Jeno menahan amarah nya saat melihat Jaemin tidak ada di tempat terakhir kali ia tinggal untuk membeli ice cream dan malah melihat kedua saudari tiri sialan Jaemin sedang mengobrol santai dari jarak sekitar 5 meter.
Ia tidak ingin berpikir negatif mungkin saja Jaemin bosan hanya duduk saja dan memutuskan untuk berjalan jalan, Jeno pun dengan segera mencari Jaemin, masa bodo dengan ice cream yang ia pegang meleleh, yang terpenting sekarang adalah dimana Jaemin.
Sudah mencari selama 5 menit dan belum ketemu ketemu, Jeno semakin panik dan membuang ice cream yang tadi ia pegang lalu berlarian kesana kemari mencari keberadaan Jaemin.
Jeno bernapas lega saat melihat Jaemin berdiri di depan pedagang penjual permen kapas, ia pun berlari menghampiri Jaemin yang berdiri dengan polosnya disana.
"Hah, Jaemin kau hah kemana saja?" Ucap Jeno terengah engah di sebelah Jaemin, Jaemin sedang asik menatap penjual permen kapas pun terjingkat kaget lalu menoleh ke Jeno.
"Ah, Hyung, apa boleh aku-
Grep!
Jaemin mematung saat kepala nya tenggelam di dada Jeno, Jeno mendekap Jaemin sangat erat, Jaemin membelakkan mata tidak percaya akan sikap Jeno, memeluknya di umum? Dan ada apa dengan jantung ini, kenapa berdetak sangat keras?
"Jangan menghilang, Jaemin, aku tidak suka." Ucap Jeno di sela sela pelukan, merasa Jaemin mengangguk Jeno pun melepaskan pelukannya dan memegang pundak Jaemin, menatap mata bulat itu lekat lekat.
"Sekarang jujur padaku, apa karena 2 orang sialan itu kau pergi dari tempat duduk mu?" Tanya Jeno, Jaemin menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Jawab Jaemin." Dengan perlahan Jaemin mengangguk.
"Apa yang keluar dari mulut mereka?" Tanya Jeno lagi dan sekarang mengangkat dagu Jaemin untuk menatapnya.
"M-mereka bilang, aku di bawa om om, mereka senang aku di bawa om om dan satu lagi, mereka rindu menyiksaku." Mata Jaemin sudah sangat basah sekarang ia sudah ingin menangis daritadi tapi entah kenapa pertahanan itu hancur baru sekarang, saat ada Jeno.
Mulut sialan, apa mulut mereka tidak pernah di sekolah kan!? batin Jeno yang matanya sudah berapi api ingin marah.
"Kau kenapa, Hyung? Kau terlihat kesal?" Tanya Jaemin polos dengan mata yang masih sangat basah.
"Iya." Jawab singkat Jeno.
"Kepada siapa?"
"Saudari tiri sialan mu itu, apa perlu aku memberi mereka pelajaran?" Tanya Jeno, Jaemin pun menggeleng keras.
"Biarkan saja, nanti jika kau hukum, mereka akan tau keberadaan ku, katamu kan kau tidak suka mereka menemui ku."
Ah, benar untung saja Jaemin mengingat kannya jika tidak, mungkin 2 saudari tiri Jaemin sudah habis di tangan Jeno, dan mereka berdua tau keberadaan Jaemin.
"Yasudah, ayo pulang." Jaemin menahan tangan Jeno yang menggenggam tangan nya dan mengajaknya pergi.
"Kenapa?"
"Aku ingin itu." Ucap Jaemin sambil menunjuk penjual permen kapas dengan wajah polosnya, Jeno yang melihat tingkah polos Jaemin pun tersenyum.
Bagaimana bisa orang berumur dua puluh lima tahun bisa selucu ini!?
"Baiklah ayo beli, tapi jangan banyak banyak nanti gigimu sakit." Jeno pun menarik tangan Jaemin untuk menghampiri penjual kapas itu, Jeno bisa merasakan Jaemin sedang melompat kesenangan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Take Over The Moon [ Nomin ]
Hayran Kurgu[ON GOING] 노민, 제노, 재민 ❝Take over the moon, to make a sun❞ Kehidupan seorang Lee Jeno, pemiliki masa lalu hingga membuatnya kehilangan senyuman nya bersama Na Jaemin seseorang yang hampir menyerah dengan kekerasan dunia. Start ; 190820 End ; Boyxbo...
![Take Over The Moon [ Nomin ]](https://img.wattpad.com/cover/236025282-64-k680975.jpg)