(Berubah?)
Prilly duduk di kursi yang sudah di sediakan di depan kelas nya ia menatap kosong ke depan menatap betapa deras nya hujan saat ini. Prilly menatap satu per satu siswa yang sudah berhamburan pulang dan meninggalkan wilayah sekolah.
"Prill pulang yuk"Ajak Jesica
"Lo duluan aja Jes gue nunggu Ali"
"Lo yakin Ali bakal pulang bareng sama lo?"Tanya Jesica
"Iya Jes nanti gue bujuk"Jawab Prilly
"Okey kalau gitu gue pulang duluan yah, see you baby"Pamit Jesica
Prilly hanya menganggukkan kepala nya mengiyakan apa yang di katakan oleh Jesica, Prilly menoleh ke samping kanan dirinya menemukan Ali.yang sedang berjalan di koridor sekolah, bibir Prilly seketika melengkung tersenyum saat memperhatikan Ali. Prilly inging beranjak dari duduk nya namun ia urungkan ketika melihat Maya yang menghampiri Ali.
"Sayang, udah lama nunggu yah?"
Maya mengerutkan dahi nya bingung. Maya melihat sekeliling nya tatapan nya tertuju pada Prilly dan yah dia tau apa yang Ali maksud.
"Eh nggak kok yaudah pulang yuk" Ajak Maya
"Yuk"
Maya dan Ali berhenti tepat Prilly yang sedang menunduk merasakan sakit di dada nya.
"Hmm...Prill gue sama Ali duluan yah udah sore nih hujan lagi"
"Gue duluan Prill lo hati hati pulang yah"
Prilly menganggukkan kepala mya seolah mengiyakan pamitan kedua nya tanpa basa basi lagi Ali pergi dengan merangkul pinggang Maya dan itu tak luput dari pemandangan Prilly. Sakit? oh tentu nya sangat sakit. Prilly bangkit dari duduk nya berjalan gontai di koridor sekolah dan naik ke dalam taxi yang sudah ia berhentikan.
"Makasih banyak Li"
Ali menganggukkan kepala nya. Terlebih dahulu Ali memang mengantar Maya pulang.
"Li jujur gue nggak tega lihat Prilly" Ucap Maya
Jadi gue harus gimana lagi May?"Lirih Ali
"Apa nggak sebaik nya lo kasih tau sama Prilly tentang penyakit lo Li?" Tanya Maya
"Gue hanya nggak mau dia tau tentang penyakit yang gue derita" Jawab Ali
"Tapi Li lo sama Prilly kan bisa sama sama berjuang"
"May! lo tau sendiri kan kemungkinan besar gue hidup cuman 25% lagi? itu uda stadium terakhir May gue nggak mau nanti nya Prilly nangisin jasad gue dan terus terusan sedih yang gue mau Prilly bisa ikhlas dengan kepergian gue dengan buat dia benci sama gue"Jelas Ali
"Gue nggak bisa ngelarang lo Li. Ini adalah hidup lo dan lo yang berhak buat nentuin gimana kehidupan lo kedepannya, gue duluan yah"
Maya menutup pintu mobil Ali ketika sudah turun. Ali menjalankan mobil nya dengan kecepatan rata rata. Ali memarkirkan mobil nya ketika sudah sampai di garasi rumahnya. Ali tidak mengunjungi rumah Prilly seperti biasanya tentu saja berat baginya lalu mau bagaimana lagi toh hidup nya tidaka akan bertahan lama lagi.
"Awsss...kepala gue"
Ali merasakan ada yang mengalir di hidung nya Ali menggesekkan tangannya dan terlihat lah disana ada darah dengan kekuatan yang masih ada Ali keluar dari mobil memasuki rumah nya menaiki tangga dengan tenaga yang masih ia punya mengambil obat dan segera meminumnya setelah itu Ali merasa sakit di kepala nya sudah cukup mereda.
"aaawwwsss...sakit"Ringis Ali
"Astaga Ali lo kenapa?!"
Ali menolehkan kepala nya di lihat nya Prilly ada di sana dengan keadaan yang panik. Ali berusaha berdiri namun tidak bisa kepala nya masih sangat sakit saat ini. Dengan cepat Prilly membantu Ali untuk berbaring di king size.
"Kita ke rumah sakit yah"Ajak Prilly
"Jangan gue nggak papa kok"Tolak Ali
"Tapi Li-"
"Gue nggak papa"Jawab Ali
"Mungkin gue cuman kecapean aja"
"Gue nginap disini yah"Kata Prilly
"Jangan, lo pulang aja gue bisa kok di rumah sendiri"Larang Ali
"Loh? kenapa? Gue harus rawat lo Li lihat keadaan lo sekarang"
"Gue nggak papa Prill kalau gue butuh bantuan gue bakal nelpon Maya kok" Jawab Ali
"Maya?"Tanya Prilly
Apa Ali tidak menganggapnya lagi? Kenapa Ali nya berubah? Pliss bantu Prilly untuk mengembalikan Ali nya yang dulu lagi.
"Iya Prill gue bisa suruh Maya kok"
"Trus sekarang lo anggap gue apa Li?" Tanya Prilly
"Prill! Maya pacar gue Prill-"
"Trus setelah Maya pacar lo, gue jadi nggak bisa deket lo lagi gitu?"Bentak Prilly
"Bukan gitu Prill tap-"
"Maya ngasuh apa sih Li sama lo sampai lo bisa berubah gini? bilang sama gue Li maya ngasih apa sama lo. biar gue juga bisa ngelakuin itu biar lo bisa balik lagi sama gue"
Tangis Prilly pecah. Ali memijat pangkal hidup nya.
"Selama ini Li siapa yang ada buat lo? hah?! siapa yang ada buat lo dari lo kecil sampai lo segede ini? dan dengan seenak nya maya ngerebut lo dari gue dan udah buat Ali gue yang dulu berubah. Hah?! Bilang sama gue Li maya ngasih apa sama lo!"
"Nggak gitu Prill...gue bukannya berubah tapi Maya udah pacar gue Prill gue nggak mau dia salah paham hanya gara gara ini"Ucap Ali
"Trus dengan seenaknya lo nggak bolehin gue ngejaga lo lagi? iya?!" Tanya Prilly
"Gue mohon lo pulang Prill"Kata Ali
"Li-"
"Pulang sekarang Prill"Tegas Ali
"Oke gue akan pulang tapi inget yah Li baik baik gue kecewa sama lo"
Prilly mengambil tas nya dan pergi meninggalkan Ali. Ali hanya bisa menarik nafas panjang dan membuang nya kasar kenapa penyakit sialan ini datang ketika ia ingin bahagia bersama Prilly? kenapa cobaan selalu datang di saat yang tidak tepat?
"Gue nggak nyangka Li lo setega ini sama gue, gue benci banget sama lo Li"
"Mana janji lo Li? mana?! lo emang bener bener ingkar janji sama gue kata kata lo yang dulu busuk semuanya busuk lo dasar laki laki yang nggak tau malu Li"
Prilly berteriak di bawah hujan yang deras tak peduli dengan sekitar nya. Rasa sedih, kecewa, benci sudah bercampur aduk kini ia rasakan.
........................................................................
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL BINTANG GUYS❤
KAMU SEDANG MEMBACA
I Want Your Love(On Going)
Ficção Adolescente~Gue tau lo udah punya pacar tapi gue suka sama lo~ •Prillyana Gracia Hana• ~Tapi gue cuman anggep lo sahabat~ •Aliand Lionel• Sepasang sahabat yang terpisah karena cinta Apakah mereka bisa bersama sama lagi? Baca kuy...
