Sepuluh

2 1 0
                                    

KEESOKAN HARINYA, HARI MINGGU…..

  Dion merencanakan kencan bersama Amel hari ini karena besko dia sudah pergi ke Amerika. Amel juga sudah tau akan hal ini, dia mungkin bisa bertahan tapi mereka berdua pasti akan saling merindu satu sama lain. Dion sudah menyiapkan hadiah untuk Amel, hari ini dia ingin membuat Amel bahagia walaupun besok dia tidak ada. Dion hanya ingin Amel selalu bahagia kapan pun itu entah saat Dion ada bersamanya ataupun tidak. Dion langsung menjemput Amel dan mengajaknya untuk pergi ke taman lebih dulu.

Dion: “Mel, kamu beneran gapapa kan?”

Amel: “Engga gapapa kok, kenapa?”

Dion: “Besok aku kan pergi kamu-"

Amel: “Kan kita masih bisa telponan, video callan juga. Udah gapapa, namanya juga ujian. Ayah kamu nanti khawatir juga kalo kamu di sini, setahun pula. Udah aku gapap kok, lagian kan ada Oliv yang jagain. Udah ayo mo beli es krim itu…”

Dion: “Iya-iya. Habis ini ke tempat .lain ya, ada tempat yang mau aku tunjukin ke kamu”

Amel: “Ke mana?”

Dion: “Udah nanti liat aja, mas pesen es krimnya yang rasa coklat 2”

Abang es krim: “Baik den, tunggu sebentar ya. Ini es krimnya”

Amel dan Dion: “Makasi ya pak”

Abang es krim: “Iya sama-sama”

Dion: “Udah yuk jalan sekarang”

Amel: “Iya”

  Mereka berdua langsung kembali ke mobil karena Dion ingin menunjukkan tempat yang sudah dia buat sendiri atau sesuatu yang romantis untuk mereka berdua. Akhirnya mereka pun sampai di tempat itu.

Dion: “Nih pake tutup matanya dulu” (sambil memberikan kain untuk menutup mata Amel)

Amel: “Ngapain pake tutup mata”

Dion: ”Biar surprice aja...udah pake cepet”
Amel: “Iya-iya”

  Amel langsung menutup pakaian pakai kain yang sudah Dion berikan tadi. Setelah Amel menutup matanya, Dion langsung mengajaknya masuk. Iya Dion mengajak ke sebuah tempat yang indah dihiasi dengan berbagai macam bunga, dan juga ada rumput-rumput yang pendek tapi bagus. Di sana juga sudah di hiasi banyak lilin untuk menerangi tempat itu.Iya mereka berada di taman, di sana juga sudah di sediakan meja makan untuk mereka berdua. Ada berbagai makanan dan juga minuman kesukaan Amel dan Dion.

Dion: “Buka matamu” (langsung melepas kain yang dipakai tutup mata Amel tadi)

Amel: “Dionn…ini di mana? Bagus bangett….Waaahhh……Dionnn….bunganya bagus aku suka….”

Dion: “Iya aku tau kamu suka, gimana…mau makan atau cuman mau bediri aja?”

Amel: “Iiihh iya-iya, ayoo. Wisss ada salmon kesukaan, kamu bikin ini sendiri?”

Dion: “Iya, dari kemarin aku buat ini”

Amel: “Oohh jadi ini nih biar aku ga nangis atau apa, udah aku udah tenang kok. Udah ayoo makan laper tau”

Dion: “Makasi, yaudah ayuk”

  Akhirnya mereka berdua makan bersama setelah mereka berdebat dalam pembicaraan tadi. Setelah mereka selesai menikmati waktu berdua, mereka akhirnya pulang. Dion lebih dulu mengantarkan Amel untuk pulang ke rumah karena dia tau kalau Amel pasti sudah lelah karena seharian mereka menghabiskan waktu berdua. Setelah Dion mengantar Amel pulang, dia langsung pulang ke rumah. Saat dia di rumah, Dion menyapa orangtuanya lebih dulu dan langsung ke kamarnya. Tidak lupa dia memasukkan pakaiannya untuk keberangkatan besok. Di samping itu rasanya Dion ingin sekali menangis karena besok dia tidak sempat bertemu dengan Amel, karena Amel juga harus berangkat sekolah. Dion sedih karena saat dia ingin berangkat ke Amerika Amel pergi ke sekolah, tapi dia juga ingin Amel tidak telat berangkat ke sekolah. Yah dibilang ujian ya ini memang mungkin. Mereka harus melaksanakan semua ujian ya sudah Tuhan berikan ini. Mungkin menurut mereka, mereka ditakdirkan untuk bersama. Tapi apakah itu benar? Apa mereka bisa menghadapi rintangan yang sulit ini? Apa mereka bisa menunggu waktu selama ini?

UDAH-UDAH BERIKAN KOMENTAR KAMU DI SINI AJA YUK…..

JANGAN LUPA TERUSKAN BACAAN KAMU DAN SEMOGA KEHIDUPAN KALIAN SELALU BAHAGIA…..

•••••••••

About TimesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang