"Tolong ja-jangan mendekatiku."
Kik kik, tring.
Tik tok tik
"J-jangan mendekatiku."
Shess
Srasss
"Aaaaa!"
.
.
.
"Hah, hah tenanglah Cia itu hanya mimpi buruk, itu tak akan pernah terjadi lagi," gumam Felicia sambil menenangkan dirinya sendiri.
Felicia memandangi Mashel dan Najma yang masih terlelap disampingnya lalu Khayri, Syams, Qamar, Agam dan Agler yang tidur dilantai yang tentu dialasi oleh kasur disana. Felicia bukannya tak tega melihat mereka hanya saja mereka sendiri yang mau, Felicia ya gak bisa ngelarang siapa sih yang bisa ngelarang.
"Khayri goblok," rancau Agler sambil berbalik memeluk Khayri.
"Sialan lo Khay," rancau Agam juga ikut memeluk Khayri.
Felicia tertawa kecil mendengar rancauan adik kembarnya itu, juga dengan posisi Qamar dan Syams yang berpelukan dan tentu si kembar dan Khayri.
"Nana," gumam Qamar membuat Felicia membelalak tak percaya.
"Qiqi," gumam Syams sambil mengeratkan pelukannya.
Felicia mengelengkan kepalanya tak percaya ia jadi bersyukur meletakkan Najma dan Mashel tidur didekatnya dan tidak didekat Qamar dan Syams.
Khayri mengeliat tak nyaman perlahan matanya terbuka memperlihatkan mata kelabu yang tampak misterius yang masih terkantuk-kantuk. "Bunda," panggil Khayri.
"Ya?" jawab Felicia bingung sendiri.
"Ayri sesak jangan peluk terlalu erat," ujur Khayri membuat Felicia tertawa.
"Bunda gak meluk kamu, lihat aja siapa yang meluk kamu," ucap Felicia membuat Khayri sontak melebar dan menoleh kesamping kanan dan kirinya mendapati wajah yang tampak sama persis.
"LO BERDUA NGAPAIN MELUK GUE SIALAN!" teriak Khayri sontak membuat Agam, Agler serta Qamar dan Syams terbangun.
"IH NAJIS! SIALAN!" kompak Agam dan Agler kompak melepas pelukan mereka pada Khayri.
"NGAPAIN LO MELUK GUE!!" seru Qamar dan Syams kompak.
"Berisik, pagi-pagi ini kalian teriak-teriak! Ambil wudhu cepat siap itu solat!" seru Neron kesal saat mendengar teriakan dari kelima anak itu.
Mereka hanya merungut dan berdiri segera mengambil wudhu setelah Neron pergi sedangkan Felicia hanya terkekeh sambil mengelus puncuk kepala Najma dan Mashel.
Felicia terdiam sejenak dalam benaknya ia berucap mimpi buruknya tak mungkin pernah terjadi lagi, hal itulah yang selalu diyakininya.
****
Sekolah hari ini tampak ramai, terlihat para murid yang hilir mudik tak ada hentinya, suara bising memenuhi apalagi diarea lomba diadakan.
Felicia dan Partha berjalan beriringan sambil betbicara tentang hal-hal penting tentang lomba yang diadakan, dibelakang keduanya terlihat Syams, Qamar, Najma, Mashel, Agam, Agler serta Khayri yang sedari tadi mengekori Felicia seperti anak ayam mengekori induknya.
"Oke siap kalau gitu, Partha duluan ya kak!" seru Partha berpamitan.
"Iya, ingat ucapan Kakak tadi kasih komando juga sama yang lain," pesan Felicia sebelum Partha pergi.
"Bunda, kita jadi nontonin Uncel Baimkan?" tanya Mashel sambil mengerjapkan matanya polos membuat anak itu terlihat mengemaskan dimata siapapun yang melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Am Felicia
AksiSatu permainan. Seribu kebohongan. Dan satu nama yang selalu ada di balik semuanya. . . . . Pandangan orang padanya agen termuda yang berbakat, gadis gegabah, polos yang terlalu naif untuk menjadi bahaya d...
