ara 11

0 2 0
                                    

Hari ini Aurora akan pergi bersama ayahnya ke showroom mobil. Seharusnya ia pergi kemarin, karena kejadian Aurora yang pingsan di kampusnya jadi Fajri memutuskan untuk mengundurnya.

Afrida? Ia tidak ikut karena ada pengajian mingguan ibu-ibu di komplek rumahnya.

"Yah. Emang mau ngapain si kita ke showroom?" tanya Aurora. Ia menengok ke arah sang ayah yang sudah duduk manis di bangku pengemudi.

Fajri menoleh melihat anaknya."nanti ayah kasih tau."ucap Fajri.

Aurora memutar bola matanya jengah. Sedari tadi ia menanyakan hal itu namun ayahnya hanya membalas 'nanti ayah kasih tau'.

"Nanti pas udah di sana kamu pasti seneng!" setelah mengucapkan itu pajri langsung melajukan mobilnya.

Mobil yang di kendarai aurora dan ayahnya kini sudah ada di parkiran showroom mobil Jaya Iskan. Aurora membuka pintu mobil. Ia menyusul ayahnya yang sudah turun terlebih dahulu.

Mata Aurora berbinar saat melihat deretan mobil mewah yang terpampang rapih di showroom tersebut.

Bukannya Aurora tidak pernah melihat isi showroom, namun ia selalu suka melihat mobil-mobil mewah berderetan rapi di ruang tersebut. "Ra. Kamu suka yang mana?" tanya fajri menyadarkan Aurora dari lamunan nya.

Aurora membalikan tubuhnya. Ia tidak mendengar pertanyaan ayahnya."apa yah?"

"Kamu suka yang mana?" ulang Fajri.

Aurora menautkan alisnya bingung."maksud ayah?"

"Yaaa menurut kamu. Kamu suka yang mana?" jelas fajri. Aurora mengangguk paham.

"Yang itu!" Aurora menunjukan mobil sport berwarna merah. Memang sedari tadi mobil tersebut sudah menjadi perhatian.

 Memang sedari tadi mobil tersebut sudah menjadi perhatian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mata Fajri melihat ke arah tunjuk Aurora. Memang selera anaknya sangat bagus."yaudah kita beli yang itu."

Mata Aurora membulat. Bicara apa ayahnya ini! Ia tau Fajri mampu membelikan mobil tersebut kepadanya. Namun buat apa ayahnya itu membelikan mobil yang mungkin harganya tidak main-main untuk nya.

Aurora menganggap ucap ayahnya hanya umpatan semata. Ia tidak ingin memusingkan pikirannya. Lebih baik Aurora melihat-lihat mobil yang lain.
Saat Aurora akan membalikan tubuhnya. Ia melihat ada remaja yang menghampiri ayahnya.
"maaf pak ada yang bisa saya bantu?" tanya remaja tersebut kepada ayah Aurora.

Aurora melirik remaja tersebut. Ia tau nama remaja tersebut, namun ia nampak tidak perduli. Untuk apa juga ia harus mengenalnya lebih jauh?.

Fajri melihat ke arah remaja yang baru saja bertanya padanya. Menurutnya Umur remaja tersebut hampir sama dengan putrinya. Mungkin hanya berjarak beberapa tahun."kamu?"

"Saya Akmal, anak dari pemilik showroom ini pak." jawab Akmal seolah tau apa yang akan di tanyakan ayah Aurora.

Ya! Akmal adalah anak dari pemilik showroom mobil jaya Iskan. Ia juga memiliki beberapa cabang perusahaan di bidang transportasi.

AURORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang