Izin

13 2 2
                                    


Pagi itu sedikit mendung dengan awan bertebaran di langit, gelap. Angin menderu menerpa semua kaca-kaca kelas, menempel disetiap kulit siswa-siswi disekolah tersebut.

Salsa berjalan berbarengan dengan Tiara, mereka bertemu dijalan. Keduanya menaikan kepala mereka tegas menghadap kakak kelas yang kelewat menyebalkan, sekaligus ketua Rohis mereka yang dihormati satu sekolah.

Sangat munafik.

Alena menelpon pagi sekali jam 5 shubuh, katanya ingin izin pulang kampung ke Riau. Kakaknya yang pertama akan menikah, pasti Lena datang dan menginap beberapa hari kedepan.

~~~

Alena tengah bersiap didepan cermin, tersenyum lebar dengan kepala ditolehkan kekanan dan kekiri. Lalu terkikik sendiri melihat wajah cantiknya.

Satu notif terdengar.

Ahmad Bima.

"Woiii lo mau ke Riau ga bilang-bilang gue! Ahh ga asik loh Len."

Dear: Ahmad Bima
"Apasi mad! Orang gue mau ke nikahan kakak gue, bilang aja mau nitip oleh-oleh kan?"

"Iya dong hehe, jangan lupain oleh-oleh gue."

Alena membanting pelan ponselnya, pagi-pagi sudah diajak ribut. Lalu dia memasukan skin care itu kedalam tas kopernya. Lalu bergegas berdiri membuka pintu kamar, memakai sepatu putih dengan cardigan coklat muda.

"Lena udah siap-siap nih Bunnn, ayo buru berangkat nanti telat naik pesawatnya." Panggil Alena sedikit kencang untuk menyuruh bundanya cepat.

Sambil memainkan ponsel, ia membuka aplikasi foto. Lalu mencekrekan beberapa kali pada wajah dan beberapa tasnya.

Enjoy

Alena:"Doain aku guys mau berangkat."

Tiara: "iyee jangan lupa oleh-oleh, ati-ati lu dijalan."

Salsa: "bayy sayang moga lancar ye nikahannya."

Mira: "Len gue kesepian pastinya sih ga ada lo. Hahaha serius deh:("

Alena tertawa terbahak, ia sampai harus mengeluarkan air matanya. Mira cewek itu pasti sangat kesepian karna orang yang paling rusuh dikelas adalah Alena, tidak ada yang bisa menandinginya.

Kenneth mengirim pesan.

Sesaat Alena hampir melompat girang, tapi ia tau ia sedang berada di depan bundanya.

"Ayo bunda udah siap." Ajak bundanya untuk segera berangkat.

"Woi parah sih lu ke Sumatra ga ngajak."

Alena yang tidak bisa mengontrol ekspresi wajahnya tersenyum dengan sangat lebar.

Dear: Kenneth
"Ehh Ken, sumpah gue lupa kalo lo juga dari Sumatra wkwk. Sini deh nyusul kalo mau."

"Nanti kan ada acara di sekolah, biasa pemilihan osis kita pasti ada acara."

Dear: Kenneth
"Sejak kapan lo dipilih jadi osis? Emangnya orang senakal lo bisa anjir jadi osis? Wkwk."

"Kurang ajar lo Len, gini-gini gue juga mantan osis disekolah lama gue, bedanya sekarang gue ga dipilih, cuman sekedar ikut acaranya doang."

Alena terkikik pelan, lalu mendorong kopernya keluar dari mobil, memasuki bandara tempatnya sekarang menunggu.

Dear: Kenneth
"Gue mau berangkat dulu, nanti dilanjut kalo gue udeh sampe, oke?"

FlowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang