Bali🕸

3 0 0
                                        

👿👿👿



Setibanya di bali semuanya langsung menuju vila yang akan mereka tinggali vila super mewah yang pemandangannya langsung menuju laut pesta pertunangan rama akan di laksanakan mengusung konsep garden party

"Semuanya istirahat ya kita kumpul saat nanti makan siang" kata papa arka

Semuanya pergi ke kamar masing-masing arka langsung belari mengejar bunga dan gia karna mereka satu kamar

"Bunga" panggil arka

"Ada apa kak" tanya bunga

"Kakak satu kamar sama kak gia ya" pinta arka

"Ngga boleh bukan muhrim" jawab bunga gia yang melihat ekspresi arka hanya tersenyum

"Ayo lah kakak kasih kamu uang gimana" arka terus membujuk bunga

"Uang jajan yang di kasih papa banyak aku ngga mau" bunga menggandeng tangan gia untu pergi meninggalkan arka

Gia dan bunga sampai di kamar dengan arka yang mengekor di belakang

"Kakak lagi apa kenapa tidur di kasur aku" tanya bunga

"Istirahat bentar dek udah jangan berisik" kata arka

"Tapi aku juga sama kak gia mau istirahat" kata bunga tidak mau kalah

"Sudah arka pergi ke kamar sana" kata gia yang sudah malas melihat adik kakak ini berargumen

"Sayang aku mau istirahat" kata arka

"Ya udah istirahat di kamar sendiri" gia menyuruh arka pergi

"Kamu ngusir aku" arka berdiri membawa kopernya dan pergi meninggalkan kamar gia dan bunga

"Kak arka kok kaya anak kecil banget sih" kata bunga pelan namun masih bisa di dengar oleh gia

Sekarang semuanya berkumpul di halaman belakang untuk makan siang dengan dapur outdoor yang langsung menghadap kelaut ada beberapa chef yang sedang memasak gia terkagum kagum melihat semua ini

"Ayo sayang jangan diem kaya patung" ajak arka sambil menggandeng tangan gia

"Keluarga kamu kaya banget" kata gia

"Namanya juga bisnis keluarga kamu tau tempat ini punya kakek" kata arka memberi tahu gia

"Beneran" gia kaget mendengar itu

"Iya makanya kak rama mau tunangan disini biar gratis" kata arka sambil tertawa

"Kak gia sini duduk di sebelah aku" bunga berteriak memanggil gia

"Biasa aja dek kebiasaan banget teriak ini bukan di hutan" kata arka

"Kata siapa di hutan depan kita ini laut" jawab bunga

Kedua keluarga besar sedang menikmati makan siang tapi pikiran gia jauh melayang memikirkan bagaimana dia nanti saat bertunangan dengan arka apakah akan semewah ini dengan keluarga besar arka yang semua berkumpul

"Makan sayang" perintah arka yang dari tadi melihat gia diam saja

"Ini aku makan" kata gia

"Kamu ngelamunin apa sih" tanya arka

"Aku pusing makan yang mana dulu makanan nya banyak" kata gia berbohong

Arka yang mendengar itu hanya tertawa





---------




Malam hari pemandangan di belakang vila sangat indah tapi dari tadi bunga terlihat khawatir dan ketakutan sampai dia selalu di dampingi oleh kakek

"Dingin ngga mau aku peluk" arka menawari gia sebuah pelukan

"Ngga aku ngga kedinginan" kata gia

"Kamu ngga ngerasain apapa kan" tanya arka

"Memangnya kenapa" gia balik bertanya

"Kamu liat bunga dari tadi dia ketakutan" kata arka

"Kenapa bisa ketakutan" tanya gia

"Penghuni disini merasa terganggu dengan kedatangan kita semua" arka mulai bercerita hal-hal yang sama sekali tidak ingin gia dengar

"Kok bisa" lagi lagi gia bertanya

"Udah lama tempat ini ngga di tempatin dan mereka semua tahu kalau bunga bisa berkomunikasi dengan mereka dan mereka semua terus mendekati bunga" kata arka setelah arka berkata seperti itu terdengar teriakan dari arah bunga dan kakek

Semuanya mengerumuni bunga dan mulai berdo'a kakek terus mencoba membuat bunga sadar

"Kamu berdo'a ya" kata arka tapi saat arka melihat gia tatapan gia berubah arka langsung memijat tengkuk gia

"Akhhhhh akhh... akh.." teriak gia yang di sahuti oleh tawa bunga

"Hahahaha hahaha.." bunga tertawa kencang tak lama dari itu saudara arka yang lainya terdengar menjerit dan menangis

Suasana jadi kacau dan yang bisa menyembuhkan hanya arka kakeknya dan saudara arka dion mereka semua panik

"Minum sayang" arka menyodorkan minuman ke arah gia

Gia hanya menerima dan merasa lemas sekujur badan

"Kamu bisa berdiri ngga mau aku gendong" tanya arka yang hanya di balas anggukan oleh gia

"Kek aku bawa gia ke kamar dulu ya" kata arka

Namun arka membawa gia ke kamarnya bukan ke kamar gia

"Kok di bawa kesini"tanya gia

"Kamu tidur disini aja biar aku tidur di luar" kata arka langsung menyelimuti gia

Setelah memastikan gia tertidur arka pergi meninggalkan kamar dan pergi menemui kakeknya

"Gimana keadaan gia" tanya kakek

"Baik kek kok bisa sampe segininya ya" arka bertanya

"Mereka minta sesuatu yang bisa dimakan" jawab dion saudara arka

"Bunga lagi halangan jadi wangi ngungdang mereka" kata kakek

"Mana gia juga sampe bisa gitu lagi ngga tega aku liat gia gitu kek" kata arka

"Mereka lagi merasa terganggu jadi mereka balik ganggu" kakek menjelaskan

"Tapi sebagia udah ngga aku liat lagi" kata arka

"Tadi udah di usir sama kakek" jawab di0on

"Yang lainnya udah pada tidur kamu juga istirahat sana" perintah kakek

"Di kamar ada gia kek aku tidur disini aja" kata arka

"Sana ke kamar rama jangan tidur disini dingin" kakek pergi setelah menyuruh arka tidur di kamar rama

"Dion kita ganggu rama yuk" ajak arka

"Yuk siapa tahu ketularan nanti dapet jodoh" ide jahil kedua saudara ini memang selalu ada saja





🕸🕸🕸

TODAY IS THE DAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang