Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading
Beberapa cahaya putih mengenai netra Jisung, membuat pandangan sedikit kabur dan pusing. Sekarang kantor kepolisian penuh dengan para wartawan. Berita itu cepat menyebar bagaikan aliran sungai. Dua polisi mengawal Jisung dari samping sisinya. Beberapa polisi lain berusaha menjaga dirinya dari para wartawan, entah itu dari arah depan maupun belakang.
Nyonya Park, Ibu Jisung datang berlari kearahnya dengan tangis tersendu sendu. Kedua matanya serta hidung menjadi berwarna merah akibat tangis nya yang tidak berhenti. Nyonya Park menghambur ke arah Jisung, hampir memeluknya sebelum satu aparat polisi dirinnya untuk ke arah Jisung.
Langkah mereka berhenti,
"JISUNG!! KAU MENGECEWAKAN IBU NAK!!." Berkata seolah tidak memperdulikan banyak orang dengan tangisan air mata, tubuhnya masih di tahan oleh aparat polisi agar tidak mendekati Jisung yang ingin di bawa menuju sel tahanan.
Jisung juga nggak mau ini terjadi, Ibu.
Untuk sementara waktu, selama kasus ini di selidiki oleh kepolisian, Kim Doyoung selaku dektetif yang di tugaskan dengan asistennya. Tidak lupa dua anggota polisi Inspektur Lee Taeyong serta tangan kanannya, Hendery. Mereka satu tim dalam memecahkan kasus ini.
"Maaf Nyonya Park, Untuk beberapa hari kedepan anak Anda kami amankan terlebih dahulu." Salah satu polisi yang sedari tadi menahan tubuh Nyonya Park yang secara paksa untuk mendekati Jisung.
Dengan tiba tiba semua wartawan langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Nyonya Park dengan kamera yang siap untuk merekamnya.
"Maaf apakah Anda kerabat pelaku?"
"Bisakah kami meminta waktu Anda sebentar?"
"Beritahu kami apa yang terjadi sebelum pelaku di tangkap oleh pihak polisi."
Satu demi satu pertanyaan di lontarkan oleh para wartawan. Beberapa flash kamera pun mengarah ke Nyonya Park. Keadaan semakin kacau, suara bising pun tidak dapat di tahan lagi. Para polisi yang mengetahui keadaan itu, wartawan seperti semut yang di taburi gula dan langsung menyerbunya tanpa ampun. Jisung segera di bawa dari kerumunan tersebut ke sel tahanan. Sedangkan Nyonya Park di amankan di ruang kepolisian agar tidak ricuh dan demi kemanan serta privasi keluarga Park. Beberapa wartawan masih mengikuti mereka tanpa menyerah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.