Hai semuaaa
Akhirnya aku bisa kembali melanjutkan cerita ini.
Terima kasih bagi kalian yang membaca dan memberi vote cerita-ceritaku🤗
Semoga update kali ini bisa menghibur kalian semua..
Selalu jaga kesehatan yaa😘
HAPPY READING!💖
·
·
·
·Kini Junho sudah berada lumayan dekat dengan Bora. Bora dan Nami sudah berada di hadapannya.
Junho sudah agak lega. Ia pun berjalan pelan-pelan menghampiri Bora yang membelakanginya. Saat beberapa langkah lagi dekat dengan Bora. Tiba-tiba Bora terjatuh. Bora pingsan.Nami panik dan terus membangunkan Bora. Junho langsung menopang kepala Bora di pangkuannya.
Bora masih sedikit sadar. Matanya menatap Junho.
Junho menatap balik. Hingga perasaan aneh muncul di hati dan pikirannya. Bora sudah terpejam dan terkulai lemas di hadapan Junho. Bora sudah benar-benar tak sadarkan diri.
Junho menatap wajah Bora lekat-lekat. Ia bisa merasakan hal seperti ini pernah terjadi. Kepala Junho kembali sakit. Suara Ivy yang terus memanggil Bora khawatir terus terngiang di pendengaran Junho. Bora yang terkulai lemah di hadapan Ivy persis seperti saat ini. Ivy yang menggendong Bora dan berlari membawanya ke ruang manajer. Jelas. Sangat jelas gambaran itu. Junho baru menyadari bahwa Ivy dan Jayden berkaitan dengan kehidupan Bora.
Junho langsung menggendong Bora. Junho berlari menuju ruang kesehatan. Nami ikut mengiringi Junho yang masih khawatir dengan keadaan Bora.
“Aku juga akan melindungimu, Bora,” batin Junho.
***
“Tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain memberikan perisai pelindung pada Bora saat ini,” kata kepala guardian di tengah perkumpulan seluruh guardian angsa hitam.“Apakah itu tidak beresiko besar, kepala?” tanya Syu.
“Meskipun perisai pelindung memang dapat membuat Bora sadar akan keadaannya, tapi ini cara terbaik untuk melindungi Bora dan mempersiapkan dirinya sendiri untuk menghadapi serangan para iblis,” jelas kepala guardian.
“Bagaimana jika Bora tidak sanggup menanggung beban hidupnya? Bagaimana jika Bora tidak bisa menerima apa yang terjadi? Ini bisa membawa dampak buruk pada dirinya sendiri, kepala,” tegas Ivy yang masih sulit untuk sependapat dengan kepala guardian.
Kepala guardian langsung menunjukan keadaan Bora saat ini melalui cermin besar yang di setiap sisinya terdapat kristal. Cermin itu mampu memperlihatkan keadaan di luar tempat para guardian berada.
“Kondisi Bora sudah sangat lemah. Bahkan kalian sudah mengetahui hal ini sebelum kembali. Ini tidak bisa terus dibiarkan. Para iblis sudah mulai menguasai tubuh Bora, meskipun akan menyerangnya saat usia 18 tahun. Tetapi, kekebalan tubuhnya akan terus dihisap sampai Bora lemah tak berdaya di tahun-tahun berikutnya. Hal ini bisa mempermudah iblis mengambil tubuh Bora dari jangkauan kita,” jelas kepala guardian lagi sambil kembali duduk di singgsananya.
“Bora.. Bora.. bagaimana ini? Bora pingsan lagi. Bora butuh kita. Bora.. bertahanlah,” ucap Ivy gemetar. Hatinya sesak melihat Bora kembali tak sadarkan diri.
Kepala guardian kembali berdiri, menatap serius para guardian lain di hadapannya. “Hanya satu cara. Perisai pelindung harus kita berikan,” tegas kepala guardian.
***
“Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa Bora tiba-tiba pucat dan lemas begini? Bora-ya.. bangunlah,” ucap Nami khawatir. Ia terus memegangi tangan Bora yang terbaring lemah di sampingnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Seven Black Swans
Fantasy"Kekuatan yang kita miliki akan berpengaruh sesuai apa yang kita lakukan. Kehidupan itu memang takdir, tetapi perjalanan hidup yang dialami adalah pilihan. Entah kita memilihnya untuk merugikan diri atau malah berujung kebahagiaan yang tak tertandin...