👿👿👿
Seharian ini arka selalu memikirkan perkataan kakeknya untuk berdamai dan menerima semuanya sulit bagi arka mengerti semua hal mistis ini apa lagi mengenai bela hantu itu yang selalu menjadi pengganggu dalam hidupnya
Bela adalah hantu yang menyukai arka dan dia akan mengganggu semua wanita yang mendekati arka awal mula pertemuan arka dan hantu bela di sebuah gudang sekolah saat arka SMP dari sana bela terus mengikuti arka dengan alasan dia suka wangi tubuh arka
Ponsel arka berdering
My love
Arka hari ini aku pulang siang jadi jangan jemput oke
📤
Arka tersenyum membaca pesan dari gia
"Arka tolong salin semua file yang ada disini" perintah alex yaitu manajer arka
"Baik pak" arka hanya menerima saja semua pegawai disini tidak mengetahui kalau arka adalah seorang anak dari roy nugraha
Hari ini arka memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya
"Tumben kakak pulang" tanya bunga melihat kakak nya berjalan menaiki tangga
"Kangen sama kamar jadi pulang" jawab arka asal
"Ngga kangen sama aku" kata bunga sambil memajukan mulutnya arka yang mendengar itu kembali turun dan menghampiri adiknya
"Kakak kangen banget sama adik kakak ini" kata arka sambil mengacak rambut
Adiknya
"Kak aku tahu kakak sama kakek udah tahu kalau aku juga sama kaya kalian" bunga mulai bercerita
"Iya kakak tahu makanya kakak larang kamu bawa kak gia ke kamar kamu karna disana ada banyak" arka mengusap pelan rambut adiknya itu
"Aku akan jagain kak gia dari wanita itu kak" bunga memegang tangan kakak nya
"Tentu kamu harus menjaga kak gia kamu ngga takut kan" tanya arka
"Ngga kakek udah ngajarin aku buat lawan mereka" bunga tersenyum pada arka
"Ya udah kakak ke kamar dulu oke" arka berjalan ke arah kamar
Tiba di kamar arka merasa berbeda mungkin karna sudah lama tidak di tinggali oleh arka semuanya menjadi terasa asing dan wanita itu ada di dekat jendela arka hanya mengacuhkan nya
"Tok tok tok" suara pintu di ketuk
"Siapa" tanya arka
"Ini mama ayu turun makan dulu arka" ibu arka membuka pintu
"Iya nanti arka turun arka mau mandi dulu ma" mendengar itu ibu arka menutup lagi pintu kamar
Di meja makan semua berkumpul keluarga arka memang selalu menyempatkan untuk makan malam bersama
"Kak rama gimana persiapan tunangannya" tanya bunga memulai percakapan
"Lancar dek tinggal nentuin tempat aja soalnya mau tahun baru biasanya gedung pada penuh sama acara natal" jawab rama
"Kamu kenapa ngga tinggal disini aja arka" papa arka bertanya pada arka
"Gia takut kalau harus kesini jadi lebih baik aku di apart aja" kata arka
"Jadi gia suka main ke apart kamu" tanya ibu arka
"Bukan main tapi arka paksa main" arka tertawa setelah berkata itu
"Kamu ini itu anak orang main paksa paksa aja" kata mama arka
"Hati-hati arka berduaan di satu ruangan itu ngga baik" papa mulai menasehati arka
"Iya kak yang ke tiganya itu setan" bunga mulai mengompori
"Arka usir aja setannya orang setannya takut sama arka" jawab arka asal
"Kamu itu kalau di nasehatin sama orang tua dengerin" rama kesal dengan adiknya yang satu ini selalu melakukan apapun semaunya sendiri
"Kalau nanti kamu nikah harus tinggal disini rama juga" kata ibu arka
"Ngga rama sama sonya ngga akan tinggal disini" kata rama
"Arka juga sama gia ngga akan tinggal disini" kata arka
"Bunga juga mau ikut suami bunga nanti" kata bunga
"Terus mama nanti sama siapa disini kalian tega sama mama" ibu arka merasa sedih mendengar itu
"Tenang kan ada papa nanti juga mama punya cucu" kata papa arka menenangkan
--------
Sore ini arka pulang lebih awal dia akan menjemput gia melepas rindu karna kemarin tidak bertemu
"Lama banget abis nongkrong di kantin ya sama cowo"kata arka saat melihat gia datang sambil berlari
"Emang kamu suka nongkrong di kantin aku baru keluar kelas" gia menaiki motor arka dan mengenakan helmnya
"Kita ke apart aku atau mau jalan" tanya arka
"Terserah tapi aku cape ke apart aja deh" kata gia
Selama perjalanan ke apart mereka diam tak ada pembicaraan sesampainya di apart gia merasa ada yang aneh dengan kakinya arka tahu itu tapi takut kalau gia akan ketakutan jadi arka hanya menunggu gia berbicara dan memberi tahu dia
"Arka kaki aku kok berasa berat ya" gia mulai merinding
"Coba sini aku lihat" arka menunduk lalu berjongkok
"Udah ngga kan" tanya arka setelah dia usap kaki gia
"Kamu udah kaya dukun ya bisa nyembuhin orang" gia langsung berjalan duduk di kursi
"Dukun apaan dukun cinta" kata arka sambil pergi meninggalkan gia
"Aku mau minum yang dingin" teriak gia saat melihat arka pergi ke arah dapur
"Terimakasih pak dukun" kata gia meledek arka saat laki-laki itu menyimpan satu botol minuman dingin di hadapannya
"Kamu bicara dukun lagi aku sumpel ya tu mulut" kata arka marah
"Yeay marah gitu doang juga" gia meminum minuman nya
"Kemarin aku pulang ke rumah mama" kata arka
"Bagus kamu tuh emang harus pulang ngapain di sini sendirian" gia mulai mengomel
"Biar bisa gini sama kamu" kata arka
"Kalau cuma ketemu kan bisa di luar juga kasian tau tante rima pasti sedih anaknya ngga pulang kerumah" gia terus mengomel
"Iya nanti seminggu sekali aku akan pulang tapi kamu tau kalau kita ketemuan di luar ngga akan bebas" kata arka sambil mencolek dagu gia
"Bebas apaan kamu tuh ya nyebelin" gia mulai tidak nyaman
"Aku ngga bisa pegang kamu aku ngga bisa peluk kamu aku ngga bisa ini itu karna kamu selalu ngga mau aku sentuh kalau di luar" protes arka
"Ngga sopan arka di depan publik kaya gitu" gia menghabiskan minuman nya tiba-tiba haus melanda saat mendengar arka berkata seperti itu
"Wajarlah aku kan cowo kalau deket sama pacar pasti pengen pegang tangan kaya gini" arka mempraktekannya sambil mencium tangan gia dan di balas dengan pukulan dari botol kosong di tangan gia
"Arka" teriak gia
"Sakit gia kepala aku" kata arka
Gia hanya tertawa melihat arka kesakitan
🕸🕸🕸
KAMU SEDANG MEMBACA
TODAY IS THE DAY
Horror"aku memiliki kelebihan aku bisa melihat hal yang orang lain tidak bisa lihat" ARKA "Aku memiliki kekurangan aku takut hantu" GIA kebersamaan kita yang di dasari atas nama cinta membuat kita saling melengkapi kelebihan dan kekurangan kita..... PELUK...
