Tutorial vote part ini : 1. Pencet layar bagian tulisan, basing aja 2. Di ujung kiri bawah ada tanda bintang 3. Pencet bintangnya 4. Selamat anda telah menge-vote part ini 5. Gomawo 🙏
Jaemin POV
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue membuka mata gue secara perlahan. Kepala gue pusing, dan badan gue lemas.
"Dimana ini?"
"Oh, tuan sudah bangun? Ini di rumah sakit," ucap seseorang yang berada di sampingku.
"Kenapa aku ada disini?"
"Tuan tidak ingat? Anda pingsan setelah pertemuan keluarga tadi, dan segera dibawa ke rumah sakit ini," jelasnya.
Oh iya. Tadi aku pingsan ya? Mungkin karena aku belum makan untuk beberapa hari ini.
"Kau sendiri ... siapa?" tanya gue.
"Saya pelayan di rumah anda, tuan," jawabnya. Oh iya. Dia pelayan yang selalu membersihkan kamarku, ya? Aku lupa.
"Siapa yang membawaku kesini?"
"Saya dan supir anda, tuan."
"Papa dan mama dimana?"
"Di rumah. Mereka tidak ikut ke sini, tuan. Katanya, di Rumah Sakit ini banyak kuman. Karena itu, beliau tidak ingin membawa kuman dari sini ke rumah. Beliau tidak mau menularkannya pada bayi anda yang baru lahir."
"Hah. Banyak alasan," gue cuma bisa menghela nafas.
Gue kembali menyandarkan kepala gue di ranjang Rumah Sakit, dan menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Hidup gue ... sudah mencapai lubang terdalam. Gue udah gak punya apa-apa lagi. Gue bahkan udah gak punya siapa-siapa lagi.
"Oh iya, tuan! Tadi, nona menelpon. Beliau ingin menanyakan kabar anda."
"Nona? Noona, ya?" benar juga. Aku masih punya ... kakak.
"Iya, benar."
"Mana ponselku?"
Gue segera mencari kontak 'noona' di ponsel gue.
"Halo?"
"Halo, kakak."
"Jaemin? Ini Jaemin, kan?"
"Iya, ini Jaemin."
"Tadi aku nelpon, tau! Kenapa gak diangkat? Dasar adik durhaka!" aku tahu kakak hanya bercanda.