Senja menghela nafas kesal, bagaimana tidak ia disuruh datang ke markas besar anak berandal disekolahnya. Ya disuruh Baskara, udah gitu nyuruhnya lewat adik kelas lagi. Kalau ia tak datang, adik kelasnya akan kena imbas, ia akan disuruh berbuat hal aneh ditengah lapangan. Random, apa saja asal terlintas di otak Baskara maka harus dilakukan. Tidak diketahui motif dan tujuan Baskara seperti itu, hanya kesenangan semata mungkin?
"Baskara!" teriak Senja tepat di ambang pintu gedung kolam renang outdoor, markas besar para berandal.
Disana terdapat beberapa murid cowok yang membolos pelajaran ada yang sedang bermain gaple, merokok, bahkan ada yang sedang membuat tiktok. Asal jangan lagu goyang mama muda aja nih
Semua melihat kearahnya, mereka sudah tidak heran bila sang ketua memanggil kekasihnya dengan cara ini. Ya paling ada perang dunia ketiga
"tuh didalem" tunjuk seorang siswa yang sedang menonton video tiktok
Senja melewati beberapa murid yang notabenenya anggota geng Baskara, ia melangkah kearah gudang kecil yang berada diujung dekat toilet tempat berganti pakaian, biar kolam renang ini sudah tidak dipakai untuk kegiatan sekolah tapi masih saja terawat, bersih tapi tidak wangi dikarenakan banyaknya asap rokok disini. Yatentu saja terawat, markasnya Bara, biar bagaimana pun seorang Bara tetap cinta kebersihan dan juga cinta Senja tentunya, lah ko gombal?
"Baskara!" teriak senja kembali saat membuka pintu
Disana Baskara sedang bermain playstation bersama Devan, dan Alvin yang hanya duduk mengamati, Menikmati rokok ditangannya, mereka berdua sahabat karib Baskara.
Devan si arab gila dan Alvin blasteran australia anak pengusaha properti terbesar di indonesia. Didalam gudang ini pun disponsori oleh mereka bertiga, terdapat tempat tidur berukuran single, ps 4, komputer dan alat bermain khas laki-laki lainnya.
"Nja, lama banget si" gerutunya, padahal Senja sudah kesal dengannya tapi ia masih terlihat santai saja
"jelasin, maksudnya apa manggil-manggil kesini?" cecer Senja masih berdiri di ambang pintu
"emang kamu gacape belajar terus?" yailah Bas, namanya pelajar pasti kerjaannya belajar apalagi udah kelas dua belas gini. Hadeh.
"engga lah, aku kan pelajar. Gakaya kamu perokok" ketus Senja, Baskara yang peka langsung menaruh rokoknya kembali tidak jadi dihisap. Disindir habisss
"duduk Nja, ntar nempel sama lantai kalo kelamaan berdiri" Baskara dengan segala candaannya.
Devan dan Alvin lebih memilih diam seperti tidak diketahui keberadaanya daripada ikut dalam perdebatan dua insan yang sama-sama galaknya. Tapi Senja lebih lembut walaupun menohok sampai kehati, ugh.
Senja menghampiri Baskara, lalu memiting kepala Baskara dari belakang "aduh sakit Nja, penganiayaan nih" ringgis Baskara
Ia berpura-pura kesakitan padahal rasanya seperti dicekik anak kecil saja, Devan dan alvin hanya tertawa karna ini lucu, hanya Senja yang bisa melakukannya. Coba saja kalo mereka yang melakukan nya auto masuk Icu
"auah Bas, kan aku juga pengen ikut olahraga kenapa si setiap jam pelajaran olahraga disuruh bolos" kesal Senja, ia sudah melepaskan kepala Baskara dengan tidak lembut tentunya
"kaya bisa aja olahraga" ledek Baskara
Andai Senja tau alasan Baskara melarangnya mengikuti pelajaran Olahraga, ia pasti akan memaklumi bahkan meminta sendiri untuk bolos
"udahlah, aku pengen olahraga titik!" seru Senja, memantapkan kakinya keluar
Belum sepenuhnya Senja keluar, Baskara langsung mengambil handphonenya, Menghubungi seseorang, "kemarkas sekarang" satu kalimat yang dikeluarkan mampu membuat suasana tegang, Bara api sudah terpecik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bas, Baskara.
RomanceSenja dan Baskara dua insan manusia, yang mempunyai sifat bertolak belakang. Senja dengan segala sisi positif nya dan Baskara dengan sisi negatifnya. Dengan perbedaan itu mereka mampu mempertahankan hubungan selama dua tahun. Ini cerita tentang mer...
