Kendra mendengar apa yang diucapkan Victor sehingga emosinya memuncak
Bugh Kendra menonjok Revo, Revo hanya pasrah ini kesalahan nya juga
Angel dan Sasa yang baru turun terkejut melihat hal itu
Angel berlari ia memeluk Revo agar Dadynya tidak menonjok sepupunya
"Dady cukup" ucap Angel membalikkan badannya
"Aku sudah memaafkan Kak Revo, sudah cukup dia mendapatkan pukulan dari tadi. Lau mohon" ucap Angel memohon
"Tapi Lau" ucap Kendra
"Cukup Dad, aku tahu Kak Revo melakukan semua itu dalam keadaan mabuk, aku juga selamat. Please jangan mengungkit-ungkit semua itu lagi. Dan kamu Victor kalau kamu masih emosi pergi aja dari sini, atau langsung ke Amsterdam" ucap Angel tegas dan penuh ancaman
Victor pun memilih untuk diam, dan meredakan emosinya begitu juga dengan Kendra
"Sifat ini yang turun dari Kamu Sa, bukan dari Kendra yang pemarah sama seperti Luc" ucap Indra
"Abi" ucap Kendra
"Lau sama seperti Kendra, penuh ancaman, tegas, dingin, bisa mengendalikan emosi orang lain, keras kepala. Tapi bedanya Kendra sangat tidak bisa mengendalikan emosinya" ucap Kean
"Natha juga sama Om, dia sangat susah dikendalikan. Kalau sedang marah minta ampun seramnya" ucap Victor
"Victor" ucap Angel kesal
"Lah dia putriku, jadi wajar dong sifat kita sama" ucap Kendra, Angel hanya tersenyum
"Sudah beres" ucap Angel
"Sekarang giliran Lo yang diobati" ucap Revo membawa kaki Angel kepangkuan nya
"Ngomong-ngomong sejak kapan kalian selalu memakai baju Couple gitu?" Tanya Sasa melihat pakaian putra-putrinya memakai baju yang sama
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tuh Luc sejak pulang dari Belanda aku dibelikan baju yang semuanya sama dengan dengannya" ucap Angel
"Dasar kali ini sifat Kendra yang menurun ke King" ucap Dinda
"Lo gak cemburu?" Tanya Revo kepada Victor
"Sama sekali nggak, karena gw pernah mengalami hal yang sama" ucap Victor