya kembali.
Katya keluar dari dari angkot dengan berlari dengan Nathan yang terus menariknya.
Orang-orang itu mengejar Katya, lari mereka lebih cepat. Pada akhirnya mereka berhasil menghadang Nathan dan Katya.
Katya berlindung di balik punggung Nathan. Ia sangat takut.
"Nat tolong mereka hiks hampir ngambil hiks mahkota gue hiks." Pinta Katya di sela-sela isakannya.
Nathan mengangguk singkat sebagai jawaban. Orang-orang itu mulai menyerang dan Nathan menahan serang mereka. Nathan cukup handal dalam bela diri. Nathan melancarkan serangannya pada kedua orang itu tapi orang itu bisa menahan serangan Nathan dan menyerang balik.
Satu pukulan mendarat dengan kuatnya di perut nathan, ia tersungkur ketanah.
"NATHAN."pekik Katya.
Orang-orang itu menghajar Nathan yang sudah mulai lemah. Tapi keberuntungan mungkin masih berpihak pada Nathan karena tak lama kemudian polisi datang dan menghentikan aksi pengeroyokan itu.
Katya menghampiri Nathan yang masih tersungkur ditanah.
"Nathan hiks hiks maafin gue."Katya kembali menangis, ia tidak tega malihat darah yang keluar dari sudut bibir Nathan.
Nathan berdiri dari posisi awal, ia mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya.
"Gue anterin Lo pulang."katanya. Terdengar dingin di telinga Katya.
Katya pun mengikuti Nathan yang sudah mendahuluinya. Nathan memberikan helm pada Katya dan Katya menerimanya.
Nathan mulai melajukan motornya untuk mengantarkan Katya pulang. Tak ada pembicaraan saat di jalan hanya suara kendaraan yang terdengar.
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di depan rumah Katya.
"Makasih nat." Kata Katya saat turu dari motor Nathan ia mengembalikan helm kepada pemiliknya.
"Mau gue Oba..."belum sempat Katya menyelesaikan kata-katanya, nathan sudah melajukan motornya.
Katya hanya bisa tersenyum miris memandang kepergian Nathan yang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Makasih nat walaupun Lo berbeda setidaknya Lo masih peduli."
"Makasih buat orang yang pernah ada dalam hati gue, bahkan sampai saat ini."
Hola teman-teman semua gimana nih part ini, seru gak? Jangan lupa vote ya! Spam komen juga boleh.
Tunggu terus aku up ya, kayanya dari sekarang aku bakal slow update, karena aku juga harus up cerita sebelah.
Salam hangat dari author
Babay
。◕‿◕。
