6

20 6 8
                                        

Yeonjun tiba dirumah sakit langsung menuju ruangan tempat ibunya dirawat.

Terlihat seorang pria paruh baya baru saja keluar dari ruangan ibunya.

"Yeonjun"

"Appa bagaimana keadaan eomma?"

"Dokter bilang eommamu harus mendapatkan transfusi darah. Sedangkan stok golongan darah eommamu dirumah sakit ini sedang kosong." Jelas Appa Choi

Setelah mendengar hal itu Yeonjun masuk keruangan ibunya.

Terlihatlah seorang wanita paruh baya terbaring lemas dengan mata terpejam pada brankar rumah sakit.

Merasakan ada seseorang datang ia pun membuka matanya

"Yeonjun" lirihnya pelan namun masih terdengar oleh Yeonjun.

"Eomma senang kau ada disini. Kau tahu eomma sangat merindukanmu. Kenapa kau tak mengunjungi eomma eoh?"

"Maafkan Yeonjun eomma"

"Tak apa sekarang kan kau sudah ada disini. Eomma senang sekali"

Yeonjun tersenyum mendengar penuturan eommanya. Kemudian memeluk eomma nya lembut.

"Hei kau sudah makan belum?"

"Sudah eomma. Eomma sendiri sudah makan belum?"

"Sudah- "

"Jangan percaya Yeonjun. Ibumu itu sangat keras kepala. Katanya dia gak mau makan kalau kau tak datang" serobot Appa Choi saat mendengar jawaban istrinya

"Eomma~ kau tidak boleh begitu. Maafkan aku jika aku jarang mengunjungimu. Tapi kau tak boleh melewati makan." Rajuk Yeonjun

Eomma terkekeh karenanya lalu mengusap pipi Yeonjun.

Yeonjun mengambil semangkuk bubur dinakas dekat brankar.

"Nah ayo eomma harus makan. Aaaa" ucapnya sambil menyodorkan sesendok bubur.

Oke tinggalkan mereka yang sedang menikmati kebersamaan hangat mereka.

Yeonjun adalah anak tunggal dari keluarga Choi. Saat ini ia berumur 17 tahun. Yang seharusnya tinggal di kelas 11. Namun karena ia adalah siswa yang pintar. Saat JHS ia mampu loncat kelas. Itu alasan kenapa ia sekarang berada di kelas 12.

Saat menginjak kelas 9. Ia memilih untuk tinggal dihotel. Alasannya karena ingin menjadi anak yang mandiri.

Awalnya ibunya tak mengijinkan. Namun karena Yeonjun terus membujuknya dengan terpaksa eomma Choi pun mengijinkannya.

Yeonjun memilih hotel yang lumayan jauh dari rumah. Katanya kalau dekat rumah percuma saja karena eommanya akan terus mengunjunginya dan memanjakannya.

Namun semenjak ia memilih jauh dari rumah sifatnya sedikit berubah menjadi bad boy. Meski begitu ia tetap tau batasan.

Walau badboy ia tetap sopan kepada orang tuanya. Belajar dengan tekun. Walau cukup sering ia membolos.

Akhir-akhir ini memang dirinya sudah mulai jarang mengunjungi orang tuanya. Ia jadi merasa bersalah karena itu. Ibunya jadi sakit karena merindukannya.

Okey cukup informasinya.

"Nah sekarang eomma istirahat agar cepat sehat dan keluar dari tempat menyebalkan ini."

"Benar. Tempat ini menyebalkan sekali. Bau obat dan tak ada makanan enak."

Yeonjun terkekeh sedangkan Appa Choi menggelengkan kepalanya

"Good night eomma" ucapnya sambil mencium kening eommanya.

Setelah eomma Choi tidur. Appa Choi angkat bicara.

DARE        |    Choi Yeonjun   |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang