"KRIIINGGG....KRIIINGGG!!!!"
suara itu membangunkan Kia dari tidurnya. dengan mata yang sedikit terbuka, ia mencoba untuk meraba asal suara tersebut. Seketika suara itupun hilang, Kia mematikan alarm nya.
"Hoaamm... morning world"
Kia sumringah. Ia pun langsung bangun dari tidurnya dan beranjak untuk mandi.
Ia senang sekali karena hari ini adalah hari pertamanya sebagai mahasiswa. Ya, walaupun hari ini ia akan diospek, tetapi ia sangat senang karena ia telah resmi menjadi mahasiswa kedokteran, jurusan yang diimpi-impikannya.
Setelah selesai berkemas, tak lupa Kia juga mengenakan atribut turun temurun. Apalagi kalau bukan topi kerucut, pita merah putih dan papan nama.
Tak dapat dipungkiri, walau mengenakan atribut seperti apapun, Kia tetap terlihat cantik. Senyum yang merekah dari bibir merah mudanya menunjukkan gigi gingsulnya yang menawan.
"titt...titt.."
suara klakson yang membuat Kia tersentak.
"mampus, clara udah nyampe! Mana gua belum sarapan lagi"
Dengan tergesa, Kia memasukkan barang-barangnya kedalam tas.
"Ma, Kia berangkat dulu ya" Kia mencium tangan ibunya.
"Iya sayang, ga ada yang ketinggalankan?"
Tanya Risma, ibu Kia. ia ingin memastikan tak ada barang yang tertinggal oleh Kia.
"Ga ada maa, ini udah lengkap semua kok, aku pergi dulu ya daa ma... assalamualaikum"
Kia berlari dan masuk kedalam mobil merah yang sudah siap menjemputnya.
"Waalaikumsalam" Risma tersenyum melihat tingkah anak semata wayangnya itu.
***
Kia dan Clara bergegas untuk berbaris dilapangan. Untung saja Clara handal untuk soal kebut-kebutan, kalau tidak, mereka pasti sudah dihukum karna terlambat.
"Baik adek-adek sekarang kalian angkat paper mob kalian"
kata Kenzo. salah satu senior kampus yang terlihat tampan dengan senyum dibibirnya.
"Anjir Kia.. ganteng banget tu abang senior" Clara tak henti-hentinya memandang Kenzo.
"Ia ya, gilaksi disini banyak cogannya" jawab Kia.
"Eh, paper mob woy paper mob!"
perkataan Kia yang membuat Clara buyar dari pandangannya.
Jujur, sebenarnya Clara bahkan sudah berhayal Dinner romantis bersama Kenzo.
Clara pun mengeluarkan paper mob nya, sementara Kia terus mengobrak abrik tas nya.
"Kia, lu bawa paper mob ga?" bisik Clara.
"Duh, gua juga ga tau, perasaan tadi udah gue kemasin, apa jangan-jangan ketinggalan ya?" pikir Kia.
Kia pun mulai gemetar karena tak dapat menemukan paper mopnya.
"Itu cewek yang dibelakang, mana paper mob nya, kok ga dikeluarin?" tanya Kenzo pada Kia.
"Em.. anu kak, em.. ketinggalan" jawab Kia sedikit gemetar.
Kia yakin ia sudah mengemaskan keperluan ospeknya, tapi kenapa papper mopnya bisa ga ada?
"apa jangan-jangan ketinggalan karna buru-buru tadi ya, aduhh" pikir Kia dalam hati.
"waduh.. hebat ya lo hari pertama udah ga bawa atribut!"cela Rabecca, senior cewek tercantik dikampus itu.
Tapi, walaupun cantik, Rabecca memiliki watak yang judes yang membuat para junior takut padanya.
"Buat yang ga bawa papper mop, maju kedepan" kata Kenzo dengan lembut.
Walaupun itu sebuah perintah, tapi tidak membuat Kia takut. Justru kia kagum dengan Kenzo, sosok senior yang tampan dan baik hati.
Saat Kia akan maju kedepan, datang seorang cowok tampan dengan tatapan dinginnya. Siapa lagi kalau bukan Keenan.
Jika kalian berpikir Kenzo tampan, maka Keenan 100% lebih tampan alias terlalu tampan.
Cowok itu dapat membuat semua mata para wanita tertuju hanya padanya. Walaupun ia terkenal dingin dan terkesan sombong, tetapi banyak para wanita yang tetap mengidolakannya.
"nah, untung ada lo ken" kata Kenzo pada Keenan.
"Karna kamu ga bawa paper mob, sekarang kamu ikutin Keenan ya!" kata Kenzo pada Kia.
Keenan memutar bola matanya malas. Ia sebenarnya malas untuk menjadi panitia di ospek ini. Tetapi ia juga tak punya pilihan, karena ia merupakan Ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) di jurusannya.
"siapa ni cewek? Kayak pernah liat, tapi dimana ya?" tanya keenan dalam hati.
Love you readers...
Ayo kira-kira Keenan pernah ketemu Kia dimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa
RomanceAzkia Helga Thalitha. Seorang gadis yang biasa disapa Kia, tak banyak keinginannya di ulang tahun ke-18 ini, ia hanya menginginkan sosok pria yang bisa menemaninya dalam susah dan senang, sosok pria yang mampu membuat hari-harinya lebih berwarna, so...
