Langit biru dengan burung beterbangan adalah background yang tepat untuk sebuah mobil mewah yang sedang melesat menembus jalanan kota Seoul.
Cekittt.
Mobil itu berhenti dan keluarlah seorang Roseanne Park dengan wajah angkuhnya. Dia berjalan menuju ruangannya dan begitu sampai didalam gedung perusahaannya, semua karyawan membungkuk hormat padanya.
"Angkat wajah kalian" ucap Rose dingin.
Mereka berdiri tegap lalu menatap atasannya dengan was-was.
Rose pergi ke dalam ruangannya. Disana ada Jisoo yang sedang membereskan ruangannya.
Jisoo mendengar suara pintu dibuka dan dia berbalik dan tersenyum menatap Rose.
"Chaeng, selamat atas pernikahanmu. Ini kan hari pertamamu, kenapa kau bekerja?" tanya Jisoo.
"Memangnya kenapa? Menurutku semua hari sama saja" ucap Rose berjalan mendekati Jisoo.
"Tidakkan kau pergi menghabiskan waktu atau honeymoon bersama istrimu?" tanya Jisoo.
Rose memojokkan Jisoo ke meja kerjanya. "Honeymoon? Itu hanya membuang waktu dan uangku. Lebih baik aku bekerja, aku bisa mendapatkan uang dan... Bisa bertemu denganmu Kim Jisoo"
"Chaeng, menjauhlah, kau sudah punya istri"
"Memangnya kenapa jika aku mempunyai istri? Hanya kaulah girl crushku" ucap Rose mengusap pipi Jisoo.
Jisoo mendorong Rose. "Sadarlah Roseanne Park, kau tidak pantas mengharapkanku lagi"
"Semua orang berhap berharap"
"Tapi kau sendiri yang menghapuskan harapan itu. Untuk apa kau mengharapkanku jika kau sudah menikahi orang lain?"
"Aku? Menikah? Kau tahu Untuk apa aku menikah? Tentu saja untuk harta, kekuasaan, dan balas dendam"
"Jangan bodoh Chaeng jangan menyakiti istrimu. Dia orang yang baik, dia tidak tahu apapun"
"Itu dia, kau tidak tahu saja jika balas dendam yang paling menyenangkan adalah melibatkan Orang-orang yang dia sayang. Membiarkan dia tersiksa dan mati perlahan saat melihat orang yang dia sayangi hancur."
"Hentikan Chaeng, kau akan menyesal"
"Aku tidak peduli"
Jisoo menghela nafasnya. Manusia keras kepala itu akan melakukan papun yang menurutnya benar, jadi percuma saja jika dia menasihati nya, sampai mulutnya berbusa pun dia tidak akan mendengarnya.
"Pertemuan dengan tuan Kwon nanti siang" ucap Jisoo lalu kembali ke tempatnya.
Rose kembali melakukan pekerjaannya.
*****
Kembali terdengar helaan nafas dari yeoja manis itu. Dari tadi pagi dia hnya berdiam diri di rumah. Dia juga tidak bisa bebas atau ke ruang tamu, jujur dia masih takut dengan Lalisa, yeoja berponi dan bermulut samyang itu selalu menatap nya dengan tatapan benci. Sebenarnya apa salahnya? Bertemu saja baru beberpa kali.
Ia yang sedang duduk di balkon kamarnya menatap kebawah, halaman rumah mewah itu dimasuki sebuah mobil sedan hitam laku berhenti di parkiran.
Dia mendengar bel berbunyi laku dengan segera dia membuka kan pintu. Dan terlihat seorang Ahjussi disana.
"Nee? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Jennie.
Orang itu menatap Jennie dengan dahi mengkerut. "Kau... Istri Chaeyoungie?"
Jennie mengangguk. "Dan anda?"
"Ah iya, aku Limario, paman Chaeyoung, ayah Lisa"
Jennie mengangguk. "Masuklah paman"
KAMU SEDANG MEMBACA
Can I Love You?
FanfictionTentang bagaimana cinta yang tulus merubah dendam dan ambisi seorang Roseanne. "Aku menikahimu bukan karena aku mengasihanimu apalagi mencintaimu, aku menikahimu karena kekuasaan dan karena aku membencimu" "aku sangat membencimu hingga sangat ingin...
