Jangan bersedih
Karna sebelum hujan Masih Ada mentari dan setelah hujan Akan datangnya pelangi
Tetaplah tersenyum:)
~ Reva Andita ~
Author POV
Hari Minggu adalah hari kesukaan Reva, karna Reva bisa tidur sepuasnya.
Sekarang jam 12.28 Reva masih Travelling di mimpinya. Padahal bintik sudah mengeong-ngeong karna perutnya lapar.
" Meongg....meonggg."
"Khroook...fyuuur...khroook....fyuuur." dengkur Reva.
15 menit kemudian
" Rev, jangan tidur Mulu lu. Bangun, nih Lee Minho nyamper katanya mau gali kubur di TPU jeruk urut. Eh purut." Regan cekikikan mendengar ada benda jatuh dari dalam kamar Reva.
" Eh gila, gw diajak gali kubur sama Lee Minho? Mungkin dia pindah profesi. Mandi ahhhh." Reva langsung ke kamar mandi.
20 menit kemudian
" Bangg....lu boongin gw ya? Mana Lee Minho ya? Gw udh siap nih." Reva mengambil cangkul dibelakang rumah.
" Dasar Adek GILA. Gw tau lu jomblo, tp jangan kayak gitu juga kali dek." Teriak Regan diruang tamu.
" Najis, gak bisa bikin adeknya seneng lu bang. Pagi-pagi udah dikatain." Cemberut Reva hendak kembali ke kamarnya.
" Pagi dari mana juminten? Ini udah jam 13.05 dodol. Lu mau tidur sampe kapan? Kalau mau jangan bangun lagi. Selamanya aja tidur." Cibir Regan yang kesal terhadap adiknya.
" Hah? Ywdh gw gak peduli."
" Noh pacar lu meong-meong. Tega lu ya." Ujar Regan mengingatkan Reva
" Astagfirullah, lupa." Reva langsung berlari kedapur untuk mengambil makanan si bintik.
- kamar
Ckreet.....
" Meong...meongg....meongg." panggil bintik
" Maap ya tik, gw lupa."
" Nih makan, abis itu main Sono. Udah di samper jiko tuh diluar. Jam 3 pulang ya, jangan jauh-jauh." Setalah itu Reva turun ke bawah untuk meminta izin pergi keluar.
" Bang, mamah sama ayah kemana?." Tanya Reva
" Oh, gak tau." Acuh Regan
" Ih dakjal, masa ortunya sendiri gak tau sih." Cibir Reva hendak keluar.
" Mau kemana Lo? Ngejamet?." Tanya Regan disela tawanya.
" Abang luctnut. Gw pengen jalan-jalan lah, emang elu? Ngendep Mulu dirumah. Mas nya jomblo sih." Sindir Reva dan pergi keluar
- cafe starlight
Kringg...
Bunyi pintu yang dibuka. Reva langsung mencari tempat duduk yang biasa ia duduki. Paling pojok dekat jendela.
" Permisi kak, mau pesan apa?." Tanya pelayan cafe tersebut dengan senyumnya yang melebar.
" Gado-gado ada?." Canda Reva
" Hahaha, si kakak bisa aja." Tawa pelayan tersebut.
" Coffelate aja mba satu." Pesan Reva yang diangguki pelayan tersebut.
Kring...
Pintu caffe terbuka lagi. Menampilkan sosok pria dengan stayl santainya, kaos putih dipadukan dengan jaket dan Levis hitam tak lupa sepatu talinya. Tapi lebih terlihat tampan Dimata Reva.
" Eh Rev, lu disini juga? Wah... Lu terlihat beda ya? Jadi lebih cantik." Takjub laki-laki itu yang berada di samping Reva.
" Hahaha, bisa aja lu. Lu juga sama. oh ya, lu kesini sendiri?." Tanya Reva.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Special
Novela Juvenil" masih sakit gak?." Tanya Iqbal yang terlihat khawatir. " Hmm...sedikit perih." Jawab Reva lirih. " Maaf...maaf...maaf...gw benar-benar minta maaf. Gw lagi emosi tadi, jadi lepas kendali." Tutur Iqbal yang merasa bersalah. ********** Seorang gadis...
