06. Does not matter

1.2K 182 8
                                        

Hari ini, Jaemin berpakaian sangat rapi, seperti pekerja kantoran, rambut yang di biarkan menutupi dahi membuat pesona lucu dan polos Jaemin menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.

Ya Jaemin akan bekerja sementara seperti yang di katakan Jeno dua hari yang lalu, Jaemin menerimanya karena ia bisa berada di apartemen terus menerus, dan akhirnya dia menerima tawaran Jeno.

Ia dan Jeno sudah sampai di tempat kerja Jeno, Jaemin sedari tadi hanya menunduk, menggigit bibir bawahnya, takut seseorang tidak menyukainya.

Saat memasuki lift untuk naik ke lantai dimana Jeno dan Yangyang biasanya bekerja, Jeno menoleh ke Jaemin yang masih setia menundukkan kepalanya, Jeno pun meraih dagu Jaemin dan mengangkat nya.

"Jangan gugup, angkat kepala mu, tidak apa apa. " Ucap Jeno, Jaemin hanya mengangguk perlahan, mereka pun keluar dari lift, mereka sekarang ada di lantai 15, Jaemin sedikit kagum akan tataan properti di dalam gedung, saat rapi dan mewah.

Jeno dan Jaemin sudah sampai di tempat kerja Jaemin, yang bersebelahan dengan Jeno, ada 1 pintu yang menghubungkan kedua ruangan itu.

Jeno menjelaskan secara singkat apa yang harus Jaemin kerjakan, dengan cepat Jaemin menangkap semua itu dengan gampang, jadi Jeno tidak perlu menjelaskan dua kali.

Setelah menjelaskan, sebelum berjalan ke ruangannya tidak lupa Jeno mengelus kepala Jaemin, Jaemin tersenyum saat dugaannya benar, Jeno mengelus kepala nya lagi.

Mereka pun melakukan pekerjaan dengan  tenang, sampai seseorang mengetuk pintu ruangan Jaemin, setelah berucap 'masuk' pintu pun terbuka menampakkan lelaki mungil dengan senyum yang manis.

"Eoh, kamu orang yang menggantikan Yangyang?" Tanya lelaki mungil itu, Jaemin mengangguk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Eoh, kamu orang yang menggantikan Yangyang?" Tanya lelaki mungil itu, Jaemin mengangguk.

"Kamu sangat manis." Ucap lelaki mungil itu lagi, Jaemin menampakkan senyum malunya sambil menggaruk tenguknya.

"Terima kasih."

"Ah, iya saya kesini ingin memberi data data orang yang ingin melamar pekerjaan disini, tolong berikan ke Tuan Jeno." Lelaki mungil itu memberi tumpukan kertas yang pasti berisi kan data seseorang, Jaemin mengerutkan keningnya bingung, kenapa harus dia? Kan bisa lelaki ini saja yang memberikan nya pada Jeno.

"Kenapa harus aku?" Tanya Jaemin, lelaki itu kembali tersenyum manis.

"Dikantor, ada peraturan tidak ada boleh yang memberikan sesuatu ke Tuan Jeno selain tangan kanan nya." Jaemin mengangguk paham, peraturan aneh, Jaemin pun sedikit mengecek tumpukan kertas yang di bawa lelaki mungil itu lalu mengangguk.

"Baiklah, saya akan memberikan nya pada Tuan Jeno, terima kasih." Ucap Jaemin, lelaki mungil itu hanya mengangguk lalu melenggang pergi.

Jaemin pun berdiri dari tempat duduk nya lalu berjalan memasuki ruangan Jeno, sebelum masuk ia menyempatkan diri untuk mengetuk pintu, saat sebuah suara berat terdengar Jaemin pun membuka pintu.

Take Over The Moon [ Nomin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang