03. Jeno's past?

1.5K 212 14
                                        

Seharusnya hari ini Jeno ada jadwal meeting dengan klien nya, tapi semua itu digantikan oleh Xiaojun, karena Jeno ingin menghabiskan waktu bersama Jaemin seharian ini.

Jaemin yang mengetahui Jeno tidak masuk kerja pun ingin menolak ajakan Jeno, Jaemin kira Jeno akan mengajak nya setelah Jeno pulang kerja, makanya Jaemin mengiyakan saja ajakan Jeno.

Sedari tadi Jeno selalu merengek ke Jaemin, untuk diijinkan mengajaknya ke suatu tempat, Jaemin hanya mengalihkan pandangan nya saat Jeno merengek dan mengabaikan nya.

Bahkan sekarang Jeno sudah bergelantungan di lengannya dan menyusul dusel ke bahunya membuat Jaemin sedikit risih, Jeno seperti anak kecil yang merengek ingin dibelikan sesuatu dan bertingkah lucu supaya lawannya luluh.

"Ayolah, hanya sehari saja." Ucap Jeno dengan nada sedih.

"Tidak Hyung, sekarang pergi kekamar mu bersiap siaplah berangkat kerja." Suruh Jaemin sambil berusaha melepaskan lengan Jeno yang memeluk Lengannya.

"Nggak mau!" Ketus Jeno.

"Hyung~" Tegur Jaemin, Jeno hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

"Haish, yasudah ayo, aku akan bersiap dulu." Putus Jaemin, Jeno pun mengangkat wajahnya sambil tersenyum cerah, membuat Jaemin merona, Jaemin pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain, Jeno terkekeh saat melihat Jaemin merona.

Jeno pun melepaskan lengannya dari lengan Jaemin lalu mengangkat tangannya mengelus surai coklat Jaemin yang mungkin beberapa jam kemudian akan berubah warna(?)

Setelah Jeno mengelus rambutnya, Jaemin langsung berlari ke arah kamar untuk bersiap, sedangkan Jeno sudah kesenangan sendiri akhirnya bisa jalan jalan bersama Jaemin, apa ini akan menjadi sebuah date?

—oOo—

Mereka sudah sampai di tempat pertama yaitu barber shop saat sampai Jaemin memiringkan kepalanya bingung, ia pun menoleh ke Jeno bahkan Jeno sudah melepaskan safety belt nya, untuk apa mereka ke barber shop?

"Eung? Hyung, kenapa kita kesini?" Tanya Jaemin.

Jeno tidak menjawab, melainkan memberi kode untuk Jaemin melepaskan safety belt nya, Jaemin pun mengerti lalu melepaskan safety belt nya dan menghampiri Jeno yang sudah keluar terlebih dahulu.

Saat Jaemin sudah berada di sebelah Jeno, dengan cepat Jeno menarik lengan Jaemin perlahan untuk masuk ke barber shop Jaemin sedikit kaget namun tetap mengikuti Jeno masuk.

"Oh, Hai bro, kenapa kau kesini?" Sapa seorang lelaki bermata besar yang seperti nya adalah teman Jeno.

"Dan siapa dia? Aku tidak pernah melihat nya bersama mu." Lanjut lelaki itu sambil memandang Jaemin.

"Aku Na Jaemin." Jawab Jaemin sambil membungkuk ke lelaki itu.

"Hyung, bisa kau ganti warna rambut, Jaemin." Ucapan Jeno sontak membuat Jaemin membulatkan mata memandang nya, Jeno menoleh ke arah Jaemin sambil tersenyum.

"Apa maksud mu, Hyung!? Kau ingin aku mewarnai rambut ku?" Ucap Jaemin, Jeno terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Jeno.

"Iya, aku takut keluarga tirimu mengenalimu, jadi aku ingin kau mewarnai rambutmu, pilih lah warna sesukamu." Jawab Jeno lalu mengusap rambut Jaemin.

Ya meskipun Jeno menyuruh Jaemin mewarnai rambut nya tidak memungkinkan keluarga tiri Jaemin tidak mengenalinya.

Jaemin sedikit terkejut akan ucapan Jeno, sudah dari dulu Jaemin ingin mewarnai rambutnya, tapi tidak diperbolehkan oleh keluarga tirinya itu, selalu saat Jaemin membawa pulang pewarna rambut selalu ketahuan dan keluarga tirinya selalu membuang itu.

Take Over The Moon [ Nomin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang