Hari itu cuaca terlihat mendung. Awan menutup langit, tapi tak ada setetes pun hujan yang jatuh. Anak itu merasa lega—dia benci hujan. Setiap kali hujan turun, tubuhnya seperti menjerit kesakitan. Jadi, langit kelabu tanpa tetesan air begini terasa jauh lebih bersahabat.
Di sekitarnya, jalanan tetap riuh. Anak-anak sekolah berlarian, terburu-buru supaya nggak telat. Para pekerja kantoran mengeluh karena bus datang terlambat. Dunia bergerak seperti biasa—sementara dia hanya duduk diam di halte, merasa jadi penonton. Dia tidak berniat menyapa siapa pun. Buat apa? Orang-orang toh sering kali bahkan tidak sadar dia ada.
"Emm...P-permisi, boleh gue duduk di sini?"
Suara itu membuatnya menoleh. Seorang remaja dengan senyum manis berdiri sambil menunjuk kursi kosong di sampingnya. Dia tersenyum tipis. Tak biasanya ada orang lain yang mau menyapa.
"Oh? Iya, silahkan duduk aja."
Remaja itu mengangguk dan tersenyum ramah, lalu menjatuhkan tubuhnya ke bangku.
"NANA!!"
Suara lantang mendadak memecah suasana. Seorang remaja bermata sipit melambai heboh.
"Lah, Bintang? Tumben lo naik bus? Biasanya kan lo bawa motor."
"Hehe, motor gue disita bokap. Lagi pula, kalau ke sekolah motor juga sayang karna nggak kepake," jawab Bintang dengan tawa kecil.
"Iya juga sih."Naresh, remaja yang tadi menyapanya mengangguk setuju
Tak lama kemudian bus berhenti di depan mereka. Bintang—si pemuda sipit—menarik Naresh masuk ke dalam.
Naresh tersenyum lebar. "Ah iya. Sampai jumpa lagi, Yan."
Bus bergerak, suara mereka perlahan hilang. Dia—Yandra, kembali duduk sendiri, tapi kali ini ada senyum kecil yang tertinggal di wajahnya. Seseorang akhirnya menanyakan siapa namanya.
"Lo nyapa siapa sih, Na?" tanya Bintang begitu mereka sudah naik bus.
"Hah? Oh... nggak tau juga," jawab Naresh sambil nyengir.
"Lah? Gimana sih?"Bintang melihat ke arah Naresh dan halte bus bergantian, sejujurnya dia merasa bingung dengan tingkah Naresh. Sedangkan Naresh sendiri hanya tertawa kecil, membiarkan pertanyaan itu hilang bersama deru mesin bus.
(Halo. Cerita ini aku revisi agar lebih menarik untuk dibaca.)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Abimanyu Yandra
Remaja yang hari ini disapa oleh Naresh. Belum diketahui Yandra akan jadi teman sagu sekolah Naresh dan Bintang, atau tidak.