07

74 5 0
                                    

"Hayooo, ngapain kalian?!" ucapku tepat di depan tiga laki-laki yang sedang mengganggu si Kutu Buku.

"Eh, ada cewek dateng" ucap salah satu dari mereka.

Kulihat bet kelas mereka yang ternyata kakak kelasku.

"Jadi kakak kelas kok suka banget nindas adek kelas" sahutku.

"Lah. Beranian dia dengan kita, hahaha" mereka pun menertawaiku.

"Adek kelas ya? Udah sana, dek. Kita nggak mau berurusan sama cewek" kata salah satunya lagi menyuruhku pergi.

"Enak aja! Ngusir-ngusir. Kalian juga nggak tau kan, gue siapa!" balasku tak mau kalah.

"Temennya si kacamata ini ya?" ucap laki-laki itu sambil merangkul si Kutu Buku yang sedari tadi hanya menunduk saja.

"Kepo!" jawabku.

"Wah, adek kelas ini belagu juga ya" salah satu dari mereka mendekatiku dan memajukan wajahnya ke arahku.

Sebelum tanganku ingin menoyor kepalanya. Ternyata sudah ada tangan lain yang menjauhkan wajahnya dariku.

"Bang, inget ini cewek" ucap Hendi yang baru datang dan berdiri di sampingku.

"Gak usah ngelunjak ya lo megang-megang palak gue" ujarnya sedikit nyolot pada Hendi.

"Hayo lo, Hen. ini kakak kelas nya serem loh" ucapku pada Hendi dengan sedikit mengejek.

"Iya serem, sampe lo sendiri atut kan" balasnya.

"Heleh, anak manja aja banyak bacot" timpalku.

"Woy!" ucap kakak kelas yang merasa diabaikan itu.

"Nah lo, kena lo" ucapku lagi ke Hendi.

"Lo orang didiemin nambah ngelunjak, nggak ngehargain ada orang disini!" ucapnya membentak kami.

"Hen, emang disini ada orang ya?" tanyaku sambil berjalan memutari para kakak kelas itu.

"Yan, yan. Gak usah berlebihan lo" jawab Hendi.

Aku hanya diam dan tetap memutari mereka, lalu aku berhenti tepat di depan kakak kelas yang mendekatiku tadi.

Kumajukan wajahku ke arahnya seperti yang dia lakukan tadi.

"Yang gue liat cuman kumpulan pecundang" ucapku sambil menatap garang padanya.

"Lo-lo jadi cewek bela-" sebelum ia menamparku, tangannya sudah ditahan oleh Hendi.

"Dih, Hen. Ngapain lo tahan, ih. Gak seru lah, males gue sama lo" ucapku.

"Plis, yan. Jangan nambahin catetan merah lagi di BK" sahutnya.

"Kan kalo gue ditampar, nih kunyuk ini bisa gue bawa juga" ucapku sambil menunjuk orang yang ada di depanku ini.

"Za, gue inget. Mereka ini anak IPS kelas 11, gosipnya mereka suka berantem termasuk tuh cewek" sahut kakak kelas satu lagi.

"Yah, Hen. Susah deh jadi orang terkenal gini" sahutku cemberut dengan sengaja.

"Oh, jadi kalian preman" kakak kelas yang di depanku ini berpindah tepat di samping kananku.

"Terus, apa bedanya dengan kita nih?" ucapnya sambil menarik si Kutu Buku.

"Oh, jelas beda. Kita nggak ngegangguin adek kelas" ucapku berpindah lagi lalu merangkul dua kakak kelas yang dari tadi hanya menyaksikan saja.

Lalu kudekati kakak kelas yang sedang bersama si Kutu Buku itu.

"Nih, orang ini. Gue kenal dengan dia" kataku dengan menarik si Kutu Buku ke arahku.

PACARku Si Kutu BukuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang