Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.
Doyoung liat yoora masih nonton Spongebob. Tengah malem.
"Tidur by"
"Iya nanti"
Seolah tuli, Doyoung malah matiin tv nya terus gendong yoora ke kamar.
"Ih turunin"
Gak di jawab.
"Hehh"
Gak dijawab2.
Akhirnya yoora memilih diam.
"Kamu gak marah?"
Doyoung naikkin 1 alisnya.
"Marah kenapa?"
Yoora narik nafas panjang.
"Kamu gak kecewa? Aku jaga janin aja gak bisa, emang apa yang mau kamu harapin dari aku?"
Doyoung senyum, terus meluk yoora.
(Posisinya lagi tiduran)
"Aku gak marah, aku juga gak kecewa, aku sayang sama kamu tulus, seharusnya aku yang minta maaf udah ninggalin kamu di rumah, padahal aku tau di sini lagi ga ada bibi song, aku minta maaf banget." Doyoung ngecup tangan yoora.
Jawaban Doyoung sontak membuat yoora senang dan terharu sekaligus, apalagi pas Doyoung nyium punggung tangan yoora.
"Makasih" lirih yoora yang langsung membenamkan wajahnya ke dada bidang Doyoung.
Ujung bibir Doyoung terangkat.
Ada sedikit rasa canggung, tapi Doyoung harus tetap stay cool.
Hingga akhirnya mereka pun masuk ke alam mimpi.
"Bangun"
"Udah siang, kamu harus kerja"
"Iya"
"Aku udah siapin sarapan, baju kamu juga"
Doyoung ngangguk ngangguk kecil.
"Yaudah sana mandii"
"Bentar by, nyawanya baru satu"
Yoora menggeleng pelan.
Setelah selesai sarapan yoora mengantar suami nya sampai pintu gerbang kemerdekaan. G
"Ah iya temen temen aku mau pada dateng"
"Temen yang mana?"
"Waria"
"Hah?! Kamu punya temen waria? Astaga" Doyoung menggeleng tidak percaya.
"Boong lahh"
"Random banget" senyuman yoora merekah
"Kamu cantik. Kalo senyum"
"Jadi aku jelek kalo gak senyum hah?!"
"Haha ngga by" Doyoung terkekeh geli.
"Yaudah aku pergi dulu yaa, ah iya soal Hana kamu tenang aja dia udah masuk ke tempat yang cocok sama dia." Doyoung melangkah pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ACCIDENTAL | Kim Doyoung (Completed)
FanficKetika kamu dijodohkan dengan seseorang yang merupakan mimpi terburukmu. Apa ini kebetulan? "Apa kamu mencintaiku?" Tanya Doyoung. Yoora hanya diam tidak ada niatan untuk membalas pertanyaan Doyoung, yoora bingung. Doyoung tersenyum tipis, "lupain...
