Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semesta, tolong dengar!
Aku ingin memiliki sebuah cerita asmara. Lakon utamanya cukup aku dan dia. Perihal asmara juga untuk penguasa semesta rasa. Titik pusat rindu, orbit segala macam afeksi yang bersatu saling padu. Disana tempatku bersuara, dan tempat segala peluk bermuara.
Ah tuhan, apa aku terlalu berharap pada ciptaanmu bernama Sansekerta? Apa akan sulit untuk bersama dengannya? Ia masih menjelma menjadi angan yang hilang.
Jujur, aku cukup merasa insecure untuk bersanding dengan seorang kakak kelas ternama di sekolahku. Dia selalu memenangkan semua perlombaan ice skating, sehingga dia sangat terkenal seantero sekolah.
Sedangkan aku? Keluar kelas saja sudah cukup malas. Apalagi mengikuti perlombaan. Ah sudahlah.
Tapi. Aku siap berorasi janji. Jika ia datang nanti, barang sedikit pun tak kubiarkan raganya pergi.