Hai September...
Dua mata kail telah tersaji
Datang membawa penegasan juga penawaran
Katanya,
Seperih apa laramu?
Serumit apa bebanmu?
Jika bersedia,
Aku bisa menopang semua bebanmu
Menemani mu berkeluh kesah
Memulihkan otot-otot yang melemas
Menyumpal air mata yang deras
Merapihkan segala lara agar tuntas
Hingga nanti aku pastikan kamu akan baik-baik saja walau tak seutuhnya lekas
September...
Terus berjalan seperti yang semestinya
Hingga waktumu habis dan Oktober menjemput
Hanya kamu dengan perjalananmu yang tahu jawabnya.
