Sejak percakapan Renjun, Haechan dan Jaemin, di kantin Jaemin menjadi sangat pendiam bahkan saat perjalanan pulang Jaemin tetap diam, ia termenung sambil memperhatikan jalanan sore kota seoul.
Entah kenapa saat mendengar Haechan menyukai Jeno, hatinya serasa sangat sakit, seperti sebuah kaca yang di hancur berkeping-keping menjadi bagian sangat kecil.
Apa yang terjadi pada nya? Kenapa dia selalu kepikiran ucapan Renjun yang bilang Haechan menyukai Jeno? Jaemin mengusak rambutnya kasar, pikirannya sangat kacau sekarang, apa dia cemburu? Tidak mungkin! Dia kan tidak menyukai Jeno.
Semua yang di lakukan Jaemin tidak luput dari pandangan Jeno, ia mengerutkan keningnya saat melihat Jaemin mengusak kepala nya kasar, apa yang sedang dipikirkan lelaki manis itu?
Tidak biasanya dia seperti ini, ia terkadang meminta Jeno membelikan sesuatu sebelum mereka benar benar pulang, tapi sekarang ia hanya melihat Jaemin yang terdiam.
"Na, apa yang mengganggu pikiran mu? Apa Renjun menyakitimu? Apa dia menghina mu? Dia berkata kata yang membuat hati mu sakit?" Tanya Jeno bertubi tubi, Jaemin yang masih fokus ke jalanan pun mengalihkan pandangan nya ke arah Jeno yang sedikit sedikit fokus ke jalanan dan sedikit sedikit melirik nya.
Jaemin sedikit mengangkat ujung bibirnya membuat senyum tipis memandang Jeno yang terlihat jelas disana terdapat kekesalan dan kekhawatiran. "Tidak ada kok, Hyung tenang saja Renjun sangat baik." Ucap Jaemin.
"Benarkah?" Ucap Jeno memastikan, Jaemin mengangguk mantap.
"Iya, aku sangat menyukai Renjun dengan temannya, Haechan." Jeno tersenyum miring mendengar nada bicara Jaemin yang terkesan seperti anak kecil yang menceritakan kegiatannya selama sekolah kepada orang tuanya.
"Tidak ingin membeli apa pun?" Tawar Jeno, Jaemin menggeleng.
"Lagi tidak ingin apa apa." Jawab Jaemin, Jeno pun mengangguk paham lalu kembali fokus ke menyetir.
—oOo—
Saat sampai di apartemen tanpa sepatah kata pun Jaemin melenggang pergi masuk kekamar nya, Jeno hanya bisa menghela napas, seperti Jaemin butuh waktu sendiri, meskipun ia tak tau kenapa Jaemin seperti ini.
Ddrrtt
Baru saja ingin melangkah setelah melepas sepatunya, Jeno merasa di kantong, ponselnya bergetar, ia pun mengambil nya.
Jaehyun Hyung
Tumben sekali Jaehyun menelponnya, dengan cepat ia menggeser tombol hijau dan tersambung telepon mereka, Jeno menaruh benda pipih itu di telinga kanannya.
"Halo, ada apa menelpon ku, Hyung?"
"Jeno, apa bisa aku menitipkan Beomgyu di tempat mu? Aku dan Taeyong akan pergi keluar kota, sekitar 2 harian, apa bisa?"
Jeno sedikit berpikir, matanya melirik ke arah pintu kamar Jaemin yang tertutup rapat itu, mungkin dia bisa menjaga Beomgyu bersama Jaemin.
"Boleh kok, Hyung, kapan kau akan memberikan nya pada ku?"
"Jumat malam, setelah itu aku langsung berangkat"
"Hm, baiklah aku akan menunggu nya."
"Terima kasih Jeno"
KAMU SEDANG MEMBACA
Take Over The Moon [ Nomin ]
Fanfiction[ON GOING] 노민, 제노, 재민 ❝Take over the moon, to make a sun❞ Kehidupan seorang Lee Jeno, pemiliki masa lalu hingga membuatnya kehilangan senyuman nya bersama Na Jaemin seseorang yang hampir menyerah dengan kekerasan dunia. Start ; 190820 End ; Boyxbo...
![Take Over The Moon [ Nomin ]](https://img.wattpad.com/cover/236025282-64-k680975.jpg)