Once upon a time

2K 167 7
                                        

When me first meet

Ku lepas airpod di kedua telingaku karena ku rasa kupingku mulai kebas. Hari ini aku datang ke tempat nongkrong favoriteku. Ku pesan salah satu menu disana yaitu satu potong cake cantik.

Mendudukan tubuhku di salah satu bangku di outdoor untuk menunggu pesanan. Hari ini akhir pekan banyak orang berlalu lalang berjalan-jalan dan bersantai ria, sama halnya denganku.

Ku topangkan daguku di tangan kiri melihat ke arah jalanan. Di kawasan perbelanjaan elite ini ku lihat mereka berlomba memamerkan stylish terbaik mereka dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Aku tersenyum melihat itu semua, apa hidup ini melulu tentang gaya, harta?. Mereka terlihat mengobrol asyik dan beberapa kali ku dengar mereka juga pamer tentang kekayaannya, tentang hidup mereka yang terdengar nyaris sempurna, Hell! Telingaku pengang sekali.

Harusnya aku tak asing lagi dengan keadaan seperti ini, sedari lahir aku sudah berada di tengah orang-orang yang memamerkan harta mereka, yang setiap saat membicarakan berapa banyak harta yang mereka miliki, menjadi rela menjadi penjilat demi mendapatkan itu semua.

Aku di besarkan di keluarga besar terpandang. Ayah dan ibuku mendidikku dengan tegas. Aku anak bungsu dari dua saudara. Kami memang di manja namun untuk pamer kekayaan kami tidak pernah. Ayah mengajarkan tentang kesederhanaan. Ibu mengajarkan kami untuk merendah tapi bukan di rendahkan.

Harus mengenali siapa kawan dan mana lawan, penjilat ada dimana-mana. Topeng mereka kuat dan pertahananku pun harus lebih dari itu.

"Atas nama Taeyong Lee, pesanan anda ?"

Tanya satu pelayan dengan senyum menawan, lesung pipi dalam terukir di dua pipinya. Bibir tebalnya melengkung indah dan suaranya yang dalam membuatku merinding seketika, ada apa denganku ? Aneh sekali.

Aku mengangguk kaku, berdehem pelan menetralkan diriku. "ya" itu saja yang keluar dari mulutku. Pelayan itu tampan sekali.

"Silahkan dinikmati" ia membungkuk hormat dan berlalu dari mejaku.

Aku masih menatap punggung tegap itu. Aku baru melihatnya di sini, ini adalah tempat hang out langganan ku. Ia sudah sampai di counter tempatnya bekerja, sesekali pandangan mata kami bertemu dan kulihat ia selalu melirik ke arahku, aih Taeyong jangan narsis!.

Ku sesap minumanku, rasa manis menjalar didalam mulutku. Disusul dengan strawberry shortcake  yang lembut, mereka selalu mempertahankan rasanya, aku sudah mengenal tempat ini saat masih di senior high school.

Tempat duduk di sekitarku terasa semakin penuh, beberapa sudah pulang dan datang lagi yang baru. Telpon genggamku berdering, ku angkat panggilan itu. Terdengar suara Eomma yang menanyakan posisiku dimana, dan terakhir menitip beberapa kue kesukaanya di tempat ini, setelahnya kami akhiri panggilan suara.

Minumanku masih tersisa banyak, ku bawa dalam genggamanku untukku bawa pulang. Ku hampiri counter kue-kue yang berjejer manis dan rapi. Aku di layani oleh pria tadi yang mengantar pesananku. Ia tidak memakai nametag sehingga aku tidak tahu namanya siapa.

"Tolong bungkuskan, tiramishu, cheesecake bluberry, strowberry shortcake, red velvet dan chantily masing-masing 1" ucapku pada orang itu.

"Ada tambahan lagi ?" Tanya nya sopan.

"Namamu?" Aku kaget dengan kata yang keluar dari mulutku, lirih tapi ku rasa ia masih mendengarnya. Ingin ku kubur hidup-hidup diriku saat ini juga.

Ia terkekeh pelan, astaga malu sekali aku. Wajahku sudah memerah mungkin. Apa-apaan aku ini.

"Jaehyun" jawabnya singkat sambil tersenyum malu-malu.

BROKEN ANGELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang