22

1.9K 71 0
                                        

"perpisahan bukan berarti tidak dipertemukan"

~samudra~

Malam berganti siang bulan berganti matahari, cahaya matahari yang terang berusaha menerobos masuk ke jendela kamar nera sang empu pun menggeliat kan badannya perlahan membuka matanya dan bangun dari tidurnya tak terasa sudah setengah tahun nera di Jerman, selama ini hubungan antara nera dan samudra baik-baik saja tapi ini masih permulaan semoga hubungan mereka akan baik-baik saja.

Nera keluar dari kamar nya, ternyata Nisa dan aletta sedang menonton TV karena ada jam kuliah siang masih bisa santai-santai dulu

Kring... kring... (Bunyi hp nera)

"Hallo, selamat pagi" sapa nera

"Disini masih jam 12 nera, huahh... Kamu mau kuliah jam pagi apa siang tumben bangun pagi" jawab samudra, ( waktu Indonesia lebih cepat 5 jam dari Jerman)

"Jam siang hari ini, tadi kebangun jadi yaudah bangun aja" jawab nera

"Ohh gitu, udah sarapan belum" tanya samudra

"Udah tadi, kamu lanjut tidur gih besok kamu harus ke kantor dan kuliah"

"Iya, kamu hati-hati ke kampusnya"

"Bye selamat tidur by"

"Iya, huahh... Bye sayang"

Lalu panggilan berakhir saling menghubungi dalam hubungan LDR sangat penting dan sudah menjadi rutinitas sehari-hari nera dan samudra, ternyata dari tadi Nisa menguping pembicaraan mereka

"Aduh mama muda sama papa muda soswet banget sih" ejek Nisa

"Kaya Lo gak aja, udah ah gue mau mandi ke taman yuk sambil nunggu jam" ajak nera

"Yaudah gue ajak aletta sekalian mandi" jawab Nisa

Lalu mereka bersiap-siap setelah selesai mereka keluar dari apartemen mereka dan berjalan-jalan ditaman dekat apartemen nya

Sedangkan dilain tempat samudra sedang siap-siap akan berangkat ke kantor sekalian kekampus, mulai hari ini dia akan bekerja dikantor papanya sebagai penerus perusahaan memang abangnya masih ada tapi dia ingin mendirikan perusahaan sendiri.

°•°

Nera berjalan dengan santai di trotoar  jalan diikuti Nisa dan aletta yang berjalan disampingnya, mereka akan duduk-duduk sebentar ditaman lalu berangkat ke kampus dengan mobil yang nera beli dengan uang dia sendiri, setelah duduk dikursi taman dan menghirup udara segar nera, Nisa, aletta pergi ke kampus karena jam akan dimulai sebentar lagi

Setelah beberapa menit perjalanan ketiga cewek itu sampai di kampus lalu mereka berjalan di koridor kampus untuk menuju kelasnya, ada beberapa cowok-cowok yang menyapa nera karena aura nera yang menarik dan cantik

Tidak jarang ada cowok yang menembak nera dengan terang-terangan tapi itu percuma karena dihatinya sudah ada sang pemilik siapa lagi kalau bukan samudra lelaki yang sangat dicintainya.

"Hai nera, apa kabar" sapa louwis salah satu Lelaki yang pernah mengutarakan cintanya pada nera tapi berakhir dengan penolakan

(Anggep aja ngmng pake bahasa Jerman author kaga ngerti bahasanya hehe)

"Hai gue baik" jawab nera

"Apa kau ada waktu malam ini?" Tanya louwis

"Maaf louwis tapi kami ada kelas sekarang duluan ya" ucap Nisa menengahi

"Ohh oke baiklah, tapi beri aku jawaban setelah kelas selesai"

"Ya, sampai jumpa"

Tidak ada lelahnya dia mendekati nera sampai-sampai nera tidak bisa menghindari nya lagi.

•°•

Dilain tempat samudra sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor lalu ke kampus, samudra sudah menerima jabatan sebagai penerus usaha papanya jadi dia harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah lagi pula satu setengah tahun lagi dia akan wisuda tapi bisa saja dia tidak melanjutkan sampai wisuda tapi dia ingin mendapatkan ijazah nya.

Samudra sudah siap dengan kemeja dan setelan jasnya tidak lupa dua tas untuk kuliah dan ke kantor, lalu dia pergi ke garansi mobil dan pergi meninggalkan pekarangan rumah yang sudah samudra beli beberapa bulan lalu

"Hari ini ada jam pagi kalo gitu kuliah dulu terus ke kantor" ucap samudra bermonolog

Setelah beberapa menit perjalanan dia sampai di kampus lalu dia pergi ke kantin menemui kedua temannya yang sudah menunggu nya, setelah melewati beberapa ruangan dia sampai di kantin lalu duduk dimeja yang di tempat i kedua temannya

"Weii bos tumben berangkat awal lu" sapa devan

"Hmm, Samuel gak ngampus?"

"Jam siang katanya, ohh iya luwis-lowis yang ngedeketin nera tadi ngajak nera kencan gue di kasih tau Nisa tadi"

"Ohh ya, bentar gue tanya nera dulu"

Lalu samudra menelpon nera tidak perlu menunggu lama sambungan terhubung

"Assalamualaikum samudra"

"Waalaikumsalam kamu lagi apa, udah pulang ngampus?"

"Udah dari tadi, ini lagi nonton TV sama Nisa sama aletta juga, kamu dimana"

"Dikampus, ohh ya tadi kata Devan louwis ngajak kamu jalan ya?"

"Iya, capek tau dikejar-kejar Mulu untung tadi di bantuin ngmng sama Nisa"

"Syukur deh, jangan deket-deket sama dia apa lagi sama cowok-cowok disana"

"Ihh kumat nih posesife nya, gak bakal samudra dihati aku udah ada kamu kamu juga Jan deket-deket sama Laura dia licik kamu harus hati-hati"

"Kok kamu bisa yakin kalo Laura licik?"

"Jangan lupa kan masih ada sekertaris Han, kemarin setelah kamu kasih tau aku langsung kabarin sekertaris Han kamu tahu dia anak siapa?"

"Siapa?"

"Pak Broto, dia anak tunggal pak Broto kamu tau pak Broto kan"

"Pak Broto saingan papa, sumpah gak nyangka sih"

"Dia tahu hubungan aku sama kamu, dia deketin kamu karena dia mau saingan sama aku, tapi kalo kamu suka sama dia yaudah aku ikhlas"

"Kok gitu, aku gaakan suka sama cewek yang kaya gitu udah ya aku mau ke kelas dulu, bye beb"

"Bye by"

Panggilan berakhir

Setelah itu samudra menceritakan itu pada Devan dan Samuel lalu mereka bertiga pergi ke kelas yang sama karena jurusan mereka sama

°•°

Hola gays, maaf author baru up sinyal disini agak eror jadi gak bisa up. Happy reading gayss

BADGIRL VS BADBOY (end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang