Melody-6

24 2 0
                                    

Author POV

Hari ini Prilly berniat berangkat ke cafe lebih sore dari biasanya, karena ia ingin menuju cafe dengan berjalan kaki. Rumahnya dengan cafe berjarak tidak begitu jauh, jadi daripada uang nya habis karena ojek, mending ia jalan kaki, menurutnya..

Saat ia berjalan, sambil menikmati angin semilir, “jambrettt!!” ia mendengarkan teriakan yang tidak jauh dari tempatnya.

Prilly langsung melihat ada seorang ibu dengan anaknya yang sedang menarik ulur tas yang akan diambil oleh seseorang laki-laki sangar. Prilly segera mencari barang yang setidaknya bisa digunakan untuk menolong ibu-ibu tersebut.

Suatu keberuntungan didekat Prilly ada balok kayu yang ukurannya lumayan besar, ia segera mengambilnya dan berjalan pelan-pelan mendekati pecopet tersebut yang kebetulan arahnya membelakangi Prilly.

“Berhenti!!!! Tolong maling… maling…” teriak Prilly sambil memukul orang itu dengan balok kayu yang ditemukannya  tadi,

“aww, lo gausah ikut campur anak ingusan,” pekik pria itu kesakitan,

“enak aja ingusan, masnya pergi!!! Malu tau!! masih diberi kesehatan malah dibuat nyopet,” teriak Prilly yang tidak berhenti memukul si pencopet itu, akhirnya si pencopet melepaskan tangannya lalu pergi ketika terlihat banyak orang yang akan menghampirinya.

Nafas Prilly terengah-engah, “ tante gak pa-pa?” tanya Prilly kepada ibu yang ditolongnya.

“Alhamdulillah saya gak pa-pa, makasih ya sudah nolongin kami,” jawabnya sambil tersenyum lega,

“sama-sama tante,” balas Prilly tersenyum, kemudian ia berjongkok melihat anak kecil yang sepertinya masih ketakutan,

“kamu gaperlu takut ya, orang nya udah pergi. Ini kakak punya permen buat kamu,” ucap Prilly menenangkan seraya memberikan permen yang dimilikinya, yang kemudian diterima anak kecil itu,

“makasih kak” ucapnya dibalas senyuman oleh Prilly.

“tante…” ucap prilly dengan ekspresi tanya,

“panggil aja saya Lina dan ini anak saya Risa,”

“oiya tante lina, saya Prilly, tante ngapain disini?”

“ini pril, tadi nunggu angkutan umum, tapi gak ada. Mau pesan taksi online, hp tante lowbat,”

“disini emang jarang banget ada angkutan umum tante, gimana kalau saya pesanin aja taksinya,” ucap Prilly mengeluarkan hp dari sakunya hendak memesankan taksi online,

“gak ngerepotin nih?” tanya tante Lina memastikan,

“enggak kok tan, bentar ya saya pesenin dulu,” jawab Prilly, “udah dapet tan, bentar lagi sampe kok taksinya,” lanjutnya.

“kamu orang sini? maaf ya nganggu perjalanan kamu”

“enggak kok tan, prilly bukan orang sini kok, cuma kebetulan tempat kerja Prilly deket sini,” jawab Prilly.

“emang kamu kerja dimana?”

“di cafe deket sini kok tan,” jawab Prilly yang dibalas anggukan paham oleh tente Lina.

Akhirnya taksi yang ditunggu sudah datang,

“kalau gitu tante pergi dulu ya Prill, terimakasih atas bantuannya. Oiya ini sedikit dari saya karena kamu udah nolongin saya dari copet tadi,” ucap tante lina seraya memberikan beberapa lembar uang ratusan ke Prilly,

“gak perlu tante, saya nolonginnya ikhlas kok,” tolak Prilly halus,

“haduh tante jadi gak enak sama kamu, kalau gitu kamu save nomor telp tante aja. Biar kapan-kapan tante bisa hubungi kamu buat ketemu,”

MELODY🍁Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang