👿👿👿
Memang tak mudah menjalani hidup dengan memiliki kelebihan seperti ini terkadang arka ingin sekali membuat semua orang mengerti akan posisinya tapi akan sia-sia jika arkan banyak menjelaskan tapi tak satupun dari mereka mengerti kejadian sewaktu dia sekolah dasar kini terjadi lagi saat dia bekerja
Arka bekerja di perusahaan pamannya walau pun perusahaan ayahnya lebih besar dan sukses tapi dia tidak ingin memanfaatkan nama besar ayahnya di perusahaan pamannya
dia bekerja sebagai asisten manajer walaupun pekerjaan ini mengharuskan dia bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang tapi baginya tetap membosankan karna dia tetap bisa melihat hantu
"Kamu dimana" tanya arka dari telpon
"Masih di kampus" jawab gia
"Pulang jam berapa mau aku jemput" arka menawarkan diri dengan senang hati
"Ngga usah deh kamu kan pulang kerja pasti cape" sebenarnya gia ingin sekali mengiyakan ajakan arka tapi dia tau arka pasti lelah
"Oke kalau gitu sampe ketemu nanti malam" seperti biasa arka mematikan secara sepihak
Arka mulai membereskan berkas laporan yang harus dia berikan kepada setiap depisi arka berjalan melewati lorong menurut nya melihat hantu sudah biasa banyak yang menampakan wujudnya pada arka tapi arka cuek tak mau menanggapi mereka (HANTU)
Jam menujukan pukul 5 kini arka sedang duduk di atas motornya sambil memainkan ponsel menunggu gia
"Udah aku bilang jangan jemput" kata gia
"Aku cape makanya jemput kamu" arka mulai menggoda gia
"Makanya pulang kerumah kalau cape" nada suara gia mulai meninggi
"Cape aku bisa ilang kalau liat wajah kamu" arka tersenyum jahil
"Ayo cepet pulang" gia menaiki motor sambil berpegangan pada bahu arka
Di perjalanan terdengar suara adzan arka sangat berhati-hati saat membawa motor tapi tetap saja saat pandangannya melihat sosok yang melintas di jalan dia langsung mengerem motor nya membuat kepala gia membentur helm miliknya
"Astagfiruloh" kata arka dalam hati
"Kamu ngga apapa kan" tanya arka pada gia
"aku baik-baik aja" kata gia sambil menganggukan kepalanya
Arka memutuskan untuk menjalankan motornya kembali
---------
Tiba di apartemen milik arka gia merasa pusing
"Kamu ngga kenapa-kenapa kan" tanya arka memastikan
"Pusing dikit nanti juga ilang kamu tadi kenapa ngerem mendadak" gia bertanya pada arka
"Ada yang nyebrang tadi" kata arka singkat
"Aku ngga liat" kata gia
"Ya iya lah itukan hantu" mendengar perkataan arka gia mendadak diam
"Kenapa takut ayo cepet ambil wudhu kita sholat dulu" merekapun melaksanakan sholat
Pikiran gia jauh melayang memikirkan perkataan arka
"Jangan ngelamun kemasukan entar repot" arka menepung pundak gia
"Aku takut" kata gia sambil menunduk
"Tenang kan ada aku sini duduknya deketan" gia mendekati arka
"Disini ngga ada kan" tanya gia
"Ngga ada udah aku usir semua biar kamu ngga takut lagi" kata arka sambil memeluk gia
"Kenapa ngga tinggal di rumah aja sih kenapa pilih disini" tanya gia
"Mandirilah biar cepet dewasa biar nanti kita nikah udah terbiasa" mendengar itu gia tersenyum
"Kamu itu bahasnya nikah lagi nikah lagi" gia melepas pelukan arka
"Ya karna aku mau nikah sama kamu takut nanti kamu di ambil orang" arka tersenyum
"Emang kalau aku di ambil orang gimana" gia mencoba membuat arka marah
"Aku santet online tuh cowo" arka berkata sambil memainkan rambut gia
"Ikh serem jahat juga ternyata kamu" kata gia
"Terkadang kita harus berbuat jahat untuk melindungi apa yang kita miliki biar ngga di ambil orang" arka mencubit wajah gia
"Tapi kalau ngga jodoh kita ngga akan bersama" gia semakin menjadi ingin melihat ekspresi marah arka
"Pokoknya aku mau jodohnya kamu" kata arka tegas
"Iya deh calon imam ku" gia tertawa melihat arka yang cemberut
"Besok mama ngajak kita makan malem kamu juga di undang" kata arka membuat gia mematung wajarlah ketemu camer tapi ada satu hal lagi yaitu hantu di rumah arka ntah kenapa gia selalu merasa takut merinding saat berkunjung ke rumah itu
"Aku harus ikut"kata gia memelas
"Tentu nanti aku suruh hantu yang ada di rumah biar nakutin kamu" arka tertawa merasa senang dengan gia yang sedang ketakutan
"Ngga aku ngga mau aku ngga akan ikut" gia menjambak rambut arka
"Sakit gia awas ya kamu" arka meringis merasakan jambakan gia
Gia memang sering berkunjung ke rumah arka dulu waktu SMA dia bermain bersama adik arka karna adik arka sangat menyukai gia karna mereka sesama penyuka boyband korea
Pernah sekali waktu gia numpang ke toilet alhasil dia terkunci dari luar awalnya gia menyangka arka yang menjahili nya tapi saat dia sadar bahwa kunci pintu ada di dalam membuat dia berteriak dan membuat heboh se isi rumah
Dari sana gia tidak mau main lagi ke rumah arka tapi adik arka bunga dia selalu meminta arka untuk membawa gia ke rumah.....
🕸🕸🕸
KAMU SEDANG MEMBACA
TODAY IS THE DAY
Horor"aku memiliki kelebihan aku bisa melihat hal yang orang lain tidak bisa lihat" ARKA "Aku memiliki kekurangan aku takut hantu" GIA kebersamaan kita yang di dasari atas nama cinta membuat kita saling melengkapi kelebihan dan kekurangan kita..... PELUK...
