Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Hujan Tak Cukup Reda

13 0 0
                                        

Orang-orang bergegas berlari ketika hujan mulai tiba
Masih gerimis, katamu
Kau tak ingin berteduh?, lanjutmu dengan isyarat tangan menunjuk sebuah warung dengan luas tiga kali tiga meter yang berisi sekira dua belasan orang menepi
Tidak, kataku dalam hati yang mestinya kau telah paham sewaktu melihat isyarat mataku yang sunyi

Percakapan-percakapan imaji  berangsur menjadi lamunan kosong
Bayangan telah kehabisan kata-kata sejak lampu kota mulai bergantian menertawakan caraku duduk
Pun juga mobil motor yang lalu lalang memakiku
Hujan; ia tak henti-hentinya meludahiku hingga tak hanya aku basah kuyup, tapi semua frasa yang lebih dari itu

Waktu menunjukkan pukul sepuluh
Aku menandainya sebab warung malam mulai membakar kemenyannya untuk undang pembeli
Tapi, hujan tak cukup reda untuk sekedar memberi ruang pada buruh-buruh paruh waktu bergegas pindah dari teduh emperan-emperan toko
Juga aku; dari deras terpa kehidupan yang harus aku paksa pasrahkan

Jalan ManusiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang