Wahai dzat yang maha membolak-balikkan isi hati, Engkau yang maha mengetahui segala perasaan ini, maka ya Allah jika karena ini aku berbuat maksiat dan meninggalkan mu aku memohon padamu untuk menghilangkan rasa ini dan ganti yang terbaik untukku. Berilah aku seseorang yang bisa membuatku meningkatkan rasa cintaku padamu. - Annoying 2020
°°°
Aroma nasi goreng yang dibalut telur dadar serta tambahan timun dan kerupuk tercium hingga ke kamar Lastri. Ia tertidur nyenyak semalaman setalah pikirannya dibuat kalang kabut oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan bang Agus.
"Las! Ayo sarapan bareng!" Seru Mama Lastri dari dapur.
Dengan berat hati akhirnya Lastri membangkitkan diri, ia pergi menuju dapur.
Saat tiba di dapur ternyata makanan sudah tersaji di meja makan, ada papa Lastri sedang menonton berita dan mama Lastri yang sedang menyiapkan nasi goreng.
"Subuh mu gak telat lagi kan?" Tanya papa Lastri tiba-tiba.
"Eh? Gak pa, Lastri uda sholat subuh tadi." Lastri mengucek matanya dan duduk di meja makan.
"Las! Kau itu anak gadis, setidaknya mandi atau cuci muka dulu baru duduk. Hemmm, lihat matamu itu Uda kayak hajar Aswad warnanya." Ujar Mama Lastri.
"Iyakah?" Lastri mengecek wajahnya dari sendok alumunium yang ada di meja. "Aku begadang semalaman ma."
"Banyak kerjaan mu?" Kini papa Lastri yang bertanya.
"Gak sih, cuma pikiranku aja yang banyak." Ujar Lastri yang bangkit dari duduk menuju kamar mandi.
Tak lama papa Lastri pamit untuk pergi ke ladang. Ya, papa Lastri hanyalah seorang petani biasa, sedangkan Mama Lastri seorang ibu rumah tangga. Lastri anak tunggal tanpa saudara, ia juga tulang punggung keluarga mereka karena itu Lastri sedikit manja namun tetap bijaksana.
Setelah selesai membasuh wajah, Lastri kembali ke meja makan.
"Papa uda berangkat?" Pertanyaan itu hanya dijawab anggukan oleh mama Lastri.
"Oh ya, hari ini kau libur kan? Mama mau pergi ke pengajian bulanan, kau mau ikut?" Tanya mama Lastri.
Lastri berpikir sejenak, "Kalau disana hanya aku yang bukan emak-emak, aku gak mau!" ujarnya.
"Kata Bu Siti ada beberapa anak taklim datang, kau kenapa sih gak ikutan taklim bareng anak didik Bu Siti?"
"Gak tahu. Pengen sih tapi takutnya dikira aku berubah atau apalah. Nanti banyak yang bilang Lastri kok makin ini itu dan bla bla bla bla,"
"Kau ini, kan bagus kalau itu perubahan yang baik. Udalah Mama mau bersih-bersih dulu,"
Lastri kemudian menyantap nasi gorengnya, sambil menonton berita pagi. Hari ini ia tidak punya kegiatan apapun dan rencananya ia mau berdiam diri di rumah, namun ajakan Mamanya membuat Lastri berpikir ulang.
"Apa aku harus ikutan aja ya?" batinnya.
°°°
Hari itu Agus dan Vina ada kegiatan di kantor, tugas mereka yang banyak membuat mereka harus menyerahkan hari libur untuk kembali bekerja. Karena Agus dan Vina satu devisi dengan Eny maka Eny juga ikutan lembur.
"Gus, handphone mu berdering tuh," ujar Vina.
Agus bergegas mengangkat handphone nya, "Assalamu'alaikum,"
"Walaikumsalam, Gus bisa datang bentar jam 3 nanti? Ada titipan dari kampung nih," ujar suara di seberang.
"Oke ustadz, terimakasih ustadz." Panggilan pun berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa
RomanceSulastri baru saja putus dari pacarnya, namun ia masih belum bisa move on. Setahun sejak ia memutuskan untuk tidak mencintai pria yang bisa menghancurkan hatinya, tiba-tiba ia disambut oleh pria lain. Agus Fikri Ramadhan, seniornya. Agus Fikri Ramad...
