[ON GOING] 노민, 제노, 재민
❝Take over the moon, to make a sun❞
Kehidupan seorang Lee Jeno, pemiliki masa lalu hingga membuatnya kehilangan senyuman nya bersama Na Jaemin seseorang yang hampir menyerah dengan kekerasan dunia.
Start ; 190820
End ;
Boyxbo...
Jeno memasuki perkarangan rumah dengan motor sport nya, ia memarkirkan motor itu lalu dengan cepat cepat turun dari motornya dan masuk ke rumah nya setelah melihat ada sebuah mobil yang tak asing baginya terparkir di halaman rumah.
"Paman Na!!"
Sorak Jeno memenuhi ruang tamu, ia memeluk orang yang ia panggil Paman Na itu dengan erat, Jeno sangat rindu dengan Paman nya yang satu ini sudah lama mereka bertemu.
"Ya ampun Lee Jeno!? Kau sudah sangat besar, bagaimana kabar mu?" Ucap Paman Na tak kalah senang nya dengan Jeno.
"Baik Paman, Paman kenapa sekarang jarang kesini?" Tanya Jeno.
"Paman sibuk, Jeno" Paman Na mengusak rambut Jeno.
"Hei Lee, boleh aku pinjam anak mu sebentar?" Tanya Paman Na pada ayah Jeno, Ayah Jeno terkekeh pelan lalu mengangguk.
"Tidal perlu ijin juga, dia sudah seperti anak mu sendiri." Paman Na terkekeh saat mendengarkan penuturan Ayah Jeno, Paman Na pun mengajak Jeno keluar rumah.
"Ingin membicarakan apa, Paman?" Ucap Jeno setelah mereka hanya berjalan beriringan di halaman luas milik keluarga Jeno, Paman Na sedikit menghela napas nya, Jeno hanya bisa mengerutkan keningnya bingung.
"Kau tau anak paman kan?" Dengan segera Jeno mengangguk.
"Na Jaemin kan!? Aku sudah lama tidak melihatnya, dulu saat bayi dia sangat lucu!" Jawab Jeno, Paman Na tertawa pelan.
"Paman ingin kau yang menjaga nya saat Paman sudah tiada, apa kau mau?" Jeno sedikit berpikir lalu mengangguk mantap.
"Jeno mau, tapi Pamankan masih ada istri baru Paman yang bisa menjaga Jaemin, kenapa harus Jeno?" Tanya Jeno penasaran.
"Paman tau berlakuan busuk istri baru Paman, terhadap Jaemin."
"Perlakuan macam apa?"
"Dia dan kedua anak nya memperlakukan Jaemin seperti pembantu di rumah saat Paman tidak ada."
"Itu sungguh kejam, baiklah Paman Jeno akan menjaga Jaemin ketika Paman sudah tiada." Ucap Jeno penuh keyakinan.
"Terima kasih Jeno." Paman Na mengusak rambut Jeno gemas.
—oOo—
Setelah pembicaraan itu, Jeno mendapatkan kabar jika paman Na mengalami kecelakaan, Jeno merasa sangat sedih, saat berada di pemakaman Paman Na, Jeno terkejut saat melihat saudara tiri Jaemin, mereka...
Jeno mengepalkan tangannya kuat kuat, menahan amarah yang mengebu ngebu saat melihat saudara tiri Jaemin, memang Jeno belum pernah melihat saudara tiri Jaemin, dan baru saat pemakaman Paman Na ia melihat saudara tiri Jaemin, ternyata mereka juga ada cerita di kehidupan Jeno.
"Pembunuh sialan, jangan sampai mereka membunuh Jaemin juga."
—oOo—
Saat ini Jeno sudah berumur 27 tahun, ia sangat sibuk dengan berkas berkas kantor nya dan tidak bisa mengawasi Jaemin, jadi dia mengutus temannya untuk mengawasi Jaemin.
Betapa terkejut nya Jeno saat mendengarkan kabar Jaemin hendak mengakhiri hidupnya, dengan cepat Jeno mengambil alih untuk mengawasi Jaemin.
Dan benar saja Jaemin menjatuhkan diri ke sungai Han, Jeno segera ikut menjatuhkan diri ke sungai Han saat itu juga untuk menyelamatkan Jaemin, tapi sayang Jaemin sudah tidak sadarkan diri, Jeno pun membawa Jaemin ke rumah sakit.
—oOo—
Saat ini...
"Ya kira kira seperti itu lah cerita nya kenapa kau bisa ada di sini sekarang." Ucap Jeno setelah selesai bercerita, Jaemin terdiam memikirkan sesuatu.
"Ada cerita apa Yeji dan Ryujin di kehidupan mu Hyung?" Tanya Jaemin penasaran.
"Aku tidak bisa menceritakannya sekarang, maaf." Ucap Jeno, Jaemin mengangguk paham.
"Sudah malam, lebih baik kita pergi tidur." Saat hendak berdiri Jeno menahan tangan Jaemin, Jaemin pun berhenti lalu menoleh kebingungan.
"M-malam ini bisa kau temani aku tidur?" Pinta Jeno sedikit gugup, Jaemin menunduk sejenak lalu mengangguk.
"Baiklah ayo."
Jeno dan Jaemin pun berjalan menuju kamar Jeno, mereka berbaring saling berhadapan, dengan berani Jeno mendekatkan kepala nya ke dada Jaemin, tidak memeluk hanya berdempetan dengan dada Jaemin, gelagat aneh Jeno membuat Jaemin kebingungan.
"Hyung kenapa?"
"T-tidak hanya bayangan masa lalu sedikit menghantui."
Jaemin bisa melihat keringat mulai mengucur di kening Jeno, tanpa memperdulikan status mereka, Jaemin memeluk Jeno menenggelamkan tubuh bongsor Jeno ke dada nya, mengusap usap punggung Jeno dengan lembut.
Perilaku Jaemin membuat Jeno sedikit tenang dan membalas pelukan nya, melingkarkan lengan kekar nya ke pinggang ramping Jaemin, sekarang posisi mereka sedikit intim.
Beberapa menit kemudian Jaemin mendengar dengkuran halus Jeno, Jaemin pun tersenyum sambil mengusap kening bahas Jeno, memperhatikan wajah Jeno yang sudah tertidur, sangat damai, Jaemin pun ikut tertidur tapi tidak mau melepaskan pelukan mereka.
—oOo—
Halo~ happy weekend semua~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.