11- Tak sengaja

147 45 11
                                        

Lina sendari tadi berdiri menampak-kan dirinya di pantulan cermin nya dan melihat sosok dirinya yang memastikan sudah perpakaian rapi.
dirinya berniat untuk bersiap-siap untuk segera pergi ke pasar tanpa memperdulikan suaminya yang sendari tadi tertidur pulas, kini usia kandungan nya menginjak delapan bulan makin hari perut buncitnya semakin besar.
Tap_. Raungan suara kaki yang hendak menuruni anak tangga.

" non lina, mau kemana"

Lina menoleh. " mau kepasar bi," sembari mengukir senyuman di bibir mungil miliknya.

Jarak antara rumah dan pasar cukup
dekat dirinya memutuskan jalan kaki karena lebih sehat di bandingkan naik mobil, selepas sampai di tempat tujuan ia membawa tas paperbag ukuran besar , dirinya sendari tadi sedang pilih - pilih sayur segar menurutnya.

" pak. ini harga bayam-nya berapa ?"

" oh yang ini neng, ini harganya hanya lima ribu sebatang nya "

" oh yaudah pak.  saya pesan dua batang sayur ini pak "

selepas itu seorang pedagang membungkus-kan sayur bayam tersebut yang sudah dipilih oleh wanita itu dan ia tak lupa membayarnya.

" baik neng, terimakasih ya neng "

" sama- sama pak "

Brukk_

tak sengaja dirinya menabrak seorang wanita berbadan tinggi.

" maaf mba. saya tidak sengaja menabrak mba," ucap lina, sembari memungut tas milik-nya yang terjatuh menyulusuri tanah .

Prempuan itu hanya terdiam dan mengukir sebuah senyuman miring tanpa menyipitkan mata.

" lain kali kalau jalan, hati- hati bu.." tukas nya.

lina membangkit-kan tubuh-nya sembari menarik nafas panjang dan menghembus-nya kembali saat melihat sosoknya  ia tau siapa orang tersebut yang ia tabrak secara tidak sengaja.

" chika, kamu ngapain kesinih ?"

prempuan itu hanya menepuk kedua telapak tangan nya dengan tatapan tak suka. " em.. mau ngapain ya, tumben lo gak bersama dengan kelvin.  apakah kalian sedang berantem, bagus deh.."

" apa maksud kamu ?"  sontak Lina, menahan emosi-nya.

" udah deh jangan kebanyakan drama jadi orang. gue tau, kalau lo lagi ada masalah sama suami lo sendiri.  udah jujur aja si lin apa susah-nya, sama gue "

lina hanya terdiam tidak membalas apapun dirinya tanpa aba- aba meninggalkan prempuan itu, ia menyebrangin jalan sambil menatap kosong karena dirinya ternga- nganga oleh desis suara yang di ucapkan chika tadi memenuhi pikirinnya, tiba- tiba raungan suara klason mobil  terdengar keras namun ia tak mendengarkan-nya.

" awas mba !! "

sosok pemuda menolongi Lina yang hampir saja ketabrak mobil, ia tak sadar berjalan sangat sembrono tanpa melihat kanan dan kiri.

" terimakasih pak,"

" sama- sama mba, lain kali hati- hati ya mba kalau jalan "

" iya pak "

ketika sampai di rumah sosok pria bertubuh tinggi sudah sangat rapi dan wangi sendari tadi setia menunggu  di daun pintu, dirinya tak sabar menunggu istrinya pulang.

serunya. " sayang, kamu habis kemana ? aku khawatir tau kalau kamu kenapa- napa.  aku gak mau kehilangan kamu dan anak kita sayang, " lain kali kalau kemana- mana bareng aku ya.. biar aku gak khawatir lagi ," sembari megang wajah istrinya.

Lina tersenyum. " iya mas tadi aku hanya kepasar sebentar kok, lagian pasar dan rumah kita jaraknya cukup dekat mas. kamu jangan khawatir ya.."

Pria itu tak segan merangkul istrinya.

 Cinta datang Tanpa Disangka [On Going ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang