CHAPTER 1; Before Meet Ex-Boyfriend

3.1K 302 4
                                        

"Cari sekretaris yang lain, asal jangan wanita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cari sekretaris yang lain, asal jangan wanita. Ingat itu!" Perintah Kai kepada karyawan yang berkerja di perusahaannya.

Kim Kai, seorang pria berumur 27 tahun dengan ketampanannya yang membuat kaum hawa atau pun pria submisif diluar sana menjerit bak kucing yang meminta untuk dikawinkan. Pria berumur 27 tahun itu adalah pebisnis terkenal, ia merintis karir sebagai pebisnis sejak ia lulus dari Universitas Harvard.

Wow sangat menakjubkan!

Bisnisnya ini, Kai bangun dengan usahanya sendiri tanpa campur tangan dari kakaknya atau orangtuanya yang notabennya sudah kaya tujuh turunan.

Kai benar benar melakukan semuanya itu sendirian walaupun dulu ada yang menyemangatinya tapi sekarang tidak ada lagi. Awalnya ia putus asa dan sedih karena penyemangatnya itu memutuskan hubungan mereka begitu saja dengan alasan karena tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh itu. Jadilah, mantan kekasihnya itu memutuskan hubungannya sepihak.

Alasan tersebut sangat tidak logis bagi Kai. Karena ia merasa bahwa hubungan jarak jauh itu sudah biasa mereka lakukan pada saat mereka tengah menjalani liburan kuliah.

Kai yang pada saat itu pulang ke Korea karena ia selalu dihubungi sang kakak agar ia kembali pulang dan menemui orang tuanya sedangkan mantan kekasihnya itu masih menetap disana karena tidak ada orang yang harus mantan kekasihnya itu temui.

Padahal Kai sudah mengajak mantan kekasihnya itu untuk kembali pulang ke negara kelahiran mereka namun mantan kekasihnya itu tidak pernah mau.

Sangat tidak logis bukan? Untuk seseorang yang bisa menjalani hubungan jarak jauh itu tiba tiba jadi tidak bisa.

Menurutnya ada yang di sembunyikan mantan kekasihnya itu dari dirinya. Tapi apa? Bahkan ini sudah satu tahun lamanya atas pemutusan hubungan itu. Tapi ia masih memikirkan alasan tidak logis mantan kekasihnya itu.

Sudahlah Kai tidak ingin memikirkan pria tersebut yang membuatnya hampir menghantam kepalanya kepada dinding ruang kerjanya ini.

"Hello my brother!!!" Teriak sang kakak yang sangat tiba tiba masuk ke dalam ruangan Kai tanpa permisi.

Kai memejamkan matanya sebentar sambil menghelakan nafasnya, padahal orang tua mereka sudah mengajarkan kepada kedua anaknya untuk selalu bersikap sopan pada saat memasuki ruangan dengan mengetuk pintu terlebih dahulu untuk menjaga privasi. Tapi sekarang apa gunanya ruang privasi jika semua orang seperti kakaknya ini.

"Bukankah orang tua kita sudah mengajarkan sopan santun untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan seseorang?"

"Kaku sekali sih" Kata sang kakak yang saat ini sudah duduk di sofa single miliknya yang memang sengaja tersedia di ruangan Kai.

Kai mengabaikan ocehan sang kakak, ia lebih memilih membaca setiap berkas daftar riwayat hidup beberapa pelamar yang akan menjadi sekretarisnya kelak. Ia harus detail membaca semua itu karena itu untuk kepentingan jiwa dan raganya.

Yah kenapa disebut untuk kepentingan jiwa dan raganya? Karena Kai harus mencari seorang sekretaris yang waras dan tidak melakukan hal yang tidak menyenangkan kepadanya.

Tiga hari yang lalu, Kai baru saja memecat sekretaris wanita karena sekretaris tersebut dengan lancang menggoda dan menyentuh tubuh atletisnya. Sial! Kai sangat benci kepada wanita selain ibunya. Kesal sekali ia atas perlakuan wanita tersebut. Bukan, bukannya Kai benci kepada wanita tapi Kai pun juga bingung kenapa Kai sangat sekali benci dengan wanita.

"Oh...!!!" Seru Kai sambil melihat beberapa kalimat yang tertera pada salah satu resume milik pelamar kerja yang lengkap dengan pas photo disana.

Seketika Kai tertawa melihat daftar riwayat hidup pelamar tersebut sambil menatap pas photo yang menurutnya sangat cantik dan menawan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seketika Kai tertawa melihat daftar riwayat hidup pelamar tersebut sambil menatap pas photo yang menurutnya sangat cantik dan menawan. "Wow... sangat tidak terduga hahaha"

"Hei ada apa? Kau masih waras kan?" Tanya sang kakak yang menghampirinya.

Sang kakak berdiri disamping kursi kerja Kai. Kedua manik matanya melihat isi keseluruhan resume milik pelamar tersebut, jangan lupa dengan pas photo yang tertempel disana. "Dia- uwahhh... kau akan bertemu lagi dengannya!!!"

Wow sangat tidak terduga, seseorang yang selama ini Kai cari keberadaannya ternyata berada di satu negara yang sama dengannya.

Alasan Kai mencari keberadaan mantan kekasihnya itu yang bak hilang di telan bumi itu karena ia ingin memperjelas alasan kenapa kekasihnya itu memutuskannya begitu saja dengan alasan tidak logis tersebut.

Mungkin juga untuk berniat kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu. Btw, Kai masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu.

Kai menatap sang kakak dengan ekspresi bahagianya seperti sudah menemukan harta karun di depan matanya. "Kali ini aku tidak akan melepaskannya Junmyeon hyung"

🍃🍃🍃

"Aishhh... bertahan sebentar seperti itu yah. Jangan sampai jatuh, okay? Yah seperti itu!" Kata Kyungsoo yang tengah berbicara kepada benda mati yang ada di hadapannya.

Sebenarnya Kyungsoo lelah. Ini adalah jepretannya yang ke-100 kali. Kyungsoo belum melihat jepretannya yang lain karena dia harus mencari cari photo dari yang terbaik hingga yang sangat terbaik. Itu prinsipnya, maka dari itu dia belum selesai jika dia belum menemukan photonya itu.

Bahkan keringat sudah membanjiri pelipisnya karena kegiatannya itu. Beberapa helai tisu juga sudah memenuhi ruang apartemennya. Keadaan apartemen Kyungsoo sangat berantakan, dia tidak sempat membersihkan apartemennya karena dia sibuk menulis lamaran kerja, membuat resum, dan juga pas photonya.

Kyungsoo hidup sendiri, jika kalian ingin tau. Kedua orang tuanya sudah meninggal pada saat usianya menginjak 17 tahun. Penyebab orang tuanya itu meninggal karena kecelakaan hanya Kyungsoo saja yang selamat namun tidak dengan kedua orang tuanya yang meninggal di tempat kejadian.

Sangat menyedihkan. Kyungsoo anak tunggal yang harus membiayai kehidupan di kerasnya kota Seoul ini.

Pokoknya ini perjuangan banget untuknya. Kyungsoo tidak akan lelah dan menyerah untuk hidupnya!

 Kyungsoo tidak akan lelah dan menyerah untuk hidupnya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

EXO is EXO

Love Again; KaiSooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang