04

102 34 28
                                        

***

Maaf, jika aku mengganggumu. Tapi, aku ingin selalu berada disampingmu, kau tidak perlu khawatir dengan perasaanku karena itu adalah urusanku sendiri.

***

.
.
.
.
.


"Hai," sapa orang itu.

"Kenapa kau kesini?" tanya Devi to the point.

"Langsung nanya, gak sopan! ajak masuk dulu tamunya," ujar orang itu sedikit kesal.

Raina tersenyum lembut, "Ayok masuk Leo." Raina membawa Leo ke ruang tamu.

Ya, orang itu adalah Leo. Salah satu teman dari kekasihnya.

"Btw, ada apa kemari? tanya Raina penasaran.

Leo tersenyum lebar, "Mampir aja. Tadi lagi jalan-jalan eh gue liat rumah lo, yaudah mampir dikit gak papa 'kan?"

Devi menaik 'kan alisnya sebelah.

"Tapi, lo tau dari mana kalau ini rumah milik Raina?" tanya Devi bingung, karena setahunya Leo belum tau alamat rumah Raina. Ia yakin itu.

Raina tampak berpikir, lalu ia mangangguk 'kan kepalanya tanda setuju dengan pertanyaan dari Devi.

"Iya benar kata Devi, darimana Leo bisa tahu?" tanya Raina menimpali.

Leo tersenyum lebar, "Gue udah tau kok dari awal lo pacaran dengan Randa."

Raina dan Devi hanya manggut-manggut tanda mengerti.

"Kalau gitu gue balik dulu ya, terimakasih sudah terima tamu kek gue," ujar Leo pamit.

"Sudah ni, kok cepet baliknya?" tanya Raina.

"Ehehehe 'kan singgah doang."

"Oh ya udah, hati-hati ya!" Raina mengantar Leo sampai depan pintu, lalu Raina kembali masuk ke rumah.

"Udah pulang dia?" tanya Devi.

"Iya, Dev." jawab Raina.

"Aku rasa dia punya maksud lain datang kesini!" seru Devi.

Raina hanya tersenyum simpul, "Janga gitu, Dev."

"Ehehehe, iya-iya."

▪▪▪▪▪


"Raina! waktunya makan malam!" teriak Yuli memanggil putrinya dari lantai satu.

Yuli yang sedang menyiapkan makan malam. Tapi, kedua anaknya sampai sekarang belum turun juga.

"Naufal!" Yuli kembali teriak.

Tidak lama kemudian, Naufal sudah datang dengan memakai baju piyamanya.

"Iya, Bu." Naufal sudah berada dibelakang Yuli.

"Panggil adik kamu, cepat!"

"Raina, kenapa belum turun juga?" tanya Naufal.

"Makanya itu, Ibu menyuruh kamu memanggil Raina!" jawab Yuli.

Yuli beranjak dari dapur menuju ke ruangan tengah untuk memanggil Herman- suaminya.

Naufal menghela napas sejenak, lalu ia pergi ke lantai atas menuju kamar Raina.

Tok... tok... tok...

Naufal mengetuk pintu kamar Raina sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding.

"Rain?"

Belum ada sahutan dari dalam.

Give Me Your LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang