Waktu pulang telah tiba Haneul baru saja hendak keluar kelas. Namun kedatang 3 yeoja yang waktu itu membully-nya membuat ia mengurungkan niatnya.
Salah satu yeoja yang bernama Nancy melangkah mendekati Haneul dan langsung menarik surai halus itu membuat si empu memekik kesakitan.
"Akh s-sakit" ringisnya
"Kau! Sudah kubilang jangan dekati kekasihku Yeonjun. Dasar jalang!" Sarkasnya sambil melepaskan jambakkannya kasar membuat Haneul terhuyung.
"Sunbae kami hanya berteman sungguh" ucap Haneul menyangkal tuduhan Nancy.
"Cih kau pikir aku bodoh hah? Percaya begitu saja omongan busukmu itu. Menjijikan!" Ucap Jane lalu mendorong Haneul hingga tersungkur
"Hei apa ibumu seorang jalang sepertimu? Oh atau kau belajar menjadi jalang darinya? Cih dasar keluarga murahan"
"Jangan membawa keluargaku keparat!" Geram Haneul marah
"Beraninya kau mengumpati kami. Kuberi pelajaran kau!" Ucap Nancy marah
Hendak memukul Haneul namun Haneul mencekal tangan Nancy
"Memang kalian siapa sehingga harus ditakuti? Kalian hanya sekumpulan yeoja yang iri terhadap apa yang orang lain karena kalian tak mampu menggapainya." Ucap Haneul tajam sambil menghempas kasar cekalannya pada Nancy
"Asal kalian tahu selama ini aku sama sekali tidak takut kepada kalian. Aku hanya mengalah kepada anak kecil yang tak mendapatkan mainannya karena orang lain lebih dulu mendapatkannya" lanjut Haneul
Mereka menggeram marah karena ucapan Haneul
"Oh ya satu lagi keluargaku bukan keluarga murahan. Harga diri kami terlalu tinggi untuk melakukan perbuatan hina itu. Bahkan kau jual nyawamu pun tidak akan mampu untuk membayar harga diriku" ucap Haneul
"Kurang ajar! Kau jalang-" Hendak memukul Haneul. Namun Haneul lebih dulu mendorongnya hingga Nancy terjatuh
"Aw-" pekiknya kesakitan.
"Kupikir kau yang lebih pantas dengan sebutan hina itu. Lihatlah dirimu, tak ada bedanya dengan wanita murahan diluar sana." Balasnya santai
"Kusarankan jika ingin menghina orang lebih baik bercerminlah dulu. Aku yakin dirumahmu ada kaca. Atau perlu kubelikan?"
"Apa yang kalian lihat? Bantu aku berdiri bodoh" ucapnya kesal kepada 2 temannya yang tidak segera membantunya berdiri
"Kalian berdua mau saja sih jadi babunya si jalang ini. Dibayar berapa olehnya? Haha menjijikan" Ucapnya disertai tawa remeh lalu pergi dengan sengaja menyenggol Nancy yang baru saja berdiri dibantu teman-temannya.
"Kurang ajar! Akan ku balas dia." Geramnya lalu pergi diikuti teman-temannya.
*
Haneul house
Haneulpun sampai dirumah. Di ruang tamu ada eommanya sedang asyik menonton televisi yang menayangkan serial drama favoritnya.
"Aku pulang" ucapnya sambil menghampiri eommanya lalu menciumnya
"Uh anak eomma sudah pulang. Kau sudah makan?"
"Nanti saja eomma aku mau tidur saja"
"Yasudah istirahatlah"
"Nee kalau begitu aku kekamar dulu ya eomma" pamitnya tak lupa mencium pipi eommanya
Ia menaruh ranselnya di kursi belajarnya. Melepas almameternya.
"Semoga saja ia sudah tak mengangguku lagi. Ah seharusnya aku bisa lebih mengontrol emosiku tadi"
KAMU SEDANG MEMBACA
DARE | Choi Yeonjun |
RomansaDalam hidup, menjalani tantangan itu adalah hal yang umum. Begitu juga dengan kehidupan para main cast di ff ini. Mau tau apa tantangannya? Mampir kuy Vote aja jgn malu. Gk ada yg tau juga. Yg tau cuma aku, kamu dan tuhan aja. Ahay ㅋㅋㅋ Gaje memang...
