04. Very confusing

1.3K 191 2
                                        

Jeno dan Jaemin sudah sampai di tempat ke dua yaitu mall, untuk apa Jeno mengajak nya ke mall? Entahlah Jaemin hanya menurut Jeno mengajaknya kemana, ia berjalan disamping Jeno dengan tenang, tapi saat sebuah tangan meraih tangannya untuk digenggam membuat jantung nya tidak tenang.

Itu Jeno, dia yang memegang tangan Jaemin untuk digenggam, ia menatap genggaman tangan mereka sebelum memandang Jeno dengan bingung. "Hanya berjaga jaga, agar kau tidak hilang."

What!? Seriously!? Jangan mentang mentang Jaemin lebih muda 2 tahun dari Jeno, dan seenaknya dia menganggapnya sebagai anak kecil yang dengan gampang nya bisa hilang di mall besar ini!? Meskipun hatinya tidak terima, ia tetap diam tapi bibirnya tidak bisa diam untuk mencebik kesal.

Jeno yang melihat dan mendengar kegiatan kesal Jaemin hanya bisa tersenyum miring, ia mengeratkan genggamannya dan berjalan menuju tempat yang ia ingin tuju bersama Jaemin.

Akhirnya mereka sampai di sebuah toko baju bermerk yang bagi Jaemin sangat mahal itu, lagi lagi Jaemin berpikir kenapa Jeno membawanya kemari? Jeno menoleh ke Jaemin lalu tersenyum, dengan segera ia menarik tangan Jaemin untuk masuk toko baju itu.

"Eoh? Jeno-ya, kau kesini lagi, dengan senyuman? Wah, siapa yang membuat mu seperti ini, hm?"

"Ten Hyung, aku mencari baju untuk dia, hanya untuk baju sehari hari sih, apa ada?" Tanya Jeno, yang di panggil Ten pun menoleh ke arah tunjukan Jeno, matanya memandang Jaemin dari atas sampai bawah, membuat lelaki manis itu sedikit risih.

Bibir Ten pun terangkat ke atas, membuat senyuman termanis yang Ten punya, Jaemin yang melihat pun terkagum akan senyum manis Ten, sangat manis pikir Jaemin.

"Ada kok, ingin berapa setelan?"

"7 atau lebih juga tidak apa apa."

Sontak ucapan Jeno mengalihkan pandangan Jaemin pada senyum manis Ten, ia langsung membulatkan mata tidak percaya, apa dia bilang? 7 setelan ia beli di toko baju yang sangat mahal ini? Yang benar saja!

"Hei—

Belum sempat protes, Jaemin sudah di dorong oleh Jeno untuk mengikuti Ten, memilih milih baju, Jaemin pun menghela napas perlahan, ia pun mengikuti tarikan tangan Ten.

Ten membawa Jaemin ke ruangan yang memiliki banyak sekali baju yang tergantung maupun terlipat di sekitarnya, Jaemin sedikit kagum akan  ruangan itu, Ten hanya terkekeh melihat reaksi Jaemin.

"Pilih saja sesuka mu, jangan lupa ambil 7 setelan ya." Ucap Ten, Jaemin hanya mengangguk ragu.

Ia mulai memilih baju yang sekira ia suka, tapi sialnya dia suka semua baju yang ada disini, ia tidak bisa memilih, sungguh! Apa lagi dia tidak pintar memilih baju dan ber fashion.

Saat memilih Jaemin menggaruk garuk kan jari nya di kulit kepalanya dengan  wajah cemberut, ia kesal ia tidak bisa memilih baju, ia sangat buruk dalam hal itu, prinsip Jaemin dalam memilih baju adalah pokoknya nyaman Jaemin akan pakai.

Ten yang melihat Jaemin yang kesulitan memilih baju pun menghampiri nya, membantu nya mencari baju yang cocok seperti Ten tau bagaimana selera Jaemin jika berpakaian.

"Sejak kapan kau kenal Jeno, Jaemin?" Tanya Ten tiba tiba, Jaemin yang masih fokus dengan tumpukan baju di depannya pun menoleh ke arah Ten, lagi lagi pertanyaan itu ia dengar lagi.

"Eum, 2 minggu yang lalu, kenapa?"

"Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Terima kasih sudah mengembalikan senyum Jeno kami, terima kasih."

Oke, Jaemin bisa mengira jika jalan pembicaraan mereka sama seperti jalan pembicaraan Jaemin dengan Lucas beberapa jam yang lalu, sebenarnya ada apa dengan masa lalu Jeno? Apa separah itu sehingga Jeno tidak pernah lagi tersenyum?

Take Over The Moon [ Nomin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang