26

1.4K 102 38
                                    

Selamat Membaca

Vote dan Komennya guys🌼

***

“Kau masih mencintai Nayeon?” tanya Ibunya dan Hanbin tersenyum

“Memang tidak salah kau mencintai Nayeon, anaknya sangat baik hati.. tapi sebaiknya kau hentikan karena dia sudah menikah”

“Aku tahu Ibu.. tapi berteman saja boleh kan?”

“Berteman saja boleh tapi berteman dengan masih memendam perasaan itu yang salah.. kau akan sakit hati nantinya karena Bunda tahu. Nayeon tidak bisa berpaling dari suaminya.. dari apa yang ia katakan tadi.. saat menceritakan suaminya.. dia sangat mencintai suaminya”
Hanbin diam dan ia termenung, hatinya sakit mendengarnya

“Cinta memang tidak harus memiliki.. dan jangan mencoba menjadi penghalang hubungan orang lain.. karena mereka yang menjalankan hal itu, hubungannya juga akan hancur.. ada hukum karma yang saling berrentetan”

Sementara itu, Nayeon termenung kearah jendela kamarnya memperhatikan langit sore dijendela mobilnya dan ketika lampu merah berhenti ia sempat melihat kearah sebuah kedai hingga mobil yang ia kenali dan prianya yang keluar dari mobil sambil menggendong anak kecil dan ada Lisa
Nayeon tersenyum miris.. melihat prianya bersama dengan mereka.. mereka layaknya keluarga kecil yang bahagia, Nayeon menangis melihat senyum Sehun bersama dengan anak itu dan juga Lisa.. ia hanya penghalang diantara kebahagiaan mereka, seharusnya Sehun mengizinkanny pergi tapi kenapa Sehun menahannya
Nayeon membalikan wajahnya kearah depan saat ternyata Sehun yang melihatnya dan mobilnya langsung melaju meninggalkan mereka

Sehun diam beberapa detik, ia melihat Nayeon yang melihat kearahnya bersama dengan Hena dan Lisa.. pasti Nayeon tengah menangis sekarang

“Paman Sehun ayo” ajak Hena dan Sehun masuk bersama Hena yang menarik tangannya

Sejak tadi pikiran Sehun mengarah ke Nayeon, ia khawatir dengan Nayeon tapi ia juga tidak tega meninggalkan anaknya dan menghancurkan kebahagiaan anaknya
Nayeon membuka pintu mobil dan ia langsung masuk kedalam kamarnya memilih berdiam diri dikamarnya menangis disana supaya tidak ada yang tahu jika ia tengah menangis

Nayeon juga tidak ingin makan malam padahal sudah dibujuk oleh Bibi Jung namun Nayeon tetap tidak mau keluar dari kamarnya hingga setelah jam 10 malam, Sehun sampai di Mansionnya dan Bibi Jung langsung menemuinya

“Ada apa Bi?”

“Tuan.. Nyonya Nayeon belum makan malam, sejak tiba sore tadi, Nyonya langsung masuk kekamarnya dan tidak keluar-keluar” kata Bibi Jung danSehun tahu kenapa Nayeonnya begini

“Siapkan saja makan malamnya ya Bi dan bawa kekamar”

“Baik Tuan”

Sehun menuju kekamarnya dengan Nayeon dan sampai disana, hanya ada lampu kecil dan ia melihat istrinya sudah tertidur masih dengan pakaian yang ia pakai tadi

Sehun melihat istrinya yang tidur membelakanginya dan ia menuju kearahy istrinya untuk melihat wajahnya dan Nayeon memang sudah teridur dan sepertinya ia menangis sejak tadi, mungkin karena kelelahan menangis, Nayeon langsung tidur namun kata Bibi Jung Nayeon belum makan malam

“Sayang.. hei sayang.. sayang” panggil Sehun lembut mengelus wajah Nayeon hingga Nayeon yang mulai membuka matanya

“Sayang bangun ya.. makan malam dulu” kata Sehun lembut
Nayeon menggelang, enggan bertatap dengan Sehun dan memilih tidur

“Sayang, kau harus makan malam dulu.. aku tidak mau kau sakit lagi.. makan ya” bujuk Sehun dan Sehun membiarkan pelayan masuk meletakan makan malam diatas meja

Her or MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang