3

584 77 3
                                        

Berita tentang Jooheon lagi deket sama seseorang itu dengan cepat nyebar ke seluruh sekolah.

Dan tentu aja Changkyun tau.

Tapi mau gimana lagi?

Ini pilihannya.

Dia mutusin Jooheon supaya cowok itu bahagia dan dia gak boleh ngeluh.

Changkyun lagi jalan ke arah UKS karena ngerasa gak enak badan dan saat itu dia gak sengaja ngeliat Jooheon lagi jalan sama gebetan barunya.

Changkyun senyum kecil. Jooheon udah berubah.

Liat aja. Jooheon bahkan gak segan buat ngerapiin rambut gebetannya terus mereka berdua banyak bercanda.

Gak kayak dulu waktu pacaran sama Changkyun.

Sakit sih ngeliatnya. Tapi mau gimana lagi, semuanya udah terlanjur.

Changkyun cuma bisa berharap kalau Jooheon bakal bahagia setelah ini.

Meskipun tanpa dia.

***

"Ini udah ke... sepuluh kalinya kamu kesini dalam seminggu, Im Changkyun. Bukannya aku keberatan tapi kamu gak mau periksa ke rumah sakit?"

Changkyun menghela safas menatap temannya yang bertugas jaga di ruang kesehatan.

"Gak perlu Jihoon."

"Tapi-"

"Periksa pun percuma, gak akan merubah apapun yang udah terjadi."

"Huh? Maksudnya?"

Changkyun gelengin kepalanya. "Gapapa."

"Hah~ ya udah kamu istirahat dulu sana. Mau nitip sesuatu buat makan?"

"Gak usah Ji. Hehehe. Aku masuk dulu ya."

"Eum... ya udah cepet sembuh ya."



***



Changkyun ngerasa waktu cepet banget berlalu. Kayaknya baru aja dia numpang istirahat di UKS dan sekarang udah jam pulang lagi.

Changkyun ngehela nafasnya berat. Dia sebenernya gak pengen pulang, tapi mau gimanapun dia tetep harus pulang. Changkyun bahkan sengaja jalan pelan-pelan supaya gak cepet nyampe ke neraka yang berkedok rumah itu.

Pas Changkyun udah nyampe, dia ngehela nafas lega karena rumah dalam keadaan sepi. Dia segera ngelangkah menuju kamarnya yang sialnya kamarnya itu ternyata gak kosong.

"Akhirnya kamu pulang juga sayang. Kenapa telat?"

Changkyun nelen ludahnya susah payah. "T-tadi ada kerja kelompok."

"Gak usah banyak alesan. Sini."

Changkyun pasrah pas badannya tiba-tiba ditarik dan dilempar ke atas kasur.

"Kamu tahu kan ayah paling gak suka nunggu lama?"

Changkyun cuma ngangguk pelan. "Ma-maaf."

"Ayah maafin, tapi kamu juga harus terima hukumannya."

"J-jangan ayah... please, Changkyun mohon..."

Tapi percuma, sekeras apapun Changkyun memohon, sebanyak apapun Changkyun berharap, nyatanya sosok pria yang merupakan ayah tirinya itu tetap melakukannya.

Bukan hanya sekali, tapi ini sudah ke-sekian kalinya.

Dan Changkyun cuma bisa pasrah diperkosa oleh ayah tirinya sendiri.

Bad Surprise (Jookyun) ✔✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang