Tidak memaksa untuk dijadikan prioritasnya namun tolong anggap keberadaan ku disini.
Start; selasa, 15 desember 2020
Finish; sabtu, 10 April 2021
Warning!!!
• ini cerita BxB
• cerita sendiri murni dari otak seorang pengangguran
• jangan plagiat loh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luhan menghelakan nafasnya untuk kesekian kalinya, matanya menatap kepada kedua orang yang ada di depannya dengan jenis kelamin yang berbeda yang saat ini tengah mengobrol ria.
Terlihat seperti pasangan suami istri yang sangat bahagia sedangkan Luhan terlihat seperti seorang anak yang duduk tenang dan diam di kursi belakang mobil.
Padahal tadi pagi Luhan sudah membuat rencana, jika Sehun menjemputnya Luhan akan bermanja ria kepada Sehun selama di perjalanan menuju kampus mereka namun sayangnya itu hanya sebuah ekspektasi Luhan saja.
Sudah merasa sangat kesal sekaligus jengkel pada saat Sehun menyuruhnya untuk duduk dibelakang sendirian membuat Luhan lagi lagi hanya pasrah dengan keadaan dan menelan kekesalannya mentah mentah.
Dan Luhan juga disini seorang manusia bukan sebuah pajangan atau barang yang dibiarkan begitu saja, harusnya mereka mengajaknya untuk mengobrol walaupun itu hanya basa basi semata namun itu membuat Luhan merasa dianggap jika Luhan masih bersama dengan mereka, didalam mobil yang sama.
Kenapa mereka seperti ini? Bukankah ini sudah keterlaluan?
"Sejeong" Panggil Luhan kepada wanita yang tengah duduk didepan bersama dengan kekasihnya.
Wanita tersebut bernama Sejeong sedikit menolehkan kepalanya. "Oh yah Luhan, ada apa? Maaf yah gak ngajak kamu ngobrol aku lupa kalo kamu ada disini"
Luhan kembali menelan sakit hatinya atas perkataan wanita yang menyandang gelar sebagai sahabat kekasihnya sejak kecil. "Ah gak papa kok. Kalian asik bicara hingga gak tau kalo aku ada disini"
"Gak gitu, Lu" Kata Sehun, namun perkataan Sehun diabaikan oleh Luhan yang saat ini tengah menatap jalan raya yang mulai padat.
"Oh maaf yah lain kali jika kita berada didalam mobil yang sama aku akan mengajak kamu ngobrol yah" Kata Sejeong.
"Gak perlu susah susah, Sejeong karena aku gak berharap satu mobil lagi sama kamu" Kata Luhan setelah itu keluar dari dalam mobil tersebut karena mobil Sehun sudah terparkir rapih di Seoul National University.
Sehun pun ikut keluar dari dalam mobil tersebut, sebelum keluar Sehun lebih dulu memberitahu Sejeong agar wanita tersebut dapat menunggunya sebentar didalam mobil.
Luhan berjalan santai memasuki gedung kampus tersebut namun tiba tiba langkahnya terhenti karena seseorang menahan lengannya. Itu adalah Sehun yang menahan lengannya.
Luhan menatap Sehun dengan tatapan malasnya, dia benar benar sudah jengah dengan kekasihnya ini. "Apa lagi?"
"Aku minta maaf" Kata Sehun.
"Aku udah bilang kan, kalo kamu mau jemput dia mendingan jemput aja gak usah jemput aku segala dan berakhir didalam 1 mobil yang sama dengan sahabat mu itu" Kata Luhan, berusaha mungkin untuk menahan emosinya.
Luhan tidak boleh emosi dalam menangani masalah ini karena jika dia emosi yang ada malah memperkeruh suasana. Dan Luhan tidak ingin itu terjadi.
Terlebih lagi mereka berada di halaman kampus yang dimana banyak pasang mata mahasiswa yang tengah menatap mereka dengan ekspresi penasarannya. Karena Luhan tidak ingin menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa akhirnya Luhan menyudahi ini.
"Udah, udah aku maafin. Lagian kamu juga gak salah, gak usah minta maaf" Kata Luhan dengan ekspresi senangnya, berusaha untuk meyakinkan Sehun bahawa dia baik baik saja.
Sehun menundukkan kepalanya, matanya menatap tangannya yang tengah memegang lengan Luhan. "Aku udah janji sama kamu buat jemput kamu ta-tapi tapi tadi tiba tiba Sejeong-"
"Iyah iyah aku ngerti. Udah yah sebentar lagi kelas ku akan segera dimulai dan kamu juga lebih baik anterin Sejeong segera ke tempat pemotretannya takutnya dia telat kan" Kata Luhan sambil melepas paksa pegangan tangan Sehun setelah itu memasuki gedung kampus tersebut.
Sehun masih menatap punggung Luhan yang mulai menghilang dari pandangannya lalu matanya kembali menatap tangannya yang habis memegang lengan Luhan dengan ekspresi sendunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.