2

15 6 2
                                    

Don't be silent reader:)
Vote and coment biar author semangat:)

~~~~~

'Kau menyakitiku Ketty, apa kau tidak menjaga perasaan ku sedikit pun?' gumam nya sedih
'Tega nya kau mrnyatakan sayang dengan nya di depan ku' gumam Gerall lagi.

"Gerall, kok gak dimakan? Tadi kata nya makan" tanya Ketty. Ketty memperhatikan wajah kekasih nya itu. "Kenapa raut wajah nya sedih Gerall? Sani ada salah yah?"

'Sangat salah Ketty' tapi perkatan nya hanya di pikiran, dia tidak berani mengutarakan nya.

"Kalau aku bilang jauhin Kriss, Ketty mau gak?" tanya nya lagi dengan emosi yang tertahan.

"Kalau Ketty jauhin Kriss, berarti Ketty juga harus jauhin Gerall dong, Ketty gak bisa, Ketty gak mau" Gerall tidak habis pikir dengan penuturan kekasih nya itu.

"Ketty aku itu pacar kamu, kamu harus jauhin Kriss, hargai aku sebagai kekasih mu, mengerti lah Ketty" mohon Gerall.

"Tapi Ketty bahagia sama Kriss, kata Gerall, Gerall akan ngelakuin apapun untuk Ketty asal Ketty bahagia"

Bagaimana perasaan mu jika kekasih mu sendiri bahagia dengan orang lain? Sakit bukan? Begitu lah yang dirasakan Gerall sekarang, tetapi dia tidak bisa marah bahkan membentak kekasih nya itu, dia sangat Mencintai Ketty.

"Tapi untuk yang satu ini Gerall gak bisa ngabulin" kata nya masih dengan sabar.

"Harus, Gerall harus ngabulin, kenapa Gerall baru sekarang ngelarang Ketty? Dulu-dulu gak"
Memang benar Gerall tidak memarahi karena di pikiran Gerall saat itu hanya sebatas teman, ternyata kekasih nya itu kelewat batas.

***

"Ara kantin yuk" ajak Kaylee sebangku sekaligus sahabat nya.

"Gak mau, Ara gak mau nanti diganggu lagi sama Kriss" katanya. Ara tidak suka di gangu oleh orang yang belun dikenal lnya dia takut dan sedikit risih. Sebab dari Sd dia tidak pernah keluar kelas kecuali pulang sekolah, itu pun menunggu sekolah sepi. Pernah sekali dia memberani kan diri keluar untuk ke kantin, tetapi Kriss mengganggu nya, hanya sekedar mengacak rambit Ara, karena Ara sangat menggemas kan, tetapi bagi Ara itu menggangu nya. Berlebihan emang.

"Kalau di ganggu gue jotos kepala nya, ayolah Ra, bosan di kelas mulu, Amelia juga capek di suruh-suruh terus, ya gak Mel?" tanya nya ke Amel.

"Gak kok Ra, gak capek orang lo bayar besar" kata Amel kelewar jujur, Kaylee menatap tajam Amel.

"Eh, iya Ra kaki gue pegal di suruh-suruh mulu" bohong nya karena mata Kaylee melotot nya tajam, syukur mata nya tidak keluar.

"Apaan sih, Amel gak jelas" kata Ara.

"Ayolah Ra, mau sampe kapan lo di kelas mulu? Belajar berbaur sama orang lain Ra, om Sansi sih salah, ngurung lo terus dirumah, keluar rumah pake bodygoard segala lagi dulu"

"Itu kan karena papa sayang sama Ara, papa takut ara kenapa-kenapa. Dulu Pesan Bunda, papa harus jagain Ara jangan sampai luka"

"Iya juga yah, lah gue dari kecil gak pernah dapat kasih sayang bahkan gue gak tau bokap-nyokap gue"

"Kan papa Ara papa Kaylee juga" Kata Ara dengan senyum

"Kok jadi bahas gituan, semangat Kaylee, jangan lemah" kata nya kediri sendiri.

"Tapi aku bakalan tambah sedih kalau Ara gak nurut ikuy ke kantin" ide Kaylee yang tiba-tiba muncul.

It's HurtTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang