PART 10

133 15 1
                                        

(Apa? Tidak mungkin)

Prilly memutar balikkan badan nya. Perasaan khawatir menyelimuti hati nya, ia sebenar nya ingin menjaga Ali namun kenapa Ali malah mengusir nya?

"Argghh...kenapa sih gue?"

Prilly membalikkan posisi tidur nya lagi setelah di rasa cukup nyaman Prilly memejamkan matanya.

"Awsss kepala gue"

"Siapa pun tolongin gue, gue nggak kuat"

"Darah? astaga"

Ali terus saja mengoceh sedari tadi rasa sakit yang ia rasakan saat ini sangat parah tidak seperti hari hari sebelum nya, dengan tenaga yang Ali punya Ali meraba meja yang berada di samping nya mengambil ponsel nya dan menekan beberapa nomor disana.

"Halo?"

"Awsss...May-Maya to-tolongin gu-gue"

"Ali lo kenapa Li?"

"Shhh...ke-kepala gu-gue sa-sakit"

"Oke oke gue kesana yah bertahan Li lo harus tahan"

Ali kembali meletakkan ponsel nya ke atas meja setelah Maya mematikan hubungan teleponnya.

"Ke-Kepala gue to-tolong"Teriak Ali

Maya dengan buru buru membuka pintu kamar Ali. Memandang keadaan Ali dengan sendu dengan cepat Maya memeluk tubuh Ali.

"May-Maya to-tolongin gue. Gu-e nggak ku-kuat"Ucap Ali terbata bata

"Lo harus kuat Li lo harus kuta demi Prilly Li"Jawab Maya

"Ayo gue anter ke rumah sakit"Ajak Maya

Maya menuntun Ali berjalan keluar dari rumah nya dan mendudukkan Ali di jok mobil dengan kecepatan tinggi Maya melajukan mobil nya.

"Suster tolong temen saya sus"Teriak Maya

"Woy tolongin temen saya lo semua budeg yah"

Para suster datang mendekat pada Ali dan meletakkan Ali ke brankar. Tangan Ali melepaskan tangan Maya yang sedari tadi ia genggam

"Lo harus kuat Li ini demi Prilly''

"Gue kasihan Li kalau Prilly terus terusan nangis"

"Gue nggak tega"

"Cepet sembuh yah Li"

Maya mondar mandir di depan ruangan ICU sedari tadi mulut nya tak berhenti mengoceh sedikit pun.

"Kembali ke sekolah tanpa Ali, Nggak nggak gue nggak boleh mikirin Ali lagi dia udah punya Maya"Gumam Prilly

"Prill Ali kenapa nggak masuk yah?" Tanya jesica

"Sama maya mungkin"

"Mungkin sih udah ah jagan mewek gitu dong, gue tau apa yang lo rasain kalau Ali dan lo emang jodoh gue jamin pasti bakal deket lagi percaya deh sama gue"Ucap Jesica

"Semoga"

Sebelum maya duduk di kursi terlebih dahulu Maya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar.

"Jadi bagaiman dok?"Tanya Maya

"Penyakit nya tambah parah"

"Apa dia bisa sembuh?"

"Kemungkinan kecil"

"Ali adalah orang yang kuat dok dia bisa sembuh kan?"Tanya Maya

"Saya tau Ali adalah orang yang sangat kuat dulu hampir setiap hari dia dateng ke sini untuk memeriksa keadaan nya. Ali selalu berkata ia ingin sembuh ia ingin bahagia dengan orang yang ia sayangi bahkan ia cinta saat ini. apa anda tau itu siapa?" Jelas dokter

"Saya tau dok, Prilly kan?"Tanya Maya

"Tapi seorang Lionel Aliand mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Walaupun dalam hidup kita adalah masa masa yang sangat sulit tapi tetap lah percaya bahwa itu adalah anugerah yang di beri"

"Kalau boleh saya tau penyakit nya apa dok?"Tanya Maya

"Ali pernah bercerita pada saya bahwa ia pernah mendonorkan ginjal nya pada orang yang ia sayang yaitu bunda Prilly, namun usaha yang di berikan Ali sia sia dan Bunda Prilly tidak terselamatkan. Saya tau mulai dari situ Ali tidak bisa mengurus hidup nya dengan baik hidup dengan satu ginjal mungkin tidak akan cukup apalagi pola hidup nya yang tidak teratur"

"Ali orang yang kuat dok Saya yakin Ali pasti sembuh"

"Berdoa saja yang terbaik untuk Ali"

"Saya permisi dok"

Maya keluar dari ruangan dokter duduk di depan ruang Ali dan menangis. Ali selama ini selalu tersenyum namun di balik senyumannya ia justru menyimpan masalah yang begitu besar.

"Lo bego Li lo bego banget andai dari dulu lo kasih tau Prilly apa yang lo derita pasti Prilly bakal rawat lo dan lo bisa bertahan hidup lebih lama sama dia"

Titttttttttttt...

Suara Elektrokardiograf terdengar sangat nyaring di rumah sakit. Maya buru buru bangkit dan melihat melalui jendela tidak ini tidak mungkin apa itu? garis lurus? oh tidak ini tidak mungkin ini hanya mimpi.

Maya menerobos pintu masuk dengan tangisan histeris nya menatap Ali yang sudah di tutupi dengan kain yang berwarna putih.

"Aliiiiiii..."

Prilly membaca novel di kelas dengan serius tidak ada gangguan apa pun tanpa aba aba ada seseorang yang memeluk nya erat.

"Maya?"

"Prill"Tangis Maya

"Lo kenapa may?"

"Ali Prill Ali Meninggal"Jawab Maya

........................................................................
BERSAMBUNG

TEKAN TANDA BINTANG GUYS❤

I Want Your Love(On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang