"WIIIIIII"
Seriously, ini aku bacanya dengan nada Rarra pas Rarra lagi main detektif-detektifan:')
Owalah nonton kartun terus kamu Lav.
Jeburrrr
"LIA BURU TURUN, SEGER BANGET NIH AIRNYA!" Teriak Siyeon dari bawah sana.
Lia menatapnya datar, tangannya membenarkan poninya yang baru saja dipotong.
Heejin menyembulkan kepalanya dari dalam air.
"IYAA CEPET DEH TURUN, DIJAMIN NGGAK AKAN NYESEL."
"NGGAK MA-HUUUUUUUU"
Jeburrrr
"YOHAN ANJINGGGG" amuk Lia yang kini telah ikut berenang juga di bawah.
Yohan yang menjadi tersangka pendorongan oknum Liana langsung ngakak. Tapi ngga lama, soalnya dia keburu didorong juga sama Minkyu.
Owalah kak Minkyu, nakal yah.
Jeburrr
Dibawah Siyeon dan Heejin bertatap-tatapan, lantas tersenyum miring.
Siyeon dan Heejin berenang ke arah Lia lalu dengan cepat mereka mendorong masuk kepala Lia kedalam air.
Hanya 5 detik, setelahnya mereka langsung berenang menjauh dari Lia yang mereka tebak akan mengamuk setelahnya.
Byurrr
Lia menyembulkan kepalanya, nafasnya terengah. Matanya berkaca-kaca, seperti ingin menangis.
"Shttt, udah jangan nangis. Cengeng bener lo." Ucap Yohan lalu menarik Lia kedalam pelukannya.
"Siapa juga yang nangis." Ucap Lia galak.
"Mata lo ga bisa boong."
Lia mendongak, bibirnya melengkung kebawah.
"Gue punya trauma."
"Gue tau."
"Tau darimana?" Tanya Lia kaget. Yohan terdiam sejenak.
"Gue—"
"LIA LO NGGA LUPA SAMA KAK LINO KAN?" Teriak Heejin dari arah kanan Lia.
Lia menoleh, nampak di sebelah heejin Siyeon memberikan sign jempolnya.
"GAPAPA LI, LANJUT AJA. KITA NGGA AKAN BOCOR KOK."
Lia mendengus. Punya temen kok kelakuan cem bang*a* semua sih.
•••
"Naek naek naek, pulo gadung, jati negara, tanah abang. Ayo ayo!" Teriak Haechan di ambang pintu bus, cem kenek kamu Chan.
Pak Chanyeol menggelengkan kepalanya, lantas mendorong tubuh anak didiknya itu untuk segera memasuki bus.
Bush!
Pintu bus tertutup, bus pun berjalan meninggalkan Burj Al Arab Jumeirah menuju tujuan awal, Dubai Museum.
Haechan yang didorong paksa sama pak Chanyeol kedalam bus langsung selonjoran di lantai bus. Dingin katanya mah.
Tapi ya kodrat nya Haechan nggak bisa diem, dia terus jalan-jalan keliling bus sambil teriak,
"Ayo guys, dibeli-dibeli asinannya. Beli dua dapet echan, ayo-ayo nang lima rebu hungkul, lumayan guys."
"Telor puyuh nya berapaan mang echan?" Tanya Lia meladeni kegilaan Haechan.
Haechan natep tangannya, pura-pura natep jualannya cenah mah.
"Oh telor puyuh mah sama neng, 5.000."
Lia menganggukkan kepalanya mengerti.
"Oh gitu ya mang."
"Iya gitu neng,"
"Neng Lia teh mau beli?" Tanya Haechan sembari pura-pura mengusap dahinya ala-ala tukang jualan.
Lia tersenyum manis, lantas menggeleng.
"Nggak mang,"
"YEU SIA KU AING TAMPOL GERA." Amuk Haechan.
•••
"Kenapaaaa? Kenapa anak kelas 12 tidak diperbolehkan ikut juga? KENAPAAA?" Tanya Yiyang dramatis.
Sakura tersenyum masam.
"Yang sabar ya yang."
"Kurang sabar apa lagi aingggg, ra"
"GUYS PENGUMUMAN NIH YUHUUU" teriak Baekhyun sembari membawa selembar kertas di tangannya.
"YIYANG TEBAK ITU PASTI SELEBARAN BUAT JALAN-JALAN KITA KAN?"
Baekhyun memberikan sign jempolnya,
"Yoi, rabu ya gengs. Kita ke Jepang. Selebaran nya nanti gue bagiin abis ini." Jelas Baekhyun membuat kelas 12 IPA 2 berseru heboh.
***
Berdebu.
KAMU SEDANG MEMBACA
anziano / siyeon , jeno
Fanfictionㅤ [ lee jeno ft park siyeon ] ㅤ ㅤ 1543, ㅤ © 2020, gloryours
