Ini masih perihal rindu
Ada angan ingin bertemu
Tapi hanya berakhir semu
Pada angin malam aku berbisik
Ku katakan padanya semua tentangmu, tentang rinduku
Berharap kamu merasakannya
Di bawah sinar rembulan
Aku menulis surat yang teramat panjang
Sembari menghitung detik waktu
Agar bisa segera bersua
Sebab rindu ini mulai mendendam
Pada bulan aku bertanya; kapan rindu ini segera berakhir?
Tapi ia enggan menjawabnya
Lalu pada bintang aku bertanya hal yang sama
Tapi ia menghilang tanpa jawaban
Kala bersamamu, aku melukis kenangan indah
Pada awan putih milik kita
Dengan cat warna-warni yang kusebut canda dan tawa
Saat berjauhan denganmu segalanya berubah menjadi kelabu
Melunturkan segala warna
Membuat dadaku sesak
Menahan tangis, sebab aku terlalu rindu
Kini hanya jarak di antara kita
Yang bisa aku raba
Dan bahkan aku hanya bisa memeluk dirimu
Dalam imajinasiku
Harus berapa musim aku lewati?
Harus berapa malam aku terjaga?
Tak bisakah waktu sulit ini segera berakhir?
Sebab rindu ini sudah ingin berpulang pada tempatnya
Masih di bawah sinar rembulan
Dan pada detik waktu yang tak bisa terhitung lagi
Aku hanya ingin kamu tahu
Bahwa aku merindukanmu
Seperti hujan yang merindukan hadirnya pelangi
KAMU SEDANG MEMBACA
Dilema Kata
Poetry***Slow Update*** Hanya sekedar tulisan biasa yang penuh arti
