Tidak memaksa untuk dijadikan prioritasnya namun tolong anggap keberadaan ku disini.
Start; selasa, 15 desember 2020
Finish; sabtu, 10 April 2021
Warning!!!
• ini cerita BxB
• cerita sendiri murni dari otak seorang pengangguran
• jangan plagiat loh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua tenda dan yang lainnya sudah siap. Kini memasuki waktu sore hari. Ada banyak yang sibuk seperti Kyungsoo dan Kai yang tengah mempersiapkan makanan untuk makan malam mereka, Chanyeol dan Sehun sedang mencari ikan di tepi laut untuk tambahan makan malam dengan alat yang mereka bawa, Baekhyun yang tengah mencari kayu untuk api unggun bersama Luhan.
Namun Luhan mencari kayu secara terpisah dengan Baekhyun, Luhan lebih memilih menjauh dari Baekhyun yang memilih mencari kayu di sekitaran tenda.
Luhan mengambil beberapa ranting kayu yang berserakan disekitarnya lalu kembali mengakkan tubuhnya untuk menatap matahari yang ingin tenggalam di ujung sana.
Walaupun pantai ini adalah tempat yang berbeda, namun Luhan masih merasakan bagaimana kejamnya Sehun memutuskan hubungan mereka lalu meninggalkannya di pantai seorang diri dengan tangisan memohon.
Masih sangat ingat, hingga mungkin kejadian tersebut seperti terulang di depannya. Kilasan bayangannya muncul, Luhan dapat melihat bayangannya yang sedang menangis bersimpuh di pasir pantai sana.
Tidak bisa di percaya bahwa Sehun mengatakan sudah tidak mencintainya lagi. Luhan tidak dapat menghapus semua ingatan tentang Sehun apalagi janji Sehun untuk tidak meninggalkannya. Luhan masih menyimpan janji tersebut didalam hatinya.
Semua ini adalah salahnya. Karena Luhan tidak dapat menahan dan tidak meminta Sehun untuk tetap tinggal. Kini Sehun dan Luhan seperti orang asing.
"Kenapa, heum?" Kata Luhan dengan nada yang bergetar, tangannya terangkat seolah dia tengah menggapai Sehun namun hanya angin yang dia genggam.
Luhan harus ditakdirkan lagi bersama dengan Sehun namun dengan status yang berbeda dan perbedaan itu lah yang membuatnya sakit.
Berlindung dibalik pohon besar dan rindang yang berada disekitar pantai menjadikan Luhan lebih leluasa menangis tertahan agar para temannya tidak mendengarkan suara tangisannya yang sangat pilu.
Luhan lelah, apakah Sehun tidak merasakan hal yang sama sepertinya?
"Kamu-" Perkataan Sehun tidak dapat dilanjutkan setelah melihat keadaan Luhan yang sedang menangis.
"Kamu ngapain si? Dikira hilang, kamu gak tau temen temen pada khawatir sama kamu yang gak balik balik" Kata Sehun yang kini sudah berjongkok didepan Luhan.
"Ma-maaf, ta-tapi ini gak bisa di tahan. Bayangan beberapa waktu lalu di pantai selalu muncul" Kata Luhan yang masih menundukkan kepalanya.
Sehun menatap Luhan yang kini sedang mengusap lelehan air mata yang ada di pipinya. Sebelah tangannya terangkat, berniat untuk mengusap kepala pria manis itu namun ia urungkan. "Ini liburan. Jangan sedih dan jangan buat semua orang khawatir"
Luhan mengangguk, walaupun dia masih sesenggukan dia mencoba untuk berbicara kepada Sehun. "Huks.. i-iyah, maafin aku udah bu-buat... hikss... semua orang khawatir"
"Jangan nangis" Tegas Sehun.
"Ga-gak bisa berhenti... hiks..." Kata Luhan yang tangisannya malah makin menjadi.
Pada akhirnya Kyungsoo menghampiri Sehun dan Luhan yang berada di pohon rindang sana. "Lu, lo kenapa? Sakit ya?"
Luhan menggeleng diiringi dengan senyumannya walaupun kedua matanya masih mengeluarkan air mata. Luhan ingin terlihat baik baik saja didepan semua orang. "Ga-gak gue gak papa hehe..."
"Gak, lo gak baik baik saja. Ayo dong Sehun harusnya lo bawa Luhan ke tenda kenapa lo diemin dia aja si?! Gue tau dia bukan pacar lo tapi setidaknya dia sekarang temen lo kan?! Harusnya lo punya hati nurani ngelihat temen lo begini!!!" Murka Kyungsoo.
Sehun segera menggendong tubuh Luhan untuk dia bawa ke tenda mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.